Drama Korea Terbaik Sepanjang 30 Tahun Hidup (Part 1)

Drama Korea Terbaik Sepanjang 30 Tahun Hidup – Dari judulnya, tulisan ini akan sangat personal dan mengandung curhatan begitu kental nggak kalah sama kental manisnya bendera. Saya juga tidak menuliskan “rekomendasi”, karena mau membebaskan diri aja. Kata rekomendasi mungkin diartikan semacam nyuruh-nyuruh orang nonton. Ini sama sekali nggak. Nonton atau tidak, setuju atau tidak tentang pendapat pembaca. Saya akan menuliskan daftarnya tanpa ragu-ragu.

Tulisan ini murni membagai daftar drakor tebaik yang sudah mengisi tahun-tahun hidup.

Saya nonton drakor dari usia belasan tahun, menikmati drama di TV Nasional yang kadang suka ngilang karena ratingnya nggak bagus itu sakit banget. Saat punya DVD player dan drakor yang ditonton punya kualitas gambar yang buruk, sub yang buruk, tbtb nggak bisa di play. Itu juga sakit banget.

Makin ke sini, nonton drakor makin mudah. Baik cara legal ataupun ilegal. Heheh.

Kenapa 30 tahun?

Tepat sekali juli 2020. Saya berumur 30 tahun. Buat pembaca baru yang nggak terlalu ngeh sama mimin besoksore. Izinkan saya memperkenalkan diri sebagai mimin tunggal tapi bukan organ tunggal, jenis kelamin perempuan dari dulu dan belum ada niatan untuk ganti. Yang niatan untuk ganti itu hape. Pengen punya ipon yang belum pernah kesampaian sampai sekarang.

Saya hidup nggak punya banyak teman. Aktivitas keseharian kalau nggak nulis adalah belajar fotografi yaaaa berkebun. Sesekali ngobrol sama kucing tetangga yang susah sekali diajak bicara, tu kucing melengos terus.

Saya suka banget nonton drakor sebelum tidur, berharap bisa nonton drakor dalam mimpi. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Karena saya nggak mau pengalaman nonton drama menjadi sia-sia. Saya menuliskannya di sini. Disia-siakan juga nggak enak sih. *eh.

Saat remaja, nonton Full House aja sudah “melongo” dan berkata drama itu keren. Tapi, semakin berjalannya waktu dan usia bertambah, Full House hanya bagus pada masanya saja. Di usia saya yang sekarang dan drakor tambah beragam, drama yang lebih bagus dari Full House jelas banyak.

30 tahun adalah rentang waktu yang lama. Apabila saya mulai nonton drakor di usia 12 tahun, maka pengalaman nonton drakor sudah banyak. Urusan pengalaman hidup juga sudah lumayan makan asam dan garam kehidupan. *curhat terosss.

Semua Adalah Tentang Sudut Pandang Pribadi

Belum lama ada yang komentar dan bertanya apakah ada drakor yang bikin dia susah Move On kayak My Suspicious Patner, yaaa kan gimana? My Suspicious Patner/Love in Trouble jelas bukan selera saya. Drama apaan ujung-ujungnya malah percintaan nggak jelas. Nggak bisa move on menurut kalian akan berbeda dengan pandangan saya pribadi.

Drama-drama yang saya sebutkan di sini meninggalkan kesan mendalam, bukan karena aktor yang main ganteng. Drama yang berkesan itu banyak!!!!….

……Banyak banget!!!! Berkesan di awal bagus kemudian melempem di tengah dan jijik di belakang. Berkesan hanya bagusnya doang juga banyak. Kemudian lupa bagaimana rasanya, persis seperti perayaan singkat seperti nonton kembang api. Indah dilihat, kemudian meninggalkan asap yang seketika menghilang tanpa jejak.

Drama yang saya sebutkan di sini, mampu melewati waktu. Melintas pemikiran kepala. Diam-diam menajamkan rasa. Karya-karya yang indah. Apa saja?

  1. Be Melodramatic
  2. Because This is My First Life
  3. Another Miss Oh

Ketiganya pernah saya tulis di tulisan yang ini. Ketiganya masuk kategori percintaan. Saya nggak akan banyak babibu, udah banyak saya bahas di tulisan itu. Silakan baca kalau yang belum baca.

  1. Prison Playbook (2017)

Pernah nggak mikir? Kita-kita yang bebas ini sebenarnya dipenjara juga. Pikiran kita sering kemana-mana. Mimpi-mimpi kita sering hilang begitu saja seperti kapur barus yang ada di pojokan. Kita sering memimpikan untuk memulai kembali. Kemudian gagal lagi dan gagal lagi.

Kita seolah-olah bebas, tapi tangan dan kaki kita banyak diikat oleh ikatan yang tidak terlihat.

Saya sering merasa demikian. Manusia tidak pernah sepenuhnya bebas. Bebas adalah bagaimana orang-orang mampu memilih batasannya.

Keren aja sama drama yang satu ini. Kisahnya diambil dalam penjara. Drama tentang orang-orang yang dipanjara dan menyongsong hari pembebasan mereka. Tawa, getir, persahabatan, keluarga dadakan, perasaan senasib, kesialan masing-masing tokoh, hal-hal sederhana yang menjadi istimewa saat penjadi tahanan.

