Ulasan Drama Korea Empress Ki

Berikut merupakan ulasan drama korea empress ki.

Kembali mengupas tentang K-Drama, kali ini tentang Empress Ki walaupun drama ini sudah tayang beberapa tahun lalu. Maklumlah baru nonton sekarang-sekarang, awalnya dulu mau nonton tapi karena jumlah episodenya ada 51 episode malah jadi ragu. Tapi, setelah pertengan November 2015 di tayangkan di Trans7 malah jadi semangat buat nonton, sebelnya kalau nonton di TV adalah jam tayang, iklan, adegan banyak dipotong dan tentunya sensor.. hahaha (jadi kuputuskan untuk beli bajakannya #eh). Ini sama seperti kasus Jang Ok Jung yang ditayangkan di indosiar sekitar tahun lalu, jadi semangat buat beli bajakannya #hahaha

Empress Ki merupakan drama kolosal, mengingatkanku tentang kecintaan pada Kim Nam Gil, eh maksudnya The Great Queen Seon Deok yang memang dramanya daebak. Dan saya pun jatuh cinta lagi pada Empess Ki.

Entah mengapa kalau drama yang peran wanitanya kuat selalu membekas di hati, entah peran itu antagonis maupun protagonis, contohnya adalah adalah karakter Misil dan Deok Man di QSD. Langsung saja, ini adalah mozaik-mozaik yang ada di ingatanku tentang Empress Ki (yang baru selesai nonton/tanggal 9 Desember 2015 PUKUL 00.05) dan langsung lanjut buka laptop buat nulis keburu lupa…

ulasan drama korea empress ki

  1. Disekitar kita akan ada banyak sekali ditemukan orang-orang yang bersifat oportunis, yaitu orang-orang akan cenderung memberi dukungan kepada orang-orang yang dipercaya memberikan keuntungan, bagiku orang-orang seperti ini adalah orang abu-abu (ketidak jelasan antara hitam dan putih). Bukankah hidup seperti itu melelahkan? Semacam lari dari satu tempat ke tempat yang lain, selalu menduga-duga kemana hati harus memilih, dimana letak keuntungan berada. Mungkin rasa ragu-ragu akan terus ada. Sungguh melelahkan. Di drama ini Baek Ahn dan keponaknnya Tal Tal diawal cerita mendukung El Temur, namun pada suatu saat mereka sempat mendukung Kaisar Ta Hwan dan Selir Ki, dan PM Baek Ahn  kembali menyerang Selir Ki agar tidak menjadi Ratu dan membuat keponakannya Permaisuri Bayan menjadi permaisuri. Walaupun demikian sempat terharu juga waktu Baek Ahn meminta Tal Tal untuk membunuhnya apabila bertindak serakah seperti El Temur dan Tal Tal pun menghunuskan pedang untuk menghentikan kejahatan pamannya. Jendral Baek Ahn adalah murid El Temur di masa lalu sekaligus patner perang, namun membunuh anak El Temur yaitu Tap Jae He saat terjadi kudeta dan sebagai algojo yang mengeksekusi El Temur. Di saat-saat terakhirnya El Temur berterimakasih pada Jendral Baek Ahn karena sudah mau menjadi eksekutor dan El Temur bersyukur karena putranya mati di tangan jendral besar bukannya mati di tangan seorang prajurit. Yah, karekter yang kuat memang dan juga rumit. Dan yang paling oportunis konsisten sampai akhir episode adalah Byung Soo.
  1. Penderitaan dan rasa kehilangan orang-orang yang dicintai bisa membuat lemah, tetapi bisa membuat kita menjadi pribadi baru. Pribadi yang lebih tangguh, karena dunia banyak mengajarkan kita pada situasi yang tidak nyaman, kesedihan, kekurangan, ketakutan, dan rasa kehilangan. Ki Nyang merasa hidupnya ada di titik nadir ketika kehilangan teman-temannya, ayahnya, saudara seperjuangan dan anaknya . Seorang Ibu yang belum lama melahirkan anaknya kemudian harus menelan pil pahit bahwa takdir membuat mereka terpisah, namun Ki Seun Nyang memutuskan untuk terus hidup walaupun hidup dengan atas nama kebencian kepada El Temur dan klannya yang sudah kejam membunuh orang-orang yang dikasihaninya.
  1. Ketika hidup terasa makin sempit dan kau menemukan orang yang mengertimu, membantumu, menyemangatamu. Disitu kau akan temukan cerita baru, harapan baru. Seorang wanita tangguh mampu membuat pria tangguh, Ta Hwan seorang kaisar yang menjadi boneka El Temur, seorang kaisar bodoh dan penakut, bahkan tidak bisa membaca mampu berubah menjadi kaisar sesungguhnya setelah melewati hari-hari yang sulit bersama orang yang tepat yaitu Selir Ki. Bukankah disini seorang wanita digambarkan hebat sekali? bahkan Ibu Suri mengatakan jika selir Ki adalah wanita yang mengerikan. Tapi, buatku Ibu Suri yang mengerikan.
  1. Guru yang tepat akan datang ketika murid siap untuk belajar. Tal Tal yang pada awalnya menginginkaan kematian kaisar dan salah satu klan dari El Temur menjadi guru strategi perang bagi Seun Nyang. Orang-orang disekitar kita bisa jadi guru kita, asalkan kita sedikit lebih peka untuk mendengar dan merasakan. Aku pikir selain guru, Tal Tal juga merupakan guardian angel bagi Seun Nyang. Kesetiaanya pada Seun Nyang terbukti hingga akhir cerita. Suka banget liat mereka berdua, tatapan keduanya adalah tatapan orang dewasa yang sedang saling memahami atau lebih tepatnya tatapan yang saling membaca perasaan dan pikiran satu sama lain. (cemistrinya dapet banget).
  1. Manusia memang makhluk yang tidak pernah puas, namun manusia bisa membuat batasan-batasan apa saja yang harus dipatuhi bagi dirinya agar tidak terjadi “rem blong” yang akan merusak diri sendiri. Aku mempercayai bahwa El Temur bukanlah orang biasa, dia adalah seorang pemimpin dan strategi perang, namun dalam perjalanannya keserakahan dan haus kekuasaan membuatnya buta, “rem blong” ini hanya bisa dihentikan oleh orang lain yang mampu melampaui kecepatannya/kehebatannya. El Temur versus Ki Seun Nyang mengingatkanku pada Misil versus Deok Man. Dan haus akan citra kehebatan menjangkit hati perdana mentri Baek Ahn, dia hanya ingin terlihat hebat dimata orang lain/negri orang lain namun melupakan penderitaan di negrinya sendiri.
  1. Dibandingkan dengan orang yang berusaha mendekat, rasa sakit yang ditanggung orang yang berusaha menjauh pastilah lebih besar. Wang Yoo dan Seun Nyang pada akhirnya menerima kenyatataan bahwa takdir membuat mereka berada dijalan yang berbeda dan memutuskan untuk bersikap dingin satu sama lain. Keduanya bagiku adalah karakter dewasa yang bertanggung jawab dengan keputusan yang dibuat masing-masing. Sama seperti Kim Yoo Shin di The Great Queen Seon Deok yang merelakan Deok Man untuk menjadi seorang Ratu dan mengabaikan rasanya pada Deok Man namun tetap berada disampingnya sampai saatnya benar-benar berakhir. Bahkan Wang Yoo Gong rela mati agar Ratu tetap hidup.
  2. Di dalam hati seseorang, tidak ada yang sepenuhnya gelap gulita, kemungkinan ada seberkas kecil cahaya ada di hati itu. Permaisuri Tanashili memang sangat kejam, demi kelangsungannya sebagai wanita nomor 1, dia tidak segan-segan untuk membunuh selir Park yang sedang hamil tua dan masih banyak kejahatan lainnya. Namun dibalik itu semua, walaupun takdir tidak pernah mengijinkannya menjadi seorang Ibu, di dalam hatinya terdapat seorang hati Ibu yang tulus menyayangi anaknya sekalipun Maha tidak keluar dari dalam rahimnya. Di episede 38, saya terharu melihat Tanashili yang memohon kepada Ibu Suri untuk menyelamatkan Maha putranya, “matipun bukan jadi masalah asalkan Maha selamat”. Bagiku, seorang Wang Yoo dan Ki Nyang harus berterimakasih karena hal ini, anak mereka sudah dirawat dengan baik oleh Tanashili. Tanashili memang wanita kejam, namun jika kita melihat dari sisi yang lain akan terlihat bahwa :” Tanashili adalah seorang Ibu yang hatinya terluka”.
  3. Hubungan keluarga yang kuat tercermin pada El Temur, Tanashili, Dang Ki se, dan Tap Jae He walaupun mereka adalah tokoh antagonis mengerikan, namun ikiatan mereka sebagai keluarga sangatlah kuat. Mereka menyayangi satu sama lain, bersedih jika yang lain bersedih dan saling mendukung (walaupun untuk kejahatan). Berbeda dengan Ibu Suri dan Ta Hwan yang sepertinya sering sekali tarik ulur urat saraf.
  4. Seorang pria harus mampu melindungi wanitanya dan anak-anaknya. Sering kesel sendiri sama Kaisar, dia tidak mampu melindungi Selir Park dari kejahatan Tanashili, bahkan sepertinya tidak peduli sama sekali pada bayi yang dikandung Selir Park. Disaat-saat terakhir Tanashili yang mengutuk Kaisar, dia menyalahkan Kaisar karena tindakan-tindakannya itu, andai saja Kaisar lebih menganggap kehadiran Tanashili mungkin dia tidak akan sejahat itu.
  1. Dibandingakan dengan orang yang langsung mengekspresikan perasaannya, seseorang yang bersembunyi dibalik sifat baik dan mulut manisnya jauh lebih mengerikan karena kita tidak akan pernah tau apa sebenarnya rencana atau yang dipikirkan orang tersebut. Berbeda dengan Tanashili yang suka meledak ledak, permaisuri ke dua (bayan khutugh) lebih memilih menyimpan “bom” nya dalam-dalam, menunggu untuk meledak di waktu yang tidak bisa diketahui.
  1. Ibu suri ohh Ibu Suri, bingung aku dibuatnya. Haus sekali akan kekuasaan, gila martabat, melakukan segala macam cara agar lebih berkuasa, akhirnya mati mengenaskan dengan bunuh diri.
  2. Di episode-episode terakhir sangat tidak menyangka bahwa Kasim yang ada di dekat Kaisar (Gol Ta) adalah seseorang yang haus akan harta, dia hanya bekerja untuk uang dan mengesampingkan hal lainnya. Kesetiaan pada Kaisar tidak ada dalam hidupnya, berbeda dengan orang-orang di dekat Wang Yoo Gong yang rela mati demi Rajanya. Pasti sakit sekali rasanya ditusuk dari belakang.
  3. Mencintai dalam diam dilakukan Yeon Bi Su pada Wang Yoo Gong, berawal dari saling menyelamatkan nyawa yang akhirnya membuatnya jatuh cinta. Sedih waktu Yeon Bi Su mati dipanah, sebelumnya dia berjanji pada Wang Yoo akan mengatakan sesuatu (rasa cintanya) jika sudah sampai ditujuan, namun hal itu tidak pernah terjadi. Yeon Bi Su mencintai Wang Yoo dengan isyarat mata, dengan doa di dalam hati, dengan kesetiaan, dan dengan nyawanya. Over all, suka banget sama drama ini. Eh kok rasa-rasanya alis Ha Ji Won tambah naik aja seiring dengan jumlah episodnya, hahaha iya gak sih. Tapi aktinganya super total, suka sekali.terimakasih juga buat penulisnya yang sudah mengijinkan Raja dan Ratu saling mengucapkan perasaanya sebelum waktu Ta Hwan benar-benar berakhir. Ji Chang Wook emang cocok deh peran yang agak bego-bego gitu, dapet banget. Mungkin sesuai juga sama umurnya yang lebih muda dibanding Ha Ji Won dan Joo Jin Mo. Asli ini kaisar paling labil dari semua drama kolosal yang pernah saya tonton.Eh tapi ada yang bikin heran, kok poni Tal Tal gak pernah goyang atau acak-acakan yaa…

ulasan drama korea empress ki

Advertisements

3 tanggapan untuk “Ulasan Drama Korea Empress Ki

  • Pingback:Review Kdrama The Time We Were Not in Love - Besok Sore

  • Pingback:Sebuah Curhatan Tentang Suka Drama Korea - Besok Sore

  • 17/11/2018 pada 12:41 PM
    Permalink

    wahh ini juga drama terkeren terlama kolosal yang pernah saya tonton min, jujur sebenarnya saya kurang suka sama drama yang panjang sampe 50 ep, tapi karena awalnya dulu ngiler sama ep 1 cantiknya Hajiwon jdi Empress, dulu masih ongoing jdi gatau ternyata smpe ep 50 haha. tpi gak kecewa sih makin penasaran sama perjalanan jadi Empress dan kisah panjang dia sebelum jdi Empress sampai pura-pura jdi cowo, mengorbankan cintanya, perebutan tahta, dll. memang dapet feelnya. setuju saya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat