Review Drama Korea Madam Antoine

Review Drama Korea Madam Antoine

Berikut besoksore.com akan mengupas tentang drama korea lagi dan kali ini adalah review drama korea madam antoine. Madam Antoine berjumlah 16 episode dari jtbc. Drama ini diperankan oleh aktor dan aktris yang sudah tidak asing lagi. Peran utama pria diperankan oleh Sung Joon dan peran utama wanita diperankan oleh Han Ye Seul. Agaknya Sung Joon sering mendapatkan lawan main yang lebih tua dari dia, hehe.

Perbedaan usia mereka berdua setidaknya sepuluh tahun. Namun Sung Joon memerankan seorang dokter psikologi yang umurnya 36 tahun, tetap saja dia terlihat terlalu muda untuk Han Ye-Seul bagi saya.

Review Drama Korea Madam Antoine

Sedikit tentang sinopisnya. Han Ye-Seul memerankan Go Hye Rim seorang peramal terkenal dan juga seorang pemilik sebuah kafe. Ramalannya sering sekali tepat sasaran karena bakatnya dalam membaca situasi seseorang, bukan sesuatu yang berhubungan dengan klenik, hantu, atau Madam Antoine yang memberinya informasi. Murni tebakan.

Go Hye-Rim digambarkan sebagai seorang janda 35 tahun dengan satu anak, namun anaknya lebih memilih tinggal di Amerika bersama ayah dan ibu barunya. Ia tinggal di lantai tiga sebuah bangunan, lantai satu sebagai kafe, lantai dua sebagai tempat praktek dr. Choi Soo-Hyun. Sedangakan Choi Soo Hyun sendiri adalah seorang praktisi psikologi yang sedang mengadakan penelitian mengenai sebuah hipotesis bahwa tidak ada wanita yang memiliki cinta sejati, semuanya hanya murni karena uang yang dimiliki oleh pria. Intinya dalam hipotesisnya ia tidak percaya cinta sejati tidak pernah ada, tidak pernah ada cinta yang murni. Lho kok bisa? Usut punya usut dokter ini mengalami trauma masa kecil yang ditinggalkan oleh ibunya.

Review Drama Korea Madam Antoine

Cerita menjadi menarik ketika penelitian ini melibatkan Go Hye Rim. Eksperimen ini menghadirkan tiga laki-laki yang harus membuat Go Hye Rim jatuh cinta, ketiga pria tersebut adalah Choi Soo Hyun, Choi Seung Chan (adik dari Choi Soo Hyun), dan Kwon Ji Hoo (asisten Choi Soo Hyun). Sesuai dengan dugaan Hye Rim akhirnya lebih menyukai pria pertengahan tiga puluhan dengan karir yang moncer dan uang yang banyak (baca: Choi Soo Hyun). Namun ditengah eksperimen dijalankan, subjek Go Hye Rim menyadari bahwa ia hanya menjadi bahan eksperimen. Agaknya Choi Soo Hyun juga sudah mulai jatuh cinta dengan Go Hye Rim, cuma masalah gengsi aja.

Baca juga : Ulasan drama korea DOTS.

Oke, segitu saja spoilernya. Yeahhh cowok emang gengsian.

Drama ini cukup menarik di awal-awal cerita. Saya hampir punya feeling yang bagus kalau drama ini memang bagus sampai episode berakhir. Namun kenyataanya lagi-lagi saya belum punya drama kategori “daebak” .

 

Dalam drama dengan penokohan karakter yang sudah mencapai usia matang, justru punya plot cerita yang kekanakan, tarik ulur antara membuka kejujuran eksperimen dan kejujuran hati. Episode-episode pertengahan menuju akhir bagi saya sungguh menjenuhkan. Eksekusi dalam tiap kasus yang berhubungan dengan keadaan sikologis pasien dr. Choi Soo Hyun sangat kurang matang, menghambur begitu saja, kurang meaning full. Bahkan tentang dokter Choi Soo Hyun dan traumanya dimasa kecil juga kurang kreget. Begitu-begitu saja. Saya kira bakalan dapat sedikit ilmu tentang dunia psikologi manusia, ah agaknya ekspektasi saya terlalu tinggi.

 

Menurut saya akan lebih menarik ceritanya jika anak dari Go Hye Rim tinggal bersama ibunya. Saya juga lumayan tidak mengerti dengan anak Hye Rim yang umurnya mungkin 15 tahun sudah sekolah di luar negri sendirian tanpa pendamping, kalau sudah kuliah kan lain cerita lagi. Yaaa, walaupun dalam pertengahan cerita anak dari Hye Rim memilih tinggal bersama ayahnya. Menurut saya dengan adanya keberadaan anak Go Hye Rim secara fisik bisa membuat cerita lebih berwarna.

Kalau diingat tentang drama yang dibintangi oleh Sung Joon sebagai bintang utamanya, saya belum menemukan dramanya yang “ngena dihati” hingga saat ini. Ini bukan tentang akting yang tidak bagus yaa, akting Sung Joon bagus kok. Tapi dilihat dari cerita dramanya.

 

Sekian review drama korea Madam Antoine.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat