Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Review Drama Korea Thirty But Seventeen – Ya ya ya… emang lagi kejar setoran buat menyelesaikan drama korea. kenapa sih jadwalnya suka pada barengan gitu… satu udahan, eh yang lain juga udahn… *paragraf pertama kok udah ngeluh begini. Mian…

Thirty But Seventeen ini sudah mimin buat kesan pertamanya yang cukup mengesankan di tulisan yang ini (yaap, nama lain dari drakor ini adalah still 17 kayak mimin yang masih muda). *paragraf kedua isinya kebohongan.

Thirty But Seventeen ini rupanya hanya punya 32 episode, haiihhh padahal tadinya asianwiki nulisnya 40 lho… selesai belum lama, pada tanggal 18 september 2018.  Aslinya drama ini agak molor karena ada asian games *gpp kan penonton memang sabar.

Pada menjelang episode akhirnya, Thirty But Seventeen punya rating yang bagus… ahhh gimana? Apakah memang bagus? Seperti biasanya kalau mimin buat review, maka mau cas cis cus komentar saja.

Saya Bisa Bilang Bahwa Thirty But Seventeen cukup seru

Kenapa? karena kelucuannya ada. sedihnya juga dapet banget. Berasa ada keseimbangan aja pas nonton drama ini. dan juga Thirty But Seventeen ini cukup ringan. Nggak berat kayak ngangkat karung beras 20kg.

Di penghujung episode, kayak episode 30 saya nangis bombai dong…. beruntungnya di episode 32 nggak banyak nangis. Karena happy ending buat semua…

*yhaaa emangnya sejak kapan drakor kayak begini masuk sad ending?

Keluarga alami yang terbentuk

Kalau kita lihat kartu keluarga, ada ayah, ibu dan anak. Dan apabila kita mengartikan keluarga dengan hal demikian. Maka mimin harus ngatain kalau hidup kalian sempit banget.

Kadang, keluarga terbentuk secara alami banget. Kayak di dalam drama Thirty But Seventeen ini. bangkan saja, tuan rumah yang memang akrab dengan pembantu rumah tangganya, dengan teman-teman lainnya juga. Bahkan lebih dari itu, dengan orang asing, yaitu Woo Seo Ri.

Kalau ada pepatah korea yang bilang darah lebih kental daripada air.

Maka, keluarga alami yang terbentuk tidak sengaja juga mampu menghangatkan… bukankah itu yang selama ini orang cari dalam sebuah keluarga.

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Woo Seo Ri adalah orang yang beruntung

Yaaa. Di luar dia pernah kecelakaan yang membuatnya terbangun di umur 30 tahun sejak umurnya 17. Saya bisa bilang Woo Seo Ri selalu di dampingi oleh orang yang sayang sama dia. bahkan dia ditinggalkan kerena rasa sayang itu sendiri.

Ketika sudah nggak punya siapa-siapa… dia malah menemukan keluarga baru. Juga cinta.

Hidupnya bahagia… ahh senangnya.

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Saya jatuh cinta sama cameo dalam drama ini…

Ada kalanya, saya sebagai penonton, jatuh cinta sama pemeran pembantu… saya suka sama dua orang peran pembantu di sini…

Yoo Chan yang diperankan oleh Ahn Hyo Seop.

Lelaki muda yang penyayang. Bahkan sama anak ayam yang ia pelihara di dalam kamarnya. Secara logika, apa kamarnya yang mevvah itu nggak bau? Kan ayam tetap ayam yang eek di mana-mana bukan?

Terus kan nggak sehat gitu ya? masa iya dia tidur sekandang, ehh sekamar maksudnya sama ayam. Yhaa walaupun pas gede ayamnya dilepas dan tinggal di pulau jeju sama kakeknya.

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Tetiba saya ngiri sama ayam kan? Tinggal sekamar sama Yoo Chan dan tinggal di Jeju… heuuu kannn… *gilak, saya iri sama ayam.

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Kedua… dia adalah idola saya, Ye Ji Won. nggak di Shall We Kiss First, nggak di Listen to Love. Doi kalau main total level dewa. Dan bukannya tanpa alasan dia bersikap seperti demikian, dia punya alasan khusus yang cukup menyakitkan….

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Saya nangis lho saat Jennifer ini nangis. Ahjumma yang satu ini sangat daebak apapun peran yang dia mainkan. Suka banget pokoknya.

Orang korea emang makannya banyak banget ya?

Serius lhooo… apalagi kalau ada Yoo Chan sama dua temannya. Mereka makan banyak banget. Hahahhaa… saya suka ngiler sendiri kalau mereka lagi makan sosis yang banyak banget itu. apa emang karena lagi masa pertumbuhan yaaaa?

Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Mr Goong ohhhhh Mr Goong

Saya pikir, Mr Goong adalah orang yang belum pantes dibilang ahjusshi, karena memang masih muda kan? Kelahiran tahun 1992 lho yaaa? Perannya dalam drama korea belum banyak. Tapi untuk kualitas aktinya saya pikir tidak buruk.

Mr Goong ini juga kayak diem-diem bodo menggemaskan gitu… heuuuh.

Drama ini cukup lambat…. hingga terkesan santai

Aah yaa… santai. Drama ini nggak ada yang grasak-grusuk. Terkesan lambat temponya, sangat bisa ke menjurus pada kebosanan. Di beberapa episode saya ngerasa “ehhh ini kalau saya skip” kayaknya nggak akan ngaruh banget sama pemahaman saya pada cerita.

Intinya Thirty But Seventeen drama santai deh… heheh… malah mirip drama keluarga dengan durasi yang pendek dan tanpa kehadiran para kakek nenek dan para orangtua yang rempong.

Kesimpulan Review Drama Korea Thirty But Seventeen

Sebuah drama yang ringan, ada kisah pertemanan, ada cinta, juga ada lara. Tentu saja, rasa sakit adalah inti dari sebuah drama bukan? Hehhee… tapi, ketika kamu mau melihat hal-hal kecil dalam hidupmu yang membuatmu menjadi lebih bersyukur dan “hangat” maka hidupmu diberkati.

Drama ini ada lucunya, ada sedihnya, kocaknya juga. Sebuah paket lengkap dari drama ringan namun punya sisi yang berbeda…

Bisa dibilang, saya suka banget pas episode sudah meuju akhir. Saya juga suka sentuhan akhirnya.

Jadi… Thirty But Seventeen kalau ditonton sama sekali nggak mengecewakan deh.

Saya rekomendasikan untuk yang suka drama korea ringan.

Pesan dalam drama ini juga padat. Saya suka…

Sekian review Drama Korea Thirty But Seventeen

Punya pandangan berbeda? Bisa kamu tulis di kolom komentar.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *