5 Lagu yang Bisa Menemanimu Saat Membuat Puisi

5 Lagu yang Bisa Menemanimu Saat Membuat Puisi

Halo. Kali ini besoksore.com akan mengulas tentang lagu nih, bukan sembarang lagu tentunya. Ini adalah 5 lagu yang bisa menemanimu saat membuat puisi, selain kenangan terkuat di hatimu tentunya.

Siapa diantara kalian yang percaya bahwa sebuah lagu bisa merubah mood/suasana hati seseorang? Saya percaya betul akan hal itu, terkadang sebuah lagu bisa menjadi teman setia seperti saat kita membaca. Nah, adakalanya juga nih saat mimin besoksore.com mau buat puisi dan perlu sekali penunjang yang bikin mimin lebih semangat nulis lagi. Apa itu? Lagu apa itu?

Nah… Langsung saja ya, ini adalah 5 lagu yang bisa menemanimu saat membuat puisi;

  1. Banda Neira – Sampai Jadi Debu

Yap, walaupun Banda Neira sudah bubar, lagu-lagunya masih bisa dinikmati kok. Dan salah satu lagu yang saya suka dan bisa membuat atmosfer membuat puisi jadi lebih bagus adalah lagu sampai jadi debu.

Saat musik dimainkan. Maka kalian akan mendengarkan alunan piano yang perlahan. Menurut mimin, alunannya seperti berjalan melewati jalan setapak yang damai. Kemudian, diam-diam semuanya larut menjadi kekuatan yang sunyi.

Bahkan ketika penyanyinya hanya ber hu hu hu, itu sangat terasa damai. Di menit 2.52 penyanyi baru memainkan liriknya selain hu hu hu tadi. Lagu ini bisa dibilang lagu dengan durasi yang lama yaitu 6 menit 48 detik. Dan entah mengapa setiap saya mendengarkan lagu ini sambil menulis prosa atau puisi jadinya kok cerita saya sedih. Padahal lagu ini aslinya lagu sendu nan bahagia. Entah mengapa.

Baca juga : Lakukan tahapan ini agar menulis menjadi kebiasaan

  1. Dewi Lestari Feat Arina Mocca – Aku Ada

Siapa yang tidak tahu bahwa Dee Lestari adalah salah satu wanita yang pawai dalam membuat lirik. Seperti yang bisa diketahui, bahwa lagu ini adalah salah satu lagu dalam lagu Recto Verso.

Mendengarkan “aku ada” selalu seperti membawa saya ke tepi pantai dan sendirian. Mencari seseorang yang tiada, yang jauh entah di mana. Namun, seperti dalam liriknya “aku ada”, iya aku masih ada walaupun kamu tidak tahu.

Namun lagu ini juga menampilkan sisi sebaliknya. Kebayang nggak sih. Ketika kita sudah tidak ada lagi di dunia. Mungkin lagu ini bisa mewakili perasaan orang yang pergi itu. Tidak pernah tahu harus menggunakan bahasa apa saat menyampaikan. Hanya ingin bilang “aku ada”. Lagu ini bisa bikin mood nulis puisi kamu lebih dalam lagi… Coba saja. Kalau mimin sih begitu yaaa.

  1. Bimbang – Melly Goeslaw

Mendengarkan lagu bimbang untuk pertama kalinya maka kita akan dimanjakan oleh petikan gitar yang indah dan jujur saja lagu ini membawa saya mengingat Rangga dan puisi-puisinya dalam AADC 2 khususnya. Karena, bisa dibilang saya adalah salah satu fans Tidak Ada New York hari ini yang ditulis oleh Aan Mansyur.

Mungkin juga karena atmosfer dalam film AADC yang membawa kita cukup melek sama sastra khususnya puisi. Lagu ini bisa jadi pilihan terbaik ketika kamu ingin membuat puisi.

  1. Tahu Diri – Maudy Ayunda

Masih Dee Lestari lagi sebagai penulis alias pengarang lagunya. Lagu tahu diri juga bisa banget menemani kalian dalam menulis puisi. Lagu ini juga dari buku perahu kertas yang dibuat filmnya ya.

Petikan gitarnya mampu menyeret pendengarnya untuk mengingat bagaimana Kugy yang cinta banget sama Keenan tapi Keenannya malah begitu. Hehehe

Lagunya nyesek juga sih. Tapi, kalau kalian butuh mood untuk nulis semacam cinta yang tak terbalas atau capeknya menyukai seseorang. Coba deh buat puisinya sambil dengar ini.

5 Lagu yang Bisa Menemanimu Saat Membuat Puisi
sumber : twitter.com
  1. Kepada Hati Itu – Letto

Dalam liriknya : “kepada hati itu, kuterus mencoba. Di mana kau berada, engkau miliknya.” Seperti lagu cinta sepihak ya? Tapi, menurut penulisnya ini adalah lagu ini terispirasi dari iblis yang menggoda manusia. Bagaimana Iblis menggoda manusia dengan setianya, namun manusia itu tetap miliknya (Tuhan).

Jujur saja, lagu-lagu Letto selain indah, juga mengajarkan mimin apabila membuat suatu karya hendaknya memberikan sambungan kepada pendengar untuk menginterpretasikan lagu/karya itu seperti apa. Jadi, boleh saja diartikan apapun. Bisa dilihat dalam persepsi yang berbeda dan itu sah-sah saja. Nah, buat puisi juga bolehkan ngikut begitu? 50% pandangan penulisnya, setengahnya lagi diberikan kepada pembaca mau diartikan seperti apa.

Udah deh, 5 lagu yang bisa menemanimu saat membuat puisi. Semangat berkarya ya.

Advertisements
5 Lagu yang Bisa Menemanimu Saat Membuat Puisi
Previous Post

No more post

You May Also Like

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!