Review Drama Korea The Beauty Inside

Review Drama Korea The Beauty Inside – Halooo… langsung dong, pas drama ini saya selesai nonton kemarin. Langsung buat reviewnya begitu bangun tidur… karena emang drama ini saya ikuti sesuai dengan jadwal. Oh iya… kesan pertama saya nonton drama ini sudah ditulis di sini.

Jadi, seperti biasanya, saya cuma mau ngomong tentang plus minus dalam pandangan saya tentang drama ini. Profil pemain dan sinopsis singkat sudah saya tulis di kesan pertama.

Drama JTBC ini juga bisa dibilang tepat waktu, nggak mau mundur cantik, semuanya sesuai dengan jadwal. Drama romantis ini juga punya rating yang baik dan penonton yang banyak juga. The Beauty Inside ini dimulai 1 oktober 2018 hingga 20 november 2018.

Jadi, beginilah komentar saya tentang drama ini.

Review Drama Korea The Beauty Inside

Saya Suka Konsep Konten Awalnya. Sehingga dua peran utama jadi pasangan.

Laki-lakinya buta wajah. Perempuannya berganti wajah tiap sebulan sekali selama sepekan. Seperti dua kisah yang akan sulit ditemukan bagaimana bisa “klop”nya. But, kayaknya itu yang namanya cinta, bisa membuat kualitas-kualitas yang kayaknya mustahil bersatu ternyata bisa nyambung juga.

Saya suka konsep di sini. berasa punya nilai jual yang emang bagus aja.

Hal manis lainnnya. Pasangan lainnya.

Nggak cuma Seo Do Jae sama Han Se Kye aja. tapi ada Ryu Eun Ho sama Sa Ra. Saya pun suka sama pasangan yang satu ini. perempuan galak-galak cantik, yang cowok lembut-lebut cantik. Eh akhirnya bisa nyambung juga. Jatuh cinta juga, kalau mereka lagi berdua aja rasanya bikin saya senyum-senyum sendiri kayak ABG  yang lagi kasmaran.

Suka juga sama gayanya Lee Da Hee (Kang Sa Ra) yang cocok banget jadi horang kayah dengan style yang bak model papan atas. bodinya juga… emmm…model banget. Kayak impian saya gitu punya body gitu *miminnya mulai halu.

Sahabat selalu ada

Trio yang buat saya ngerasa bahwa kata sahabat memang kayaknya masih ada di muka bumi (Han Se Kye, Yoo Woo Mi dan Ryu Eun Ho). Kalau ada sahabat macam mereka yang ada dalam suka dan duka, kayaknya dunia ini masih layak untuk ditinggali.

Inget aja waktu Ibu Han Se Gye meninggal, dua sahabat ini benar-benar ada. Bikin sedih saya juga. Mereka juga suka menghabiskan waktu bersama disela kesibukan masing-masing. keknya ada aja waktu buat kumpul-kumpul ya? walaupun sekelas artis.

Nahh… kita-kita yang bukan kelasnya artis aja suka bilang nggak punya waktu buat kumpul-kumpul bukan?

Kebanyakan waktu “kosong”

Salah satu yang minus dalam drama ini adalah jeda. Biasanya adegan hanya berisi gerakan yang cenderung lambat disertai dengan ost yang emang panjang (yaa harus saya akui juga memang ost-nya bagus.

Kalau tipe pembosan kayak saya. Maka akan cenderung “dipercepat” ke bagian yang ada dialognya. Agak sayang banget otak saya dicuci sama ostnya…hahah *udah hapal soalnya.

itu ostnya racun banget yaa?

Ide masalah nggak berat. Cenderung ringan.

Emang drama korea romance ya??? jadi masalahnya juga nggak berat-berat banget. Sangat terbaca tipikal drama korea yang tarik ulur di tengah-tengah dan balikan lagi di ujung. Tapi nggak apa-apa sih, emang begini genrenya jadi saya maklumi saja.

Ada kisah yang ketinggalan.

Pacaranya Woo Mi siapa sih??? Kan suka dikatain sama dua temannya kalau Woo Mi itu aslinya berkayal. Kok nggak imbang sih ya? dua temannya punya pasangan dan pasangan Woo Mi kok misterius abis.

Lee Min Ki… kamu kok… suka yang lempeng-lempeng aja? nggak capek?

Apa karena kesuksesan dari Because This is My First Life ya? kok Lee Min Ki juga masih lempeng-lempeng aja ekspresinya di sini. apa emang karena buta wajah? Jadi susah mengekspesikan emosinya?

12 aja gimana? 16 apa nggak kebanyakan?

Secara kepadatan cerita. seperti yang saya bilang, banyak “yang kosong” dalam The Beauty Inside. Jadi menurut saya pribadi, 16 itu kepanjangan, 12 kayaknya cukup deh.

Banyak lho drama dengan 12 episode saja yang ngena banget.

Akhirnya…

Kesimpulan Review Drama Korea The Beauty Inside

Di samping segela kekurangannya. Saya akui bahwa drama The Beauty Inside adalah drama yang mampu menarik perhatian saya hingga akhir penayangannya. Bila dibandingkan dengan genre romance sejenis yang ada bumbu lucu-lucunya, The Beauty Inside masih saya bilang bagus. Walaupun bukan yang bagus banget versi saya.

Apakah Drama Korea The Beauty Inside masih direkomendasikan?

Buat kamu yang suka drama korea dengan genre romance. Maka drama ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. jadi, saya bisa bilang saya merekomendasikan drama ini buat kamu yang suka drama ringan dan menghibur.

Buat kamu yang suka drama romance dengan pelengkap konflik yang berat dan menantang. Drama ini bakan biasa aja di mata kamu.

Sekian yaaa… Review Drama Korea The Beauty Inside.

kesimpulan saya? nggak benci kok sama The Beauty Inside. Tapi juga nggak suka-suka benget. Masih ada di tengah-tengah.

Kamu punya pendapat berbeda atau pendapat apa kek gitu? Bisa di tulis di kolom komentar ya. terima kasih.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat