Review Drama Korea My Absolute Boyfriend

Review Drama Korea My Absolute Boyfriend – Haloooo…. akhirnya kita sampai juga pada review. Sebuah drama korea yang dikira minggu depan selesai dan ternyata minggu ini sudah selesai karena kebut sekali penayangannya (berdasarkan tanggal tulisan ini ditulis dan dipublikasi).

Buat kamu yang kepo sama sinopsisnya bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... jadi, hayokkk lanjut tentang komentar saya sama drama ini.

Mengenai pembukaan cerita

Saya nggak pernah tahu versi jepang atau thailand. Saya hanya tahu versi korea dan setelah saya nonton awal, saya suka sama ceritanya yang cenderung lucu. Itu juga salah satu alasan kenapa saya mau buat sinopsisnya yaa guys,

Tapi episode terus bergulir

Hingga saya bisa katakan bahwa drama ini terlalu ringan dengan konflik yang sangat setengah-setengah. Kenapa setengah-setengah? Karena saya merasa banyak yang nggak mantap dari konflik.

Jika tentang robot…. saya merasa drama ini full tentang kisah cinta manuisa. Robot di sini hanyalah cerita hiasan yang saya pikir kurang berhasil menyentuh saya sebagai penonton.

Jika tentang kisah cinta manusia. Saya nggak menemukan “dalamnya” kisah cinta antara manusia yang terbentuk. Saya hanya menemukan perempuan galau yang abis diputusin kekasihnya selama 7 tahun menjalin cinta kemudian dihadirkanlah lelaki lain. Sebuah perjalanan cinta yang cenderung biasa saja.

Maka jatuhnya… saya merasa drama ini kurang logis dan nggak dapat romantisnya. Jikalau drama ini romcom, maka dapat lucunya di awal doang. Ke sananya?? Ahhh drama ini punya sisi cenderung membosankan.

Jika membangun konflik lewat karakter lain seperti Diana. Maka saya melihat Diana juga karakter yang setengah-setengah. Saya nggak paham sih kenapa saya bisa bilang begini. apakah karena saya suka banget sama drama korea yang ada psikopatnya. Yang jelas, sosok Diana juga sama sekali nggak matang.

Kemudian cerita berlanjut dari pertengahan menuju akhir

Kalau buat yang setia baca sinopsis yang saya buat. Kalian pasti sudah sering baca kalau saya lebih suka drama ini dengan durasi normal 32 episode dan bukannya 40 episode. Kenapa? Karena 40 episode itu kebanyakan. Saya bahkan merasa drama terasa begitu lambat dengan konflik yang sama sekali nggak berkembang.

Buat yang baca sinopsis juga saya minta maaf karena saya nggak detail. Hanya yang benar-benar saya anggap penting saya tulis dialognya. Hasilanya? 1 episode bisa dibuat satu bagian saja. Biasanya saya bisa pecah jadi 5 kalau ceritanya oke.

Ketika Eom Da Da bersedih… saya nggak sedih sama sekali. Hahaha…

Ehh tapi kalian sudah tahu bukan? Drama ini sudah selesai dibuat sebelum tayang. Jadi nggak sambil syuting kayak Hotel Del Luna itu. Jadi, mau teriak-teriak 32 episode aja juga nggak akan didengar karena sudah jadi.

Akan jadi cerita yang beda kalau sambil syuting. Ambil kasus The Last Empress yang tadianya 48 karena laku jadi 52 episode.

Tapi saya mau kasih tahu juga kalau My Absolute Boyfriend nggak mendapatkan rating yang bagus. Sampai banyak yang tanya. Seburuk itukah? Wkwkwkkw… yaaa… dia nggak kayak pendahulunya yang ratingnya bagus aja. Wajar sih diganjar demikian.

Dan sangat berat lho buat sinopsis drama korea kayak gini. Saya harus benar-benar cinta sama dramanya untuk mengeluarkan potensi terbaik saya dalam berkomentar alias ngebacot. Alasan saya terus lanjut sampai episode akhir adalah…

Yhaaa…. karena udah terlanjur dibuat aja. Sayang kalau berhenti di tengah jalan. Mengingat saya di awal yang sangat antusias sampai hari libur lebaran masih buat sinopsis.

Tentang ending…

Drama ini mengingatkan pada drama BIG yang endingnya kurang jelas karena 2 adegan… di akhir.. ahhh silakan baca aja di sini endingnya.

Maksudnya apa coba bikin ending begitu.

Nggak masalah kok kalau Da Da akhirnya move on dari dua mantan kekasihnya. Nggak segitunya juga kaleee…

Akhirnya. Drama ini saya pikir masuk ending terbuka di mana penonton disuruh mikir sendiri apa sihh arti 2 misteri adegan di akhir cerita.

Begitulah sampai saya nulis di akhir sinopsis bertuliskan anjay…

Wkwkwkwkkwkw…

Apakah My Absolute Boyfriend direkomendasikan?          

Kalian bisa simpulkan sendiri dari tulisan yang saya buat.

*laahhh ikutan kayak dramanya yang endingnya diserahkan kepada penonton. Kalau saya, pada pembaca. Wkwkwkwkwkkw….

Ehhh gimana menurut kamu?

Mimin nungguin Hotel Del Luna nih… pantengin terus blog mimin kece ya. wkwkkw

Advertisements

2 tanggapan untuk “Review Drama Korea My Absolute Boyfriend

  • 07/09/2019 pada 10:12 AM
    Permalink

    Ini cerita diangkat dari manga min…
    Menurut gw pribadi sih….
    Untuk ukuran live action dri manga….
    Ini udah keren ☺️

    Balas
    • 10/10/2019 pada 9:04 PM
      Permalink

      Haha.. iya min.. aku jga awalnya tertarik krna kocak bgt.. terasa punya pacar khayalan yg keren dan hampir sempurna.. cuma konfliknya kurang ngena, setengah2 banget karakter pendukung dan konfliknya.. terus harusnya ada alasan jelas da da milih young gu yg baru aja datang dibanding wang jon yang akhirnya malah selalu ada disaat da da sakit..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat