Review Drama Korea Start-Up (2020)

Review Drama Korea Start-Up (2020) – Akhirnya sampai juga kita di episode 16. Kemudian seperti drama-drama biasanya, drama yang cukup heboh dapat perbincangan ini selesai juga. Apakah bagus? Atau bagaimana?

Tenang aja guys, saya sudah menahan diri untuk tidak spoiler dan menggunakan kepala yang dingin untuk membuat ulasannya.

Dan sekali lagi yaa guys, semua tulisan di sini adalah pendapat pribadi. Bisa jadi berbeda dengan kalian.

Untuk profilnya bisa dilihat sebagai berikut, kata asianwiki.

  • Drama: Start-Up
  • Revised romanization: Start-Up
  • Hangul: 스타트업
  • Director: Oh Choong-Hwan
  • Writer: Park Hye-Ryun
  • Network: tvN
  • Episodes: 16
  • Release Date: October 17 – December 6, 2020
  • Runtime: Sat. & Sun. 21:00
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Langsung aja ke bagian komentar karena saya sudah nulis kesan pertamanya di sini.

Menonton Drama Populer itu Bagi Saya Terlalu Gaduh, Ada Perasaan Risih Aja

Salah satu drama yang populer lagi di tahun 2020. Sebuah drama tentang perusahaan rintisan yang ceritanya didominasi tentang kisah cinta segitiga para pemainnya yang tidak seimbang.

Kalau saya nih yaaa…. Nonton drama populer jadinya agak risih aja. Semacam masuk pada ruangan gaduh. Orang ini ngomong, orang itu ngomong, kemudian saya merasa sangat berisik. Pergi dari ruangan itu dan kembali ke ruangan sendiri yang sepi untuk menonton.

Masalahnya apa Min sampai begini?

Masalahnya adalah orang-orang jadi nggak santai guys, memaksakan pilihannya kepada yang lain. padahal ‘kan bisa saja memilih tanpa menyalahkan ini dan itu.

Dan perhatian macam ini pada drama Start-Up adalah terlalu berlebihan.

Dari Sisi Start-Up Mari Kita Bicarakan Drama Sesuai Judul

Pernah nonton drama korea dengan tema pekerjaan tanpa romance nggak? semacam Misaeng gitulah. Atau beberapa drama lain. Pernahkah kalian bertanya secara jujur bahwa apa jadinya drama Start-Up tanpa romance? Tanpa kisah cinta segitiga? Akankah dapat perhatian yang sama?

Saya sangsi akan hal itu.

Memang sih, tentang dunia Start-Up itu sangat kekinian, pembahasan drama tentang dunia teknologi juga kekinian. Tapi, untuk urusan semuanya mulus dan mendaki dalam drama… rasa-rasanya kok kurang menjejakkan sama realitas aja ya? Kalau ada ganjalan itu dalam beberapa episode bahkan menit bisa terpecahkan masalahnya.

Kalau ditanya jujur dengan porsi Start Up dan cerita kisah cintanya. Saya merasa terlalu banyak bumbu kisah cintanya. Bahkan peran pembantu pun punya kisah cintanya sendiri.

Akting Bae Suzy

Saya merasa nggak terlalu ada yang wah dari aktingnya Bae Suzy. Malah nggak habis pikir aja kenapa katakanlah karakter orang biasa malah mampu tampil dengan mewah. Kamarnya aestetic, baju-bajunya bagus, dan konon katanya jepitan rambutnya aja mahal.

Dalmi dikisahkan tidak mendapatkan pendidikan tinggi karena sibuk dengan kehidupannya, disokong dengan nenek yang pedagang kaki lima.

Tampilan yang ditunjukkan karakter Dal Mi sebelum banyak duit bagi saya nggak realistis aja.

Mungkin karena terpengaruh sama sponsor kali yaa?

Untuk perkembangan aktingnya Suzy, saya rasa Suzy masih ambil peranan atau karakter yang aman. Tidak jauh beda dengan mantan kekasihnya. Belum nemu tuh Suzy yang aktingnya daebak. Belum aja, semoga ada di masa yang akan datang.

Aktingnya Nam Joo Hyuk

Mas sukangawur ini…. *saya baca ignya gitulah guys. (yang bener skawngur) pernah ada di posisi aktingnya nggak banget. Terutama pada drama korea The Bride of Habaek (di sini ulasannya ditulis pas tahun 2017).

Tapi untuk Start-Up ini ada peningkatan meski nggak ningkat-ningkat banget. Ada perubahan ke yang lebih baik dari aktingnya meski bagi saya belum terlalu wah. Dari tatapan mata dan gerak bibirnya masih belum yang aktingnya mantul sih. Yang saya tangkap sih itu ya guys, ini cuma pendapat pribadi aja.

Untuk masalah karakter Nam Dosan yang ini itu. Saya menghormati penulisnya saja. Suka-suka penulisnya.

Aktingnya Kim Sun Ho

Mas-mas yang pernah main You Drive Me Crazy dan saya suka banget sama dramanya meski hanya dua episode doang (di sini ulasannya, NONTON DEH GUYS BAGUS WOI!!!). Saat dia main Waikiki 2, kurang lucu aja. Mungkin karena Waikiki 2 tidak sebagus pendahulunya.

Untuk masalah usia, jelas Kim Sun Ho jauh dibandingkan dua peran utama sebelumnya. Mas ini kelahiran 1986 jelas lebih matang secara usia. Cukup oke sih dapatnya karakter Pak Han yang bisa memimpin dan memberi petuah soal perusahaan dan investasi.

Aktingnya masih ok-ok aja. Kedepannya mungkin Masnya ini lebih populer usai menjadi peran utama pria kedua dalam drama ini.

Akting Terbaik dalam Drama Start-Up jatuh kepada……..

Neneknya Dal Mi.

Namanya Kim Hae Sook. Ahjumma ini bisa jadi Omma, bisa jadi Nenek. Seringkali saya nangis gara-gara bagaimana dia berakting. Dalam drama apapun sebelumnya. Start-Up juga demikian. Bagian Nenek Dalmi bagi saya lebih kerasa kalau bicara soal keharuan.

Untuk Stephanie Lee, kamu layak dapat peran utama di masa depan. Aktingmu selama jadi peran pembantu selalu punya auranya sendiri. Englishmu juga jago berat.

Untuk Yeo Jin Goo alhamdulillah mukamu ditunjukkan, bukan suara doang.

Kesimpulan Review Drama Korea Start-Up (2020)

Sebuah drama yang sebenarnya tentang mengejar mimpi namun terasa lebih seperti mengejar jodoh. Tapi yaa sudahlah, semacam sekali dayung dua tiga….. *aah tiba-tiba malah ingat sama Jarjit di Upin dan Ipin.

Kalau mau disandingkan dengan drama sejenis, misalhnya Itaewon Class, saya masih milih Itaewon Class.

Drama ini setidaknya memberikan pengetahuan baru tentang dunia start up dan pengetahuan lama tentang nasib peran utama kedua.

Kalau tanya jujur ke saya, apakah Start Up akan masuk nominasi drama rekomendasi terbaik 2020?

Jawabannya belum masuk guys.

Tapi kalau ditanya apakah direkomendasikan?

Tetap direkomendasikan dong ya. Tentunya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

You May Also Like

19 Comments

  1. setuju dengan pendapat mimin. dari awal episode sudah agak kendor semangat untuk nonton karena arah cerita bisa dipastikan banyak ke romansanya. ditambah lagi kedua leadcastnya si nam joo hyuk dan suzy, yang kalau dilihat jejak dramanya ya gak jauh jauh dari cinta cintaan. emang gak berharap banyak sih dari drama ini. kslo dibanding misaeng rasanya ya masih kalah jauh (pendapat pribadi 😄). ada banyak poin yg rasanya jauh dari realitas kehidupan kantor, terutama dalam lingkup perusahaan rintisan (saya cungpret di sebuah startup juga hhehe) . drama yg menurut saya biasa aja( baik dari segi cerita, tokoh, dan akting dari para pemain)s tapi ternyata banyak dapet perhatian dari publik. mampir kesini karna ingin tahu akhir ceritanya, ternyata ya gak jauh jauh dari perkiraan. terima kasih mimin atas ulasannya. semoga sehat selalu

    1. Yeah beberapa pola setipe dengan drama romance dimana pemerannya ada yang pergi dulu nanti ketemu lagi. (di sini 3 tahun kemudian).
      Dan itu tuhhhh biasa banget cerita yang begitu.

      tapi yaa sudahlah, namanya aja banyak anak muda yang suka.

  2. bner min, menurutku drama ini spertinya ditujukan untuk para pemuja visual sj,
    dr awal sdh gk trlalu banyak ekspektasi, boro2 mau bandingin dg Misaeng,
    kukira nih drama bakal banyak porsi nyeritain proses startup sndiri dan ttg proses mewujudkan impian bapake yuk dalmi (yg ingin menyatukan keluargax lg), tp y kok critnya bgini, ujuk2 tau2 tiba2 emakx dalmi n injae kok bisa dg gampangx balik lg k keluarga dalmi,

    1. pada akhirnya malah balik ke keluarga lama. biasa sih, drama long run juga ada yang demikian, macam BLWL, setelah sekian lama memuja uang kemudian balik ke keluarga asal.

  3. Yg aku bingung di drama ini, awalnya pake nama untuk surat nam-do-san karena liat koran doang, terus kenapa seo-dal-mi tau kalo yg dimaksud nam-do-san ini adalah seorang yg pinter matematika? Siapa yg kasih tau emang?

  4. Drama yang menghibur dan menyulut perang medsos yg emosional dan berlebihan.

    Terkesan sekali dengan karakter male lead yg compang camping dan ngawur. Juga NJH yg mau ambil peran dosan yg ga likeable dan menyalahi kodrat.

    Endingnya cukup rapi dan manis.

  5. Bener Di episode awal awal suka sama drama ini
    Tapi pas akhir akhir agak kurang penasaran sih. Kayak udah ketebak aja gitu ceritanya
    Terus menurutku SamSan Tech itu terlalu mulus jalannya gampang aja gitu masalah nya selesai nggak jatuh bangun dulu kayak Danbam. Tapi masih lumayan rekomend lah buat di tonton
    Makasih ya kak karna blog ini aku jadi nemuin rekomendasi drakor yg sesuai sama seleraku. Haha indomie kali
    Tetap semangat bikin review drakor
    Hwaiting!! 🙂

  6. Drama ini hype karena sosok HJP. Kim seon ho sukses banget dah akting nya. dia kayak Han so hee sukses / viral di tahun 2020. sebelum nya drama nya ngak se hype ini khan ya ? ngak apa dah dia ngak dapat cinta dalmi, tapi dia dapat cinta netizen seluruh dunia . wkwkkwkwkwk. follower Ig nya juga naik drastis. daebak kamu mas.

    drama ini cukup menghibur kok ada scene bikin gw sedih, ketawa, not bad lah. ending nya juga okay .

  7. setuju min.
    aku malah cuma nonton ep 1 aja. pas liat preview utk ep 2 kok kayak nonton Mujhe Dosti Karoge nya Hritik Roshan, Rani Mukherjee dan si Kareena Kapoor ya (penonton tua) tentang sapa yg nulis surat jadinya sama sapa, kek formula cinta segitiga udah ga masuk aja ke diri yang udah tua ini….udah curiga sih bakalan ada cinta bertepuk sebelah tangan. Jadi aku memutuskan untuk tidak melanjutkan. Apalagi sekarang selebgram2 pada ngereview drama ini dan ada yang bilang lebih bagus dari itaewon class trus aku cuma whatttt…ga lah…buat penonton drama korea yang baru lahir pas jaman pandemi pasti akan merasa drama ini bagus gila, akting pemainnya ok dll.. tapi heyyy… coba anda jadi penonton drakor dari jaman Choi Ji Woo masih kinyis2..pasti bakal eneg sama formula begini,,
    cuma memang tema soal dunia start up sangat membantu drama ini naik..
    ya sudahlah yang penting aku setuju sama mimin.

    1. wkwkwkkw malah inget indiaan. kemudian saya jadi ingat dong yaaa.
      yang nulis surat siapa eehh naksirnya sama siapa. *kita sama-sama tua emang yaaah.

      aaah yaa, emang cukup populer di kalangan artis. apalagi soal kubu-kubuan.
      tapi yaa sudahlah, namanya aja penonton banyak macamnya. biarkan mereka merasa drama ini bagus. semoga dilain kesempatan mereka bisa nonton yang lebih bagus.

  8. aku nonton start up karena terbawa hype aja
    emang seru sih, dan dapet beberapa pengetahuan baru soal perusahaan rintisan
    meski fokus malah di ngejar jodoh, dan dari awal udh tau bakal jadinya ama yang mana..
    biasanya aku nonton drama maraton aja klo udh kelar,
    tapi karena sambil menghitung pekan ke pekan, aku bela-belain nunggu episode terbarunya tiap pekan
    jadi kan seolah-olah “gak terasa udh 2 bulan terlewati” gtu
    hehehe

  9. nahhhh..terlalu gaduh! ngga tau kenapa saya masih males aja mau melahap Startup padahal orang2 sekitar sampai bilang ini karya terbagus TvN..hmmm kayaknya belum tahu Hot Stove League, Reply 1988, Hospital Playlist ya. risih seakan didorong untuk nonton drakor ini biar ga ketinggalan hype-nya ditambah war2, spoiler di mana-mana dan berbagai teori yang dikarang-karang justru bikin eneg duluan sebelum memutuskan untuk nonton. mungkin juga karena lagi bosan dengan genre romance ya, jadi malah ngulik judul drama2 yg minim cinta-cintaan..ada rekomen ga min?

    1. banyak kok yang minim cinta-cintaan. apalagi drama keluarannya OCN kak.
      nahh itu dia, sampai muncul teori ini dan itu. sampai ke teori kepribadian segala yang membuat penontonnya malah ngegas.
      tapi yaa sudahlah. meski lelah dengan kegaduhan ini, dramanya emang populer sih.

    2. Sma. Sya dri dlu jga nggak suka sma drama yg terlalu populer dibhas dimna2, dri artikel blum artis2 yg pda heboh, story di wa, dan bnyaknya fans2 drakor karbitan ha…ha

  10. Menurut pendapat pribadi. Filmnya bisa digolongkan bagus untuk sebuah hiburan. Terutama peran nenek dan HJP . Konflik yg tdk berat jdi enak d tonton setelah penat dgn kerjaan. Bagi penikmat dunia teknologi tp awan ttg model bisnis start up banyak pngetahuan menarik yg bisa d dpt. Soundtrack Day & Night pling mengena. Quotesnya juga banyak yg ngena. Entah sebagus apa drama yg telah admin tonton tp drama ini cukup manusiawi dengan alasan jelas yg bisa membentuk karakter. Tdk ad tokoh yg trlalu antagonis atau protagonis sampai susah kalau di cari di dunia nyata. Semua sifat tokoh bisa kita lihat di kehidupan sehari” trmasuk tokoh nenek. Berasa nenek sungguhan dgn kehangatannya.

  11. Kak knp skrg ga nulis sinop lagi? Teman2 yg pada nulis sinop juga pada udh g nulis lg ya? Maaf sebelumnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!