Mengomentari Drama Korea yang Tayang di TransTV 2019

Mengomentari Drama Korea yang Tayang di TransTV 2019- Hahahaha… gatel sayatu pengen komentar guys… jadi begini, sebenarnya saya ada di posisi nggak suka nonton drama korea yang ada di transtv. Kenapa? karena dramanya sudah pada saya tonton. Lhaaa wong kerjaan saya tukang ripiu kok.

Jadi, nonton drama korea di tv hitungannya “telat”untuk tukang ripiu macam saya. Lagian, saya ada di posisi nggak suka nonton tv kalau emang nggak butuh. Entahlah, saya nggak butuh-butuh banget sama nonton tv sejak ada zaman internet kayak begini.

Tapi, boleh dong saya komentarin macam-macam drama korea yang keluar di transtv. Boleh dong yaaaaaaa.

Mari kita sebutin drama apa saja yang sudah tayang di tv nasional macam transtv ini.

  1. What’s Wrong With Secretary Kim (kesan pertama di sini dan reviewnya ada di sini)
  2. Encounter (di sini kesan pertamanya dan di sini reviewnya)
  3. The Last Empress (Kesan pertama di sini, bacotan saya ada di sini)
  4. 100 Days My Prince (kesan pertama di sini, review di sini)
  5. My ID is Gangnam Beauty (kesan pertama di sini, review di sini)
  6. Sky Castle (kesan pertama di sini, review di sini)

Ada tambahan nggak? Ada yang ketinggalan nggak? Kamu bisa kasih tahu mimin di kolom komentar yaaa…

Setelah merenungkan cukup panjang judul di atas, saya merasakan begini….

butuh gambar dan adanya dua koplak…

Targeting penonton lebih ke anak muda…

Penonton adalah pasar. Istilahnya apa yaaa duhhh *mikir keras. Saya ngerasa banget bahwa drama yang ditayangkan di trans lebih ditunjukkan pada anak muda, mungkin usia sekolah sampai dewasa akhir *penghujung usian 20an. Kenapa?

Dari genre kelihatan banget. What’s Wrong With Secretary Kim, Euncounter, 100 Days My Prince, My ID is Gangnam Beauty, Sky Castle. Ini anak-anak muda banget buooosss… cerita kisah cinta anak muda, raja yang muda, bahkan anak-anak sekolah, dan kisah anak yang baru masuk kuliah dengan wajah barunya.

Mungkin ada sentuhan lebih ke pasar ibu-ibu muda, barang kali The Last Empress. Karena sedikit beda dari penokohan. Atau tambahannya barang kali Sky Castle yang banyak buibu kayah rayah yang pengen anaknya cerdas bin edan.

Drama dengan Rating yang Tinggi yang ditampilkan…

Semuanya bisa dibilang punya rating yang cukup bagus, mungkin banyak juga yang merekomendasikan ke pihak trans. Ini nih yang sangat saya sayangkan, karena menurut saya, rating acap kali tidak sejalan dengan “kekecean” dari drama itu.

Kalian bisa lihat di rekomendasi drama terbaik saya tahun 2018 di tulisan ini. satu-satunya yang masuk versi saya cuma The Last Empress.

Untuk tahun 2019 yang cukup kece badai menurut saya *yang sudah selesai dramanya pas saya nulis tulisan ini. baru ada Liver or Die dan Kingdom. *klik aja nohhh di judulnya buat tahu ripiunya.

Yhaaa emang sih, pihak trans juga sama sekali nggak mau rugi. Ngapain kan kalau menanyangkan drama tapi nggak ada yang mau nonton bukan? Jadi, ambil yang jelas laku aja.

Temanya cenderung main aman dan itu-itu aja.

Pernah nggak sih? ketika kamu ditanya atau dinyinyirin seorang kenalan/teman/keluarga dan mereka bilang, drama korea itu cuma itu-itu aja. kisah cinta klasik pria kaya yang jatuh cinta sama cewek miskin tapi gedgetnya baru melulu?

Drama yang ditayangkan pun ronanya agak sama tuh. Tentang kisah cinta anak muda. Agak beda di beberapa bagian. Tapi, bakalan masuk ke kategori nyinyiran lagi karena dramanya temanya cinta melulu.

Heihhh…

Bedanya hanya di The Last Empess dan Sky Castle. Selebihnya… mamam kisah cinta yang dominan melulu.

Padahal, drama korea itu luas banget cerita yang diangkat. Dan sejak tahun 2017, saya demen banget sama drama tentang kriminal, hukum, sampai psikopat gila.

Akan saya acungi jempol kalau trans bisa menayangkan drama seperti, Voice 1-3, The Guest, Patners For Justice, Children of Nobody dan drama setipe dengan ini. atau come and hug me deeeh kalau mau ada romancenya dikit.

Mungkin nggak? Transtv berani menayangkan drama seperti itu? kayaknya itu bakalan jadi harapan saya doang.

Akhir kata untuk Mengomentari Drama Korea yang Tayang di TransTV 2019

Stasiun TV sangat berpengaruh buat pencinta drakor. Dulu, saya tahu drakor yaa dari TV juga. Apalagi dulu itu kalau mau nonton drama nggak bisa onlen-onlen dengan mudah kayak sekarang. mungkin banyak juga yang ngerasa senang karena ada drakor di tv.

Sayangnya…

Drama yang ditayangkan jadi kesannya hambar aja. hambar karena nggak ngambil tema drama yang jelas bedanya satu sama lain.. hambar karena hanya drama dengan rating bagus dan main aman aja. hambar karena targeting penonton lebih ke anak muda dan perempuan saja.

Huh….

Atau mungkin karena saya sudahh tua. Mungkin sudah kebanyakan drama yang saya konsumsi sampai sekarang?

Drama dulu bagus banget sampai saya nggak bisa lupa hingga waktu berlalu, ada Queen Seon Deok, Cinderella Step Sister, Goong/Princes Hours, My Name is Kim Sam Soon, Pasta,…

Harapan saya. Untuk yang baru mulai mengikuti drakor. Kalian menemukan sebuah cerita drama korea yang nggak bisa dilupain begitu aja. nggak yang sekadar ribut-ribut saat dramanya tayang. Kemudian lupa gitu aja. Tapi diam-diam memberikan pengalaman dan pandangan baru.

Menurut kalian gimana???

Advertisements

4 tanggapan untuk “Mengomentari Drama Korea yang Tayang di TransTV 2019

  • 15/04/2019 pada 9:25 PM
    Permalink

    Karena klo yg ditayangin macam voice,partners for justice,dll yg setipe dengan psikopat,dan kriminal, bakal kena kapei, dan akan byk adegan yg di cut, jd ga seru..😅

    Balas
  • 21/04/2019 pada 7:06 PM
    Permalink

    Saya termasuk penggemar baru di dunia per Drakoran, saya setuju mbak, saya jg nonton pilih2 banget n review nya mbak tmsk patokan saya buat nonton drakor, saya jg g suka tema yg itu2 ajah, contoh ni gaya saya nonton drakor misal mgg ni tema romance, mgg dpn hukum, mgg dpn saeguk dan skrg on going nonton return n yg msh menanti saya voice 1, kingdom n strong woman dong boong soon

    Balas
    • 25/04/2019 pada 6:08 PM
      Permalink

      nahhh… selamat datang di dunia drakor. selamat anda telah teracuni.
      wkwkkw… iya, makanya, akan sangat enak jika beragam pemilihannya, nggak asal banyak anak milenial yang suka aja.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat