Kesan Pertama Nonton Drama Korea Chocolate (2019)

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Chocolate (2019) – Eemmmm…. emmmm…. emmmmm…. saat tulisan ini dibuat, drama aslinya sudah on going sebanyak 10 episode. Tapi, saya baru nonton 5 episode pertamanya saja. kenapa??? Karenaaa banyak drama yang saya tonton guys. Hahahahah…

Buat yang belum masuk tulisan. Emang belum aja cuy. Malah kadang ada yang kelupaan gitu dibuat tulisannya. Liburan kali ini seperti biasanya, saya nggak ke mana-mana selain main yang dekat-dekat. Jadi, kerjaan saya yaa nonton drakor. Wkwkwk.

Masuk ke bagian profil drama dulu yaa.

Profil Drama Korea Chocolate

Drama ini tayang original di Netflix guys. Dibeli netflix untuk tayang. Selain emang drama ini tayang di JTBC, jadi, jangan harap para pengguna viu menikmati drama ini. wkwkkw.

Saya udah ngunduh lama. Tapi baru kesempatan nonton baru-baru ini.

Chocolate nggak kayak judulnya yang manis, drama ini termasuk genre melodrama dengan bumbuhan dunia medis dan dunia masak-memasak yang dijadikan satu. drama ini sangat dekat dengan “rasa sakit dan kematian” karena lingkungannya ada di senatorium di mana berisi pasien-pasien yang hidupnya memang nggak akan lama lagi.

Jadi, pertolongan pertama nonton drama korea chocolate adalah tisu.

Chocolate hadir di JTBC menggantikan drama sebelumnya yang berjudul My Country; The New Age. Chocolate berjumlah 16 episode dan tayang pada 29 november 2019. Kemungkinan selesai pada 18 januari 2020.

Sutradaranya adalah Lee Hyeong Min dan penulisnya Lee Kyeong Hee. Di asianwiki si genrenya romance. Tapi, bagi saya ini melodrama.

Sinopsis Singkat Drama Korea Chocolate

Seorang anak perempuan kelaparan karena Ibunya memakanya menjadi aktris. Ia tersesat di suatu restoran di pinggiran laut. Seorang anak lelaki itu memberikan si anak perempuan makan. Di pertemuan berikutnya, anak lelaki tadi menjanjikan anak perempuan tadi makanan coklat.

Sayangnya, pertemuan kedua dan coklat itu tidak terealisasi karena anak lelaki pindah mengikuti neneknya yang ternyata orang kaya.

Masa kecil kedua pemeran dalam drama ini, mereka sama-sama menyimpan banyak luka. Moon Cha Young yang diperankan Ha Ji Won adalah perempuan pekerja keras, waktu kecil ia masuk dalam mal yang rubuh, trauma itu masih terbawa hingga sekarang. Moon Cha Young dewasa juga harus bertanggung jawab atas tindakan adiknya yang sering tidak bertanggung jawab atas banyak hal.

Yoon Kye Sang memerankan Lee Kang juga tak kalah memilukan. Ia adalah anak pembantu dengan tuannya. Neneknya membesarkannya, Ibunya meninggal dalam kecelakaan dan ia menghapuskan mimpinya sebagai koki menjadi seorang dokter. Kang dewasa berprofesi sebagai dokter bedah saraf. Sedangkan Moon Cha Young berperan sebagai seorang koki.

Keduanya punya masa lalu yang rumit. Juga masa depan yang tak kalah rumit.

Para Pemain Drama Korea Chocolate

Drama ini pemainnya banyak baget.

Ada pasien, ada dokter, ada staf perawat, staf dapur… daannnn para pemain tambahan yang datang dan pergi karena suatu penyakit.

Jadi ke peran utamanya aja yaa…

Ha Ji Won yang nggak tua-tua memerankan Moon Cha Young, dia menjadi koki masak yang punya trauma di masa lalu karena pernah terperangkap dalam bangunan yang runtuh.

Yoon Kye Sang memerankan Lee Kang. Dia adalah dokter bedah syaraf yang tangannya suka gemeteran sebab kepalanya pernah dioperasi oleh sepupunya dokter Lee Jun. Dia dipandang rendah oleh keluarga dan neneknya karena berasal dari seorang Ibu yang hanya “anaknya pembantu.”

Jang Seung Jo memerankan Lee Jun. Nahhh ingat Jang Boo Cheon Money Flower??? . Dia di sini jadi dokter juga. Dokter bedah saraf dan ia adalah sepupu dari Lee Kang. Agak jahara tapi menyimpan kesedihan juga.

Komen Kesan Pertama Nonton Drama Korea Chocolate (2019)

Emmmm….

Agak aneh aja kalau banyak penonton indonesia yang nggak jadi nonton karena melihat pemain prianya yang nggak ganteng.

Duhhh pleasssee.. kalian cetek banget kalau masih mau lihat drama berdasarkan wajah para pemainnya.

Buat saya, Chocolate layak tonton sejauh ini. kalau ke depannya jadi membosankan atau gimana? Saya belum bisa bilang. Nanti saya bilang di review kayak gimana.

Yang jelas, 5 episode terasa begitu cepat dan alurnya suka ngagetin.

Dari mendadak ada yang kena sakit parah.

Mendadak jadian.

Mendadak ketemu lagi.

Mendadak ngilang.

Mendadak kecelakaan bareng.

Mendadak mati…

Jadi, kek banyak kejadian besar gitu guys. Konflik yang didahulukan pun adalah konflik batin. Di mana sampai episode 5, peran utama lelaki dan perempuan kesannya kayak musuhan.

Tapi bukan musuhan kayak di romcom yaa..

Ini lebih ke ketegangan saat mereka saling bertemu. Ketidak terbukaan membuat hubungan mereka yang awalnya rumit jadi lebih rumit.

Tapi, bagi saya, chocolate juga bikin saya gagal paham.

Kenapa?

Karena Peran utama perempuan membohongi dirinya dengan pergi terus. Bahkan sampai ke Yunani segala. Parah kan? Kenapa begitu sulitnya menjadi terbuka?

Ngunci aja mulutnya sampai episode 5.

Kelemahan drama kayak begini. menurut terawangan saya *halah adalah jadi membosankan.

Tapi, sampai episode 5 saya masih nikmatin kok.

Komentar utuh bakalan saya tulis di review.

Tapi, sejauh ini. Chocolate cukup sayang untuk dilewatkan.

*tulisan ini ditulis oleh miminnya besoksore.com segala copas demi copas yang dilakukan pihak tertentu memang sangat saya sayangkan. Tapi apapun. Saya akan terus menulis. Terima kasih.

klik di sini untuk tahu reviewnya.

Advertisements

2 tanggapan untuk “Kesan Pertama Nonton Drama Korea Chocolate (2019)

  • 29/12/2019 pada 7:15 PM
    Permalink

    Hi min,
    Akhirnya nongol juga kesan pertama drakor chocolate. Sy bolak balik ngecek lho.. pengen tau aja, pndapat Mimin soal drakor ini. Sy pecinta drakor dr jaman Jang Dong Gun main di All about eve 😁. Dan sy tipikal penonton yg hrs ngecek review dulu baru memutuskan nonton. Belakangan, sy rajin mampir dsini (baca aja, tp ga ninggalin komen😅✌️) utk ngecek drama apa y sekiranya layak tonton dan ga wasting time.. dan sptnya selera kita sama, min

    Salam kenal, min..

    Balas
    • 30/12/2019 pada 4:35 PM
      Permalink

      salam kenal juga ekaaa..
      terima kasih sudah perhatian sama mimin. *Ehhh maksudnya sama blognya. hahahah.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *