Daftar Drama Korea yang Kurang Asyik di Tahun 2020

Daftar Drama Korea yang Kurang Asyik di Tahun 2020 – Beberapa hari lalu saya dapat komentar yang mengatakan bahwa ngetik itu gampang, segampang meremehkan usaha orang.

Eemmm….

Di bawah ini saya kasih SS-nya.

Komentar tersebut ada di tulisan yang ini.

Begini Sob Pembaca Sekalian

Saya merasakan ada kecenderungan meninggalkan identitas yang kurang jelas pada komentar yang biasanya mengkritik saya. Bukan hanya sekali dua kali. Sering banget. Padahal saya membuka lebar kolom komentar dan menerima apapun kritik itu. Misalnya, katanya harus riset banyak dulu sebelum nulis. Dll.

Gpp sob pembaca sekalian. Kalian boleh berkomentar. Tinggalkan jejak yang baik. Nanti boleh diskusi bareng. Kalau sudah ketutup dengan pendapat saya salah dan kamu benar, saya udah aja. Nggak mau ikut-ikutan.

Kemudian, saya menerima apapun perbedaan itu. Karena menikmati sebuah drama juga adalah hal kreatif juga. Bahwa seni tetaplah seni. Perasaan penikmat seni boleh berbeda satu sama lain.

Mari berbesar hati.

Ada orang yang mematung lama-lama di depan karya lukisan. Guratan-guratan itu jelas dilihat dengan seksama. Saya yakin penikmat lukisan itu merasakan satu gelombang yang sama. Istilahnya satu frekuensi. Hal ini nggak bisa dipaksain sob.

Kayak sebagaimana yang kita tahu, perasaan manusia itu tidak bisa dipaksakan.

Untuk yang bilang saya gampang ngetik segampang meremehkan usaha orang. Nggak gitu juga. mengetik itu memang mudah. Tapi energi, bagaimana menuangkan pendapat secara jernih, itu nggak gampang juga.

Saya juga tidak meremehkan usaha orang. Tapi semuanya berpulang pada ungkapan hati. “bener nggak sih sebuah drama ini bagus? Bener nggak sih akting seseorang itu bagus?”

Hal-hal demikian kalau dibuat indikatornya agak susah. Tapi lihat mata, gerak-gerik lebih dalam hati. Lalu marilah jujur kepada diri sendiri.

Di tulisan ini saya pernah menulis. Drama apa sih yang enak menurut mimin besoksore?

Tulisan pembukaan saya panjang sekali ya?

*garuk-garuk.

Alasan saya membuka dengan pembukaan di atas adalah mungkin tulisan saya ini mengganggu menurut beberapa orang. Saya minta maaf dulu kalau melukai kalian.

Jadi, saya mau tulis daftar drama yang saya tonton sampai habis. Tapi saya pikir dramanya nggak sebagus itu. Alias nggak asyik-asyik amat.

Untuk drama yang hanya muncul di kesan pertama (DI SINI ADA DAFTARNYA) maka jelas drama itu nggak asyik dari awal jadi saya nggak akan tulis di sini.

Sekali lagi.

Supaya ada pandangan yang adil. Saya menuliskan drama-drama yang saya habiskan sampai akhir.

Apa saja?

The Game Towards Zero

Kurang berkesan dari pemain utamanya. Terutama pemain utama wanita. Malah yang lebih berkesan adalah pemeran jahatnya.

Drama ini saking kurang berkesannya di mata saya. Sampai saya harus baca tulisan lama saya.

Yaa pokoknya banyak kecewanya.

Tell Me What You Saw

Belibet aja sama kisahnya. Kurang bersih. Kurang greget. Padahal secara cast sudah bagus.

Drama ini belum lama tayang. Nonton sampai akhir juga. Tapi sama seperti The Game Towards Zero, saya nggak bisa mengingat banyak hal. Karena kurang berkesannya.

Padahal, saya bela-belain nonton karena secara cast sepertinya bakalan bagus. Sayangnya, saya cukup kecewa.

Hi Bye Mama!

Bisa dibilang drama ini populer.

Orang bilang drama ini mengharukan.

Saya bilang Hi Bye Mama! Malah menjelma menjadi drama yang menjengkelkan, seolah menjadi yang paling korban akibat ditinggal mati istrinya. Kemudian menjelma menjadi sosok yang menyakiti perempuan lain, yang mana merupakan istri sahnya.

Pokoknya jengkel dengan sosok peran utama pria yang sama sekali tidak ada ketegasan.

Saya juga jengkel sama peran hantunya. Jengkel sekali pokoknya.

Bawaannya pengen nampol peran utama prianya. Hadududu.

Yah begitulah saya. Di orang kerasanya bikin haru. Di saya bisa aja bikin jengkel. Namanya beda pendapat kan? Boleh dong.

Find Me in Your Memory

Itu yang main adalah Mbaknya yang main True Beauty. Cantik sih. Tapi aktingnya masih kurang menggigit aja.

Di awal drama ini asyik. Cukup menjanjikan. Di tengah-tengah saya merasa “ahh gini doang. Romance yang nggak dalem. Biasa aja.”

Sampai di akhir akhirnya jadi drama yang dalam kategori B aja. Padalah premis di awal cukup menarique.

Eeeh di akhir yaa begitu.

365 Repeat the Year

Uduwww. Mengingat drama ini adalah mengingat bagaimana saya muter-muter menuduh tokoh satu ke tokoh yang lainnya. Tentang perjalanan waktu, tentang kisah yang bisa direvisi. Ternyata lumayan bikin gerah juga.

Ada yang merasa enak-enak aja nonton drama ini. Untuk saya sendiri daripada enaknya, masih banyak yang nggak enaknya.

Mungkin karena saya kurang sreg aja sama pemain utama wanitanya.

Ah ya sudahlah. Tapi ada bagusnya. Drama ini nggak panjang episodenya.

Rugal

Daripada nonton Rugal. Mendingan makan biskuit regal.

Percayalah sama saya. PERCAYALAAAHHH WAHAI CINTAAAAHHH.

Drama ini saya pikir bakalan berkesan. Ada Mas Choi Jin Hyuk dengan kulit coklatnya di sini. Tapi yaaa begitulah, drama ini seperti punya dunianya sendiri dan saya sebagai penonton merasa nggak bisa masuk ke dunia itu.

Kurang sefrekuensi kali ya?

Masa iya drama yang bakbikbuk malah bikin ngantuk. Jadi, kurang greget banget sama Rugal.

Memorist

Padahal yang main Mas kece. Dia juga nampak dengan keberaniannya membongkar kisah-kisah kejahatan.

Sayangnya, drama ini kurang seru aja bagi saya.

Padahal saya suka dengan drama tema sejenis ini. Mungkin memorist tidak datang dikala yang tepat dan plotnya bagi saya agak bikin bingung aja.

*kemudian pegangan karena pusing.

Oh My Baby

Yang main Jang Nara. Perempuan yang ingin punya anak dan tidak menikah. Saya yakin pemikiran seperti ini ada di kalangan perempuan tertentu. Drama ini juga tentang pekerjaan, selain tentang kisah cinta.

Di awal sebagai premis ide saya suka. Di pertengahan saya kewalahan dan mulai kesel sendiri sama kisahnya.

Romance dengan kehadiran karakter dewasa tapi masih belum nusuk hati aja. Masih ngambang gitulah. Masuk kategori drama yang biasa aja. Meski menarik di awal.

The King Eternal Monarch

Mas Lee. Kamu ganteng.

Ganteng banget sumpah. Udah tinggi, keren pokoknya. Saya mungkin terhanyut kalau ketemu langsung dengan dirimu. Hanya saja, dramamu kali ini belum membekas di hati. Padahal ramai sekali ditonton orang.

Lain kali… Mas Lee coba deh ambil proyek drama OCN gitu. Saya tunggu yaaak.

*Sebuah tulisan yang halu sekali.

Graceful Friends

Salah satu drama terbajingan yang pernah saya tonton. Premis awalnya doang bagus. Mau ke tengah mentah. Di ujung kisah juga mentah abis.

Para orang dewasa di sini sama sekali nggak dewasa. Kurang bisa diambil hikmahnya. Rata-rata para pemain di sini menjengkelkan dan “mengganggu”. Padahal sempat saya pikir drama ini bagus.

Saya kecewa mamennnn…

Men Are Men

Saya hanya ingat Mbak Hwang bedaknya keterangan daripada warna kulitnya. Padahal warna kulit coklat juga bagus kok. Apa agak sulit yaaa dapat make up dengan shade yang kecoklatan di korea sana?

Men are men. Romance drama yang ringan dan mudah dilupakan. Dah itu aja yaak.

Train

Tut tutttt gujeeesss gujessss.

Salah satu drama yang nggak jelas atau mungkin sayanya aja yang bego. Padahal yang main oke. Cukup empet pada masanya dengan tema sejenis ini.

Ada dunia dunia. Duh yaaa maaakkk…

Dunia satu aja bikin ribet apalagi dua. Dan kisahnya bertautan satu sama lain dengan karakter yang cukup beda.

Dahla, yang saya ingat cukup berat hati nonton ini.

Alice

Yaaa Tuhan, kok listnya panjang bener yaaa? ternyata tahun 2020 banyak juga yang nggak seru yaaa?

Alice ini adalah merk eskrim.

Aah yaa beda.

Ahh yaa maap garing.

Alice adalah salah satu drama yang mengesalkan dengan tema waktu. Salah satu drama fantasi yang bikin saya gemes sekali sama kisahnya. Dahla. Pokoknya saya ada di tim yang nggak suka sama drama ini.

18 Again

Meski populer pada saat masa tayangnya. 18 Again adalah drama yang nggak terlalu berkesan bagi saya. Tidak terlalu istimewa, cenderung ke drama biasa aja dengan kisah yang cukup lambat.

Dah gitu pokoknya.

*naga-naganya udah mulai males ngetik.

Private Lives

Salah satu drama yang rancu ceritanya mau dibawa kemana.

Nahh komentar di atas itu ngomentarin drama ini guys.

Maaf sekali. Drama ini bagi saya adalah drama yang cukup nggak jelas secara ide cerita dan eksekusinya.

Tale of the Nine Tailed

Lee Dong Wook. Kamu memang tampan. Kamu memang berkarisma seperti motor honda zaman dulu. Tapi dramamu kali ini bagi saya nggak terlalu berkesan.

Wajahmu malah lebih berkesan.

Dah gitu aja.

Start Up

Dahlah. Saya nggak mau kasih penjelasan panjang lagi soal drama ini. Udah bosan.

Search

Tahun lalu OCN cukup banyak mengecewakan yaa kalau dilihat-lihat. Drama ini sebenarnya kayak punya segmentasi penonton tersendiri.

Cuma agak terlalu gelap aja penjelasan kisahnya. Yang akhirnya saya jadi bosan meski bukan drama panjang.

More Than Friends

Kalau nggak salah. Mbak pemeran utamanya minta maaf yaa. karena drama yang dia mainkan suka nggak dapat respon yang cukup baik.

Bukan Mbak. Bukan salahmu. Aktingmu cukup baik. Bahkan bila dibandingkan dengan pemeran prianya. Hanya saja. mungkin belum aja gabung sama drama yang cocok sama kamu.

*kemudian menghalu lagi ngomong sama aktrisnya.

Dan cukup segitu aja.

Kesimpulan Daftar Drama Korea yang Kurang Asyik di Tahun 2020

Drama-drama yang saya sebutkan hanyalah drama yang saya selesaikan nontonnya dan selesai di tahun 2020.

Bila ada drama yang selesainya di tahun 2021. Kalau memang ada yang kurang asyik, nggak saya masukan.

Saya nulis ini tanpa ada rasa kebencian yang dalam. Saya nulis sambil santai-santai aja. Tidak memaksa kalian untuk nggak nonton drama-drama di atas. Saya yakin, tiap drama akan bertemu dengan jodohnya sendiri-sendiri.

Kurang asyik bukan berarti buruk.

Bagaimanapun, korea selatan telah memproduksi drama yang mampu lintas negaranya. Mereka mampu menghadirkan macam-macam genre. Saya berterima kasih akan hal itu.

Sebagai bahan refleksi saja. Bahwa di tahun 2020 ternyata banyak juga drama yang kurang asyik yaa? ini belum ditambah yang cuma saya perhatikan di tulisan kesan pertama.

Tapi bagaimanapun. Terima kasih untuk drama-drama yang pernah ada.

Eeaak.

Next Post

No more post

You May Also Like

13 Comments

  1. Bias saya di SNSD seohyun min, tapi saya akui sih aktingnya masih kaku, image kaku dia di real life masih nempel(karna saya ngikutin bgt snsd), bahkan dramanya pun gaada yg saya ikuti.
    Saya malah pernah juga kritik akting si aktris d ig eh malah disangka haters duh wkwk

    1. emosi kadang merupakan kabut-kabut dari pemikiran jernih.
      emang agak susah menyuarakan pendapat. tapi semoga kita sama-sama belajar mendewasa saja.

    2. Setiap orang punya pendapat dan penilaian berbeda-beda, mungkin kita hanya harus saling menghargai. Kalo gk suka trhp drakornya yah berkomentarlah dgn baik mengikuti etika agar gak mnjdikan itu sbgai satu provokasi atau ejekan. Sebaliknya klo gk suka dgn ulasan penulis trhdp apa yg dia tulis yah komentarilah yg sewajarnya jgn smpe menghakimi. Balik lgi semua org punya pendapat yg berbeda. Buat sya pribadi bbrpa drakor yg diulas ditulisan ini menurut saya ada yg sangat bagus sprti start up yg mnrut saya sngt sbgai org yg bljr di dunia start up itu sangat memberika inspirasi skli, ttp mungkin bgi org yg gak dibidang itu mereka gak akan suka, jadi wajar. Dan jga bbrpa drama lain yg disebutkan kurang asyik saya setuju. Spesifik ke private live, saya juga mengidolakan snsd sdh sangat lama, dan sangat senang dgn akting soehyun, tapi setuju jga klo dramanya private live krg bagus spendapat dgn yg di ulas diatas. Intinya cma mau blng marilah kta bljr menghargai apa pun itu, karena perbedaan pendapat itu slalu ada. Setidak suka apa pun kita trhdp suatu drama, coba kta lihat jumlah penonton dan likesnya jga msh banyak. Suka gak suka itsoke, tapi hrus dihargai yahh.

  2. Alice ceritanya mau kayak series dark netflix yg 3 season plotnya rapi, jadi ceritanya mau diputar2 waktunya sama karakter satu desanya, enak buat diikutin, seru malah. Alice tuh ceritanya jadi mbulet, ntahlah scriptnya kurang mateng

    1. ya ampun. saya nggak nengok-nengok netflix sampai stop langganan karena kesibukan.
      sepertinya layak ditonton yaaa. nanti kapan-kapan deh ya.

  3. Etapi emang drama koreya akhir-akhir ini gak begitu bagus bukan sih? Dari tahun 2019 apa 2020 ya? Kaya kurang membekas aja gitu.. Banyak banget drama yg gak selesai kutonton, diantaranya ya yg disebutin di atas..
    Emang tergantung selera sih ya, tapi kayanya banyak sih yg berpikir begitu..

  4. ah, kok sama.. drama-drama di atas saya tonton 1 episode saja,.. tdk habis malahan.
    ga cocok sama tone, ritme, dan apa ya.. dari poster aja udh males nontonnya,.
    oiya satu lagi kalo saya. flower of evil. dipaksain nonton episode 2 aja gak tamat.

    setelah puluhan review di blog ini saya baca (baik yang sudah saya tonton dramanya ataupun belum) akhirnya saya memberanikan diri komentar.
    terimakasih reviewnya. pas mantap cocok frekuensinya.

  5. Trima kasih mbak mimin atas semua tulisannya, walaupun kadang nggak sependapat tapi saya tetap suka membaca tulisannya mbak mimin. smoga mbak mimin sehat slalu, sukses, dan dapat jodoh, aamiin….

  6. Dari sekian banyak judul di atas, yg selesai cuma oh my baby.. Itupun karena sayang nanggung udah ngabisin berjam2 nonton kok ga tau endingnya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!