Jenaka sekaligus menghangatkan.

Kayaknya benar juga kalau ada yang bilang mampu tertawa adalah kebijaksanaan. Cuma orang-orang yang hatinya lapang yang bisa menghadirkan tawa walaupun getir. Tingkah polah para tahanan di sini sangat luar biasa aneh, unik, menakjubkan, dan menghibur.

  1. Dear My Friends (2015)

Usia tua adalah tema besar di drama ini. Ditambah pula kisah cinta yang sama sekali nggak sempurna.

Kita terlalu biasa melihat “wajah muda” dalam drama. Wajah yang indah-indah, bahkan perilaku buruk dikesampingkan karena wajah yang indah. Kita sering “wow” sama karakter buruk yang dicap keren, lucu, dll. Padahal, bagaimana posisi kita jika kita diperlakukan buruk sama karakter yang demikian. Pasti kita kesal secara logika.

Drama Dear My Friends punya kisah yang menarik, lucu, penuh tanda tanya pada diri kita sendiri. Bagaimana kisah kita saat tua? Bagaimana orang-orang yang katanya keluarga memperlakukan kita yang renta dan tidak cukup banyak “daya” seperti dikala muda.

Dear My Friends mengurai persahabatan para nenek dan kakek. Lika-liku kehidupan di usia tua. Kemudian diam-diam mengambil kebijakan di dalamnya.

  1. Matrimonial Chaos (2018)

Tadinya saya sempat bingung. Mau taroh drama ini di rekomendasi drama percintaan. Tapi itu urung saya lakukan. Dengan alasan drama ini emang bener-bener masuk ke dunia pernikahan yang cukup pelik. Juga tema besarnya adalah tentang perceraian.

Sebab nonton drama ini, saya jadi mengidolakan Cha Tae Hyun dan Bae Doo Na. Keduanya natural banget main drama ini. Sama kayak orang kebanyakan yang hidup.

Menikah? Saya percaya itu bukan akhir dari segala kisah. Ada kalanya, perceraian malah menumbuhkan kisah lainnya. Bagaimana dua orang yang katanya menikah malah tidak tahu mimpi masing-masing pasangannya. Tahu pas sudah cerai.

Gilanya, drama ini underrated. Dan saya dibuat banyak “bengong” sambil mikir di banyak potongan cerita dalam drama ini.

Dibandingkan tulisannya Ko Mun Yeong dalam It’s okay to be Not Okay (2020), kisah dongeng anak-anak buatan karakter yang dimainkan Bae Doo Na lebih menyentuh.

Saya dapat pelajaran bahwa mengenal seseorang adalah perjalanan yang sangat panjang dan tidak pernah sampai ke tujuan. Kita kita mencap seseorang begini-begini, besok-besok bisa berubah. Drama ini tentang bolak baliknya hati, terkadang menjengkelkan pula.

  1. My Mister (2018)

Hidup adalah perjuangan tanpa henti. Sering kali dilemahkan oleh banyak keadaan, uang, keluarga, pekerjaan, pandangan orang lain, dan banyak hal. Drama ini punya tema yang cukup “gelap” tapi realistis sekali. Realistis sama kehidupan yang pada umumnya berat untuk orang-orang biasa yang lahir miskin dan nggak punya koneksi.

Dikejar-kerjar utang yang nggak sedikit. Nona Lee (Diperankan IU) berjuang dengan tatapan matanya yang “dalam”. Kehidupan yang keras, memaksa Nona Lee juga bersikap keras, ia mendapatkan dendam dari orang lain yang tidak mau hidupnya bahagia.

Satu gadis muda nggak cukup di sini.

Ada tiga orang ahjussi/paman yang sama-sama berjuang dengan kisahnya. Terutama masalah uang dan keluarga. Masing-masing punya kisah yang memecundangi mereka sendiri-sendiri.

Drama ini adalah kisah orang-orang yang tidak menyerah dengan keadaan dan tentang menemukan kebahagiaannya masing-masing. Tidak ada kisah wow dengan suguhan lokasi wow. Semuanya seperti kehidupan sehari-hari, gerak-geriknya juga sama. Bahkan kalimat yang seolah biasa diutarakan, itu mengiris kayak tangan kita diam-diam tergores kertas. Sakit.

Endingnya juga terbaik pokoknya.

My Mister adalah getir yang terasa, juga mendewasakan. Betapa menjadi bahagia adalah perjuangan tanpa henti.

*Catatan: Karena tulisannya sudah panjang bener dan saya belum selesai sama daftar dramanya, belum dikasih penutup juga. Maka ada part duanya. Santai yaaa. Mimin tinggal dulu untuk semedi dan mencari kitab suci. Link bakalan diupdate. saya juga sih, pembukaan panjang bener.

*di bagian judul bisa di klik yaaa untuk keterangan lebih lengkap. *dasar pengemis klik.

klik di sini untuk bagian 2 alias bagian terakhir sebagai lanjutan.

 

Advertisements

You May Also Like

4 Comments

  1. Min..apa kita ini kembaran ya..
    aku juga Juli ini, awal juli tepatnya genap 30 tahun.dan udah suka nonton bukan baru-baru ini aja ya dari kurang lebih 30 tahun lalu..selera film/drama juga sama..hahahahah
    sehat dan bahagia terus ya Min..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!