Review Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

Review Drama Korea On The Way to The Airport (2016) – Sebuah drama percintaan orang-orang yang sudah tidak lajang lagi. Saya tidak nonton pada masanya. Saya nonton di tahun 2021. Apakah bagus? Mari kita kupas.

Profil Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

  • Drama:On the Way to the Airport (English & literal title)
  • Revised romanization:Gonghang Ganeun Gil
  • Hangul:공항 가는 길
  • Director:Kim Cheol-Kyu
  • Writer:Lee Sook-Yun
  • Network:KBS2
  • Episodes:16
  • Release Date:September 21 – November 10, 2016
  • Runtime: & Thurs. 22:00
  • Language:Korean
  • Country:South Korea

Pemain Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

Kim Ha Neul memerankan Choi Soo A. Seorang pramugari senior. Dia punya anak remaja. Suaminya seorang pilot. Berkepribadian baik hati.

Lee Sang Yoon memerankan Seo Do Woo. Do Woo bekerja paruh waktu sebagai arsitek. Ia sudah menikah dan punya anak tiri. Anak dari sang istri.

Shin Sung Rok memerankan Park Jin Suk. Jin Suk adalah suami dari Choi Soo A.

Choi Yeo Jin memerankan Song Mi Jin. Teman pramugari dari Choi Soo A.

Jang Hee Jin memerankan Kim Hye Won. Istri dari Seo Do Woo. Punya anak sebelum dirinya genap 20 tahun. Anaknya sudah remaja dan saat masih hidup adalah teman dari anaknya Choi Soo A.

Sinopsis Singkat Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

Dua pasangan. Satu pramugari dengan pilotnya. Punya anak remaja perempuan dan sang ayah ingin anaknya di LN.

Di LN, sang anak punya teman korea juga. anak dari Kim Hye Won. Anak tiri dari Seo Do Woo. Sang anak ingin pulang. Namun ibunya galak banget dan menyebabkan anaknya ada di bandara sendiran. Lari nabrak pramugari (Choi Soo A). Anak itu pun meninggal dalam kecelakaan.

Karena teman satu kamar saat di Malaysia meninggal. Anak Choi Soo A pulang. Ayahnya kurang setuju dan mereka malah tinggal di rumah sang ayah. Yang notabene jelas adalah mertua Choi Soo A.

Anehnya. Kim Hye Won ini malah ingin anaknya benar-benar lenyap. Karena dia juga ada rasa “mengganggu”. Kalau dialah yang ingin anaknya tidak pulang dan independen di negeri orang.

Sedangkan ayah tiri malah jauh-jauh terbang untuk mengambil abu anaknya.

Di sinilah benih cinta muncul antara Choi Soo A dan Seo. Keduanya sama-sama memang nggak ada niatan selingkuh, atau jatuh cinta. Keduanya hanya sama-sama berada dalam momen yang tepat, yang memicu keduanya punya perasaan satu sama lain.

Soo A dan suaminya yang seorang pilot tidak dalam kondisi yang baik. Mereka bahkan tidak terlihat dekat.

Seo dan istrinya Hye Won pun kurang lebih sama. Hae Won nampak sangat egois dan punya keinginan kuat tanpa bisa melihat sekelilingnya.

Komentar Review Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

Saya bisa melabeli melodrama pada drama yang satu ini. Karena unsurnya sangat-sangat melo, galau, pelan, tidak agresif.

Mungkin kalian sering melihat drakor dengan tema perselingkuhan yang “cepat” dan sifatnya agresif. Ini tidak sama sekali. Di awal, kita bahkan tidak bisa melabeli drama ini soal perselingkuhan.

Mungkin kalimat yang agak mewakili adalah jatuh cinta satu sama lain dengan orang yang sudah punya pasangan. *sama aja woiii min samaaa, ini sih selingkuh-selingkuh juga. Wkwkwk.

Jadi. kisahnya malah dapat menggiring penonton untuk setuju dengan kisah cinta baru yang muncul dalam drama.

Saya ingat bagaimana Choi ketika bekerja jadi pramugari airasia menuangkan anggur di gelas yang dipegang oleh Seo. Bagaimana Seo menatapnya dan membuat tangannya bersentuhan.

Bagaimana saat Choi membawa abu dan dipayungi oleh Seo. Supaya tidak terlalu jauh dan keduanya tidak kehujanan.

Bagaimana keduanya curi-curi pandang dengan getaran cinta masing-masing.

Drama ini punya tempo yang lambat. Jadi, bener-bener dikasih detailnya gimana perasaan itu tumbuh. Beda dengan drama perselingkuhan kayak kisah Tae Oh itu. Tahu-tahu udah selingkuh aja.

Lucunya, saya malah menantikan momen keduanya bener-bener selingkuh pas nonton. Wkwkwkw.

Berasa ngasih dukungan.

Kesimpulan Review Drama Korea On The Way to The Airport (2016)

Kisah perselingkuhannya tidak mengada-ada. Bisa jadi ada di sekitar kita. Dimana pria dan wanita memang sama-sama jatuh cinta di momen yang nggak tepat. Kedua karakter sama-sama punya kekosongan dalam hubungan dengan pasangan masing-masing.

Orang lain kemudian cussssss masuk.

Endingnya juga manusiawi banget.

Sempat sedih tentang kematian anak tirinya Seo, ada bikin nangisnya juga. dimana anak sekecil itu punya beban yang sulit dia tanggung.

Direkomendasikan?

Nggak jelek si. Tapi dibandingkan Listen to Love. Saya masih suka Listen to Love. Tapi mayan juga.

Next Post

No more post

You May Also Like

7 Comments

  1. Akhirnya ada drama yg udah kutonton duluan drpd mimin…. *CentangSatu 👏👏

    Udah hampir nyerah nonton ini, krn ceritanya mayan lambat.. Tp kok penisirin..
    Akhirnya tamat dgn cara seksama dan dlm tempo yg se lambat2nya…
    Sekitar sebulanan… 😁

    1. yoi. lambat banget. untuk saya yang hobi grasah-grusuh kayaknya kurang oke. tapi yaa sudahlah. menjawab komentar pembaca juga yang mau drama ini diulas.

  2. Nonton ini tapi kok lambat amat ya. Jadinya nonton love affairs in the afternoon versi jepang, lebih pas tektokannya

  3. Aku termasuk yg suka dgn drama ini sekalipun melodrama..krna udah berkeluarga lama jd berasaa bgt kalau dlm berumahtangga komunikasi antar pasangan itu penting..makanya pas nonton ini bingung antara mendukung pasanganny tp tdk setuju dgn perselingkuhan..dan aku suka endingnya,kata2 dri seo do woo bener2 bikin meleleh..sayang drama ini blm ada di viu

  4. Tosss, aku juga suka nunggu momen2 mereka selingkuh. Hahaha.. Manisnya pas. Aku suka drama ini meski belum kelar nonton; related sama kehidupan berumahtangga yang kadang ada saja godaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!