Review Drama Korea Fix You/Soul Mechanic (2020)

Review Drama Korea Fix You/Soul Mechanic (2020) – Review yang seperti biasanya hanya merupakan kelanjutan dari kesan pertama yang saya tulis di sini ya guys. Seperti biasanya tulisan kali ini hanyalah tambahan komentar secara pribadi saja. Semua ulasan di sini berdasarkan sudut pandang pribadi dan tidak ada paksaan.

Drama ini selesai pada 25 juni 2020. Tayang 32 episode atau 16 episode dengan durasi 1 jam.

Tidak Berlebihan…

Saya tidak berlebihan untuk bilang bahwa pada umumnya orang-orang yang nonton drakor adalah berdasarkan parasnya adalah mayoritas. Dan keinginan penonton diterjemahkan kepada drakor-drakor yang saya pikir nggak bagus secara cerita tapi boomingnya luar biasa.

Beberapa drakor saya bilang lemah secara cerita tapi tidak lemah tentang atensi dari seluruh dunia yang membicarakan. Banyak banget drama korea yang bagus tapi ratingnya sama sekali nggak bagus dan jarang banget orang yang mengulas.

Fix you adalah salah satunya.

Apa mungkin karena pemeran dokternya?

Saya malah membayangkan bagaimana kalau peran utama prianya Lee Min Ho, Ji Chang Wook, atau Siwon? Mungkin tidak akan begini.

Tapi saya berhenti memikirkan kepala orang lain tentang memandang sebuah drama. Saya benar-benar tanya ke diri saya sendiri kenapa saya suka sama drama ini.

Mari diulas benar-benar.

Penyakit Mental

Manusia tidak benar-benar sehat jika sehat hanya dilihat secara fisik. Manusia punya aspek lainnya yang juga harus diperhatikan. Aspek jiwa. Di mana jiwa bisa terluka namun tidak terlihat. Orang-orang hidup dengan banyak wajah.

Pernahkah kalian lihat orang yang begitu marah akan sesuatu? Sampai orang-orang di lingkungannya ketakutan?

Marah bukan sesuatu yang utama. Di bawah emosi marah itu banyak sekali hal yang harus digali, bisa jadi tentang kekecewaan, penghargaan diri yang rendah, sakit hati. Dan banyak hal lainnya.

Nonton Fix You Mengingatkan Saya pada Banyak Hal Termasuk Kisah Saya Sendiri

Ada yang bilang bahwa ketakutan manusia adalah saat dia tidak diterima orang lain. Kita lihat sekarang? Orang ingin disukai, orang ingin punya banyak pengikut. Berubah menjadi yang orang mau.

Hanya untuk diterima.

Dulu, lebih dari tiga tahun lalu. Seseorang membuang saya seperti sampah. Dia membuat batas yang bahkan lebih tinggi daripada langit yang paling tinggi. Dia menyingkirkan saya, menghapus jejak tentang saya yang ada pada kisahnya.

Ia benar-benar menyingkirkan saya seperti seorang serangga.

Kemudian, tiga bulan setelah ia membuang saya seperti sampah. Ia bahagia dengan perempuan barunya.

Saya patah lagi. Sepatah-patahnya. Mulailah saya memandang diri saya rendah. Bertanya pertanyaan bodoh tentang apakah saya layak dicintai atau tidak? Apakah saya sangat buruk? Kenapa dia demikian menyingkirkan saya dalam hidupnya? Mengapa dia tidak berkata pada yang lain saat ditanya bahwa kami pernah punya hubungan? Apakah saya begitu kotor? Apakah saya sangat tidak layak.

Pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya nggak pergi kemana-mana kecuali ke kesedihan yang lebih mendalam.

Tapi waktu berlalu. Saya mencoba melebarkan pandangan saya. Saya tidak bisa memaksa menyembuhkan luka. Saya menerima luka itu dan hidup bersamanya. Saya mencoba lebih mencintai diri saya sendiri. kemudian berbisik pada diri sendiri, “tidak apa orang meninggalkanmu. Jangan pernah meninggalkan dirimu sendiri.”

Mungkin terdengar seperti mengasihani diri sendiri ya?

Tapi setelah saya nonton drakor ini. itu menjadi tidak berlebihan.

Han Woo Joo dalam drama ini pernah dibuang oleh Ibunya di panti, pernah dibuang oleh Ibu angkatnya yang bilang dia membawa sial. Pernah dikhianati mantan kekasihnya pula. Ia punya luka. Kesehatan mentalnya terganggu, ia mengindap gangguan ambang.

Begitu banyak ketidak sempurnaan manusia di drama ini. Jiwa-jiwa yang sakit, pula, jiwa-jiwa yang belum menyerah dengan hidup yang selalu memaksa kita untuk menyerah. Bahkan orang yang mati budir pun dibuat matinya tidak sia-sia dengan hal-hal yang lebih baik di lingkungan yang ia tinggalkan.

Haru…

Salah satu drama yang penuh haru. Disamping karena ceritanya, karena kita dibuat mikir tentang masalah kita sendiri. Makanya pas nulis ini, saya agak curhat gitu ya. kwkwkw.

Ilmu baru…

Ini dia yang saya suka. Karena banyak kasus dalam drama ini. tiap-tiap kasus dihadapkan pada masalah yang beragam, macam-macam saja tingkah polah manusia. Beberapa mengharukan, beberapa menjengkelkan.

Begitulah hidup manusia. Nggak ada yang sempurna. Kita tidak bisa selamanya mendekap kebahagiaan yang sebentar. Kita juga nggak bisa mendekap kesedihan yang layaknya bisa saja kita persilahkan masuk kemudian kita persilahkan untuk pergi.

Diujung drama ini…

Saya diingatkan akan kembali mencintai diri sendiri, mengasihani diri sendiri, bukan untuk menjadi egois. Tapi, kita semua tahu bahwa orang-orang akan datang dan pergi dan diri kita sendirilah yang selalu menemani diri kita sendiri.

Kita akan selalu hadir dalam diri kita sendiri. kehadirannya jangan diabaikan. Mudah sekali mulut kita memuji orang lain yang tidak begitu kita kenal.

Tapi sulit memuji diri sendiri, berterima kasih sama diri sendiri, memaafkan diri sendiri, bahagia dari level dalam diri sendiri.

Kesimpulan Review Drama Korea Fix You/Soul Mechanic (2020)

Pemainnya oke.

Alurnya oke, ceritanya oke banget. Endingnya bagus dan realitis. Untuk kisah Han Woo Joo juga menyentuh hati.

Bersyukur nemu drama bagus meski ratingnya nggak bagus.

Saya nggak peduli sama siapa pemain utamanya yang punya jarak umur yang cukup jauh untuk masuk ke cerita romancenya. Lagi pula, bagian romance sama sekali tidak menjadi bagian besar pada drama ini. Bukan tentang itu.

Kalau ada yang benci sama karakter Han Woo Joo, please, dia sakit. Dia penuh dengan kekurangan di sini. Penonton kayaknya butuh empati yang agak dibanyakin. Untuk Shin Ha Kyun, dia pemain lawas yang filmya banyak banget guys. Terakhir saya lihat dia main di Less than Evil dan saya suka juga.

Fix You/Soul Mechanic, saya rekomendasikan buat kalian yang suka sama drama dengan cerita bagus, dapat pesan hidup, menggelitik hatimu, dan nggak memandang wajah atau seberapa tua pemainnya.

Eeehhh ada bintang tamu nih. Kek kenal gitu Om yang satu ini.

Gimana kalian sudah nonton?

 

Advertisements

3 thoughts on “Review Drama Korea Fix You/Soul Mechanic (2020)”

  1. adduuuuhh..

    karena kk admin curcol, saya juga pingin ikutan curcol..

    entah karena soulmate atau bukan, kok timeline hidup kita hampir mirip ya?

    3 tahun yang lalu (pertengