Lagu Okdal yang Enak Didengar dan Tulisan Bonus

Lagu Okdal yang Enak Didengar dan Tulisan Bonus – Saya tahu Okdal dari ost drama korea Hush. Begitu mendengarnya di episode awal-awal saya langsung cari tahu. Pada kisah Hush, ada seorang pegawai magang yang lompat dari ruang kerjanya usai menulis.

Betapa hidupnya penuh dengan perjuangan dan keinginannya sangat sederhana. Memiliki pekerjaan tetap.

Buat kalian yang belum tahu. Saya juga tidak punya pekerjaan tetap saat tulisan ini ditulis. Saya mencoba tak henti-henti. Perjuangan saya sebelumnya belum menunjukkan hasil, saya merasa dipecundangi oleh hidup. Tentu saja saya pernah mengalami apa yang dinamakan “menganggur”.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya melakukan banyak pekerjaan. Biasanya berdasarkan permintaan. Saya juga berjualan, dulu sempat di bagian produksi, dari makanan sampai aksesoris. Tapi tidak berjalan lama. Pasang surut dunia dagang memang memilukan.

Pernah jualan skincare juga. Tapi hanya satu kali belanja kemudian gulung tikar. Rupanya tidak laku. Akhirnya saya pakai sendiri atau menjadi hadiah untuk teman terdekat.

Meski demikian diantara pasang surutnya hidup, yang hampir selalu saya lakukan adalah menulis.

Waktu dulu saat SD, saya bikin dongeng. Ditulis tangan dibuku tulis mirage yang tipis itu.

Waktu SMA pernah kirim-kirim cerpen tapi nggak pernah dimuat.

Waktu usia 25-26 kirim naskah ke penerbit, tapi tulisan saya gagal muat. Setelahnya saya malah meluapkan yang ada pada blog-blog. Ya, karena blog saya nggak cuma satu. Salah satunya yang sedang kalian baca ini.

Saya nulis prosa pendek, puisi, cerpen, sampai cerita-cerita absurd. Kalau kalian hanya tahu saya menulis ulasan, itu hanya salah satu saja. hehe.

Saat menulis. Sering sekali mendengarkan lagi. Biasanya yang “lembut”.

Kalau urusan selera lagu-lagu korea. Saya nggak terlalu antusias dengan idol, bagi saya kadang mereka terlalu ramai dengan ornamen. Saya butuh sesuatu yang sederhana dan menyentuh. Ternyata, Okdal salah satu jenis musik yang saya suka.

Liriknya entah mengapa seperti menyemangati. Meski tentu saja pemahaman saya soal bahasa korea rendah sekali, bahkan setelah entah berapa drama korea saya tonton.

Ada tiga buah lagu Okdal yang saya suka. Belakangan suka saya dengar.

Pertama, Say Hello to Me

Untuk ulasan panjangnya saya tulis di link bawah. Silakan yang belum baca.

Kedua, Good Night

MV yang indah banget sumpah.

Petikan gitar yang syahdu juga sangat mendukung. Pada lagu ini saya merasa disemangati setelah melakukan aktivitas hidup.

Kadang, alasan kita hidup adalah hanyalah karena kita belum mati.

Saya pernah ada di posisi itu.

Sebuah drama korea pernah memberikan saya dialog menarik. Kalau berat sekali menjalani hidup, berjanjilah untuk hidup di hari itu saja. Lakukan yang terbaik kemudian tidur. Kalau esok hari kita terbangun. Maka lakukan hal yang sama. Jalani lagi satu hari itu. Maka hari-hari itu akan terlewati.

Selamat malam. Selamat tidur. Semoga esok kita bisa bangun dengan keadaan yang baik.

Ketiga – Saya Nggak Tahu Judulnya

Tolong kasih tahu yang tahu. Karena dalam MV dituliskan hanya dalam korea.

Kalau kalian nonton MV-nya, nggak macem-macem. Sama sekali nggak butuh banyak polesan. Hanya suara hujan di luar yang nampak memperindah suasana, suara lembut penyanyinya dan instrumen piano yang mengiringinya.

Pun tidak benar-benar diperlihatkan, hanya siluet pemain piano dan vokalis yang diambil dari sudut yang menambah suasana lebih melankolis.

Rasa-rasanya jadi pengen nangis.

Sejujurnya sudah nangis sih.

Tarian, makeup, kostum, penyanyi berparas indah. Semua hal itu memang menjual. Tapi urusan hati, musik itu menjadi kuat ketika telingalah yang paling dimanjakan.

Indah sekali. Sampai-sampai saya ingin kasih tahu ke dunia kalau ada penampilan seindah ini.

Dan ini adalah tulisan bonus.

Tulisan ini mewakili perasaan saya pada seseorang yang pernah saya ceritakan di bawah ini. Sudah lama, tapi masih tersimpan dengan baik.

Silakan membaca. Judulnya Kamu Istimewa

Kamu Istimewa

200 menit

Aku punya waktu 200 menit. Setidaknya itu lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa kamu istimewa. Hitung, berapa detik yang dibutuhkan. Bahkan seandainya ada potongan pajak waktu di dalamnya. Sisa waktuku masih banyak. Rasanya aku ingin menggombal. Kupikir urusan menggombal adalah hak siapa saja. Termasuk perempuan, termasuk aku tentunya.

Tentu saja aku adalah diantara deretan perempuan yang berani memilih dengan siapa ingin mencinta. Aku bukan perempuan yang sengaja mengumpulkan gebetan demi memiliki pilihan. Aku punya sikap. Aku lebih suka bicara terus terang, kenapa harus diam?

Walaupun aku tahu, bicaraku tak ada ubahnya dengan banguan-bangunan kota. Tidak saling melengkapi. Hanya waktu dan ruang yang bicara sendiri-sendiri.

Mencintamu, membuka perspektif baru. Jika cinta diartikan sebagai pertanyaan dan jawaban. Kamu pertanyaannya, aku jawabannya. Aku ubah perspektifnya. Kamu Menteri Pendidikannya, aku papan pengumuman bertuliskan “harap tenang sedang ujian.” Ada bagusnya, setidaknya aku bukan host Mancing Mania.

Ah ya gombalan!

Apa yang salah dari perempuan yang menggombal?

Ketika aku menuliskan kalimat perempuan yang menggombal di mesin pencarian google. Judul yang masuk dalam laman pertama begini; kalimat gombalan yang membuat cewek mabuk cinta, cara jitu merayu cewek, reaksi asli cewek saat digombali yang harus cowok tahu, alasan perempuan tidak boleh langsung baper ketika digombali.

Seakan gombalan hanya milik lelaki. Perempuan hanya menerima dengan peringatan dini mengenai kemungkinan dibohongi mulut manis lelaki.

Padahal, perempuan punya hak menggombal yang sama seperti lelaki bukan? Maka percayalah, ketika perempuan menggombal bisa saja itu jauh lebih serius dibandingkan wacana kepindahan Ibu Kota dari pulau jawa.

Kuharap kamu tidak salah paham mencap aku perempuan agresif dan murahan. Percayalah, menggombalimu butuh energi yang banyak dan beberapa butir pil aspirin.

Mari Sedikit Pemanasan

Sebuah buku gambar dan sekumpulan pensil warna. Aku paling suka warna biru. Kuberi warna biru pada banyak gambar, sebab biru adalah warna yang paling kusuka. Hingga diam-diam, pensil itu memendek dan tidak bisa digunakan lagi.

Aku tipikal seperti itu.

Jadi, karena kalimat yang ribuan kali ingin aku sampaikan padamu adalah aku rindu padamu. Maka kubuat kata r-i-n-d-u tidak berfungsi pada gawaiku. Sebab, kutakut kata r-i-n-d-u hilang makna dan rasanya karena begitu mudahnya kuucapkan.

Mau tahu bagaimana caranya aku merusak kata r-i-n-d-u di gawaiku?

Dengan cara memikirkanmu yang mendapatkan rindu dari perempuan lain, yang sangat kamu rindukan lagi. Maka tak bergunalah rinduku, sudah seperti menanyakan keberadaan bir kaleng di minimarket dekat rumah. Sia-sia.

Ah, sepertinya ini tulisan pemanasan tentang gombalan yang gagal.

Suatu Sore dan Segelas Bir

Seorang perempuan tepat di hadapanku dengan segelas bir. Ia benar-benar sober ketika bicara tentang lelaki yang ia puja.

Sementara aku duduk dengan sebotol air mineral dan sibuk mencari tiket kereta untuk pulang esok hari.

Saat menatap matanya, sedikit aku berharap. Jika luka di hati bisa dianastesi.

Dia selalu bilang bahwa aku adalah salah satu temannya yang masih waras pikirannya. Ia meminta untuk disadarkan karena sudah menyukai pria beristri.

Tapi aku malah meraih bir miliknya dan meminumnya.

“Nggak enak.” Kataku.

Ia malah tertawa.

Ingatanku melayang pada beberapa bait puisi dalam buku perempuan yang dihapus namanya.

Tapi kita sama-sama tahu “jangan” adalah mantra pemikat dan Tuhan telah menggulirkan dadu.

Di perjalanan pulang esok harinya. Aku sadar bahwa kata “jangan” memang terlalu memikat. Jangan mencintai lelaki beristri, temanku malah melakukannya. Jangan minum minol, aku melakukannya.

Jangan memikirkanmu, tapi aku melakukannya, sampai tahun berganti dan berganti.

Kembali ke 200 Menit

Mungkin durasi 200 menit terlalu panjang.

Aku hanya butuh dua detik saja untuk mengatakan. Kamu istimewa.

Meskipun aku bukan siapa-siapa di matamu. Seperti yang kamu katakan pada mereka.

You May Also Like

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!