Kesan Pertama Nonton Drama Korea Doctor Prisoner

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Doctor Prisoner – Heeeehhh… setelah keknya emang macet banget nulis review. Akhirnya dengan kekuatan semangkuk nasi, saya mulai bikin review lagi… dan yhaaa, nulis sinopsis kemarin saya gagalkan karena sudah ada blog kece yang buat dan lebih cepat.

Yhaa sudahh… mari masuk ke drama yang bakalan saya bahas. Drama ini judulnya adalah Doctor Prisoner. Drama ini adalah drama KBS2 yang diperkirakan akan tayang sebanyak 32 episode saja. drama ini sudah tayang sejak 20 maret 2019 dan diperkirakan akan selesai pada 9 mei 2019. Slot drama ini di korea sono hari rabu dan kamis aja cuy.

Drama ini menggantikan slot dari Liver or Die yaaa…

Gimana Sih Cerita Drama Korea Doctor Prisoner

Na Yi Je diperankan oleh si ganteng warr biasak Nam Gung Min. Na Yi Je ini awalnya dokter di rumah sakit yang berdedikasi tinggi dengan profesinya. Hingga Na Yi Je “diganggu” oleh orang-orang yang membuatnya melakukan balas dendam.

Bisa dibilang episode 1-2 sangat menarik. Juga bikin gemas karena peran jahatnya kerasa banget buruknya.

Tentu aja dong… saya lanjut nonton hingga episode 8.

Dan untuk sekadar membuat rangkuman sinopsis pendek pun saya nggak mampu guys. Saya nggak mampu karena saya kurang paham sama jalan ceritanya.

Komentar Kesan Pertama Nonton Drama Korea Doctor Prisoner

Yaaa. Langsung ke komentar saja tanpa babibu.

Drama tentang percobaan balas dendam bisa dibilang tema lama, tapi masih jadi kesukaan buat saya. Dorongan balas dendam sang peran utama biasanya dibuat apik dalam drama korea.

Biasanya lho ya.

Apalagi yang main adalah Nam Gung Min. Udah deh, berasa paket lengkap. Nam Gung Min itu main peran apa aja oke2 aja guys. Jadi psikopat pun dia kece badai.

Itulah yang buat saya tahan sampai di episode 8.

Hingga…

Dirasa-rasa. Saya nggak bahagia nonton drama ini. karena saya kesulitan untuk mengerti. Gpp deh, saya ikhlas dikatain bodo atau gimana. Yang jelas, drama ini meleng dikit aja… udah kayak dosen yang lagi nerangin, terus pulpen kita jatuh, pulpennya kita ambil, dan taaaa daaaa…. tu dosen ngomong apa selanjutnya langsung blaassss nggak paham.

Tentunya kalian bisa pahami dong yang namanya “ngambil pulpen” itu waktunya sebentar.

Yaaa… sebentar doang saya meleng. Drama ini udah nggak saya pahami. Di layar, saya bisa jelas melihat kualitas para pemainnya nggak bisa dibohongi. Alias kualitasnya kece. But, secara jalan cerita, ini berat buat saya.

Beratnya bukan sekadar berat. Tapi sulit untuk diikuti.

Banyak kok yang bilang drama ini butuh “mikir”, atau dramanya bagus kok… bla bla bla…

Sayangnya, saya nggak bisa membohongi diri sendiri bahwa saya kurang menikmati drama ini akibat saya yang kurang tanggap mengurai ceritanya.

Kalau masalah rating, drama ini bagus di korea sono.

Daripada membohongi diri sendiri dan mencoba menikmati padahal saya nggak nemu nikmatnya. So, saya akhiri di episode 8 saja.  dengan senang hati saya menerima komentar dan pendapat dari yang lainnya.

Tapi, Nam Gung Min. Cukup sampai di sini saja yaa. Saya tahu akting kamu bagus, cuma otak saya aja yang agak lemot dan nggak bisa mencerna cerita di drama ini dengan baik.

Begitulah kesan pertama yang saya buat dengan sejujurnya. Tentu saja, dengan berat hati saya nggak merekomendasikan drama ini. tapi, kalau kamu mungkin punya fokus tinggi dalam nonton drama. Drama ini bisa jadi pilihan.

Terima kasih sudah membaca yaaa…

Gumaaawoooo…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat