Review Drama Korea The Crowned Crown – Hiyaaaaaaaaa…. kelar juga nontonnya, setelah kebut. Untuk kesan pertamanya sudah pernah saya tulis di tulisan yang ini yaaa… jadi seperti biasanya, tulisan ini hanya pelengkap dan dijadikan tambahan komentar saja.

Drama ini dimulai pada 7 januari 2019 sampai 4 maret 2019. Jadi, pas sadar drama ini sudah kelar dan nyatanya saya baru nonton 10 episode. Langsung deh lembur. Nasib punya blog review mah begini yak. Wkwkwk… tapi gpp sih, lagian lagi nggak ada drama yang dibuat sinopsisnya. Jadi agak selow nih pas nonton drama.

Lalu, apa tambahan komentarnya pada drama The Crowned Crown?

Yeo Jin Goo bener-bener dah….

Emang aktor yang sangat mumpuni walaupun memerankan 2 karakter yang berbeda. Laaah emang sih nggak sekece badai Kill Me Heal Me yang pemeran utamanya menampilkan peran yang emang banyak banget. Tapi Yeo Jin Goo mampu memerankannya dengan baik. Menjadi raja yang dengan tempramen buruk dan raja dengan hati yang cenderung hangat.

Untuk peran pendampingnya. Mereka bukan aktor dan aktis baru. walaupun beberapa diantaranya kelihatan baru di mata saya. Jadi nggak ada masalah.

Dibanding peran utama di 100 days my prince, Yeo Jin Goo jauh lebih baik.

Dari segi cerita…

Wkwkwkw… maaf ya, saya kok seneng banget membandingkan drama ini dengan 100 days my prince. Karena ini sageuk yang banyak adegan romance rajanya. The Crowned Crown, sekali lagi, ini jauh lebih baik dari 100 days my prince.

Kenapa?

Ada unsur nilai di dalamnya. Drama ini cukup menabrak “tradisional khas kerajaan yang kaku”. Bagian yang saya suka adalah saat di mana orang-orang dilihat karena kemampuannya dalam bekerja tanpa memedulikan apakah dia bangsawan atau bukan.

Buat yang belum tahu. Zaman dulu itu cukup jahara, karena hanya para bangsawan yang mendapatkan akses yang baik dalam banyak aspek kehidupan.

Mungkin karena rajanya adalah rakyat biasa kali ya? jadi tahu sekali rasanya menjadi di bawah dan tidak menginjak-injak apa yang ada di bawahnya.

Kualitas kepemimpian ditemukan dalam wajah seorang badut. Maka kemiripan dengan raja jadi anugrah.

Bagi saya, yang mengharukan bukan tentang kisah raja dan ratu. Tapi bagaimana sang badut menyelesaikan masalahnya. Bahkan Sang Badut tidak serakah dengan tahtanya. Ia bahkan tidak meneruskan tahta dengan keturunannya. Melainkan orang yang ia anggap mampu.

Di drama sageuk lain kan agak jarang bukan?? Pemikiran yang seperti ini? rata-rata semuanya ingin bertahta selamanya.

Drama ini sangat menyentuh unsur manusianya. Bahkan di balik sisi kisah cinta sang badut dan ratu. Di mana, cinta hadir atas kualitas-kualitas manusia, bukan karena tahta, bahkan bukan karena kamu suami atau istri saya maka wajarlah jika ada cinta.

Di awal episode, kita tahu ketika Ratu malah super dingin terhadap suaminya bahkan tidak mau disentuh sama sekali. Tapi, semua berubah ketika hadirlah wajah manusia dalam wajah raja. Ratu jatuh cinta.

Review Drama Korea The Crowned Crown

Dan dalam cinta. Kita semua ini adalah pemula guys. Wkwkwkwk. Sayang aja, adegan kisseunya kurang warbiasak…. padahal saya yakin Yeo Jin Go bisa melakukan lebih. *eeeehh min. Lu tu yeeee…

Tema dari The Crowned Crown itu apa yaaa?

Nggak ada tema yang cocok kecuali romance sih. sampai akhir pun begitu bukan?

Khas drakor banget menurutku. Di masa salah satu pasangan hilang, waktu berlalu dan ya begitulah. kalian bisa lihat sendiri.

Apakah The Crowned Crown adalah salah satu drama terbaik sageuk versi besoksore di tahun 2019?

Belum.

Itu sih cuma pendapat ya guys…

Buat saya. Sageuk terbaik haruslah mengalahkan atau sebanding dengan Queen Seon Deok. Wkwkwkwk. Gila yaaa saya? Jelas beda. ini sageuk versi yang lebih ringan dengan jumlah episode 16 doang.

Yaaa maaf yaaaaakkk…

Kingdom masih jadi sageuk terbaik di tahun ini. Hanya saja, The Crowned Crown tentunya punya banyak sisi positif yang saya tulis di atas.

Saya bisa bilang drama The Crowned Crown bagus dari sisi cerita yang beda. walaupun romancenya saya pikir kebanyakan. Tapi nggak masalah.

The Crowned Crown bagus. Yhaaa walaupun endingnya drakor sekali.

Ahh sekian aja. kamu punya pendapat berbeda? Bisa ditulis di kolom komentar.

Review Drama Korea The Crowned Crown
Advertisements

Satu gagasan untuk “Review Drama Korea The Crowned Crown

  • 17/03/2019 pukul 10:34 AM
    Permalink

    Review drama china Goodbye my princess dong kak 😊

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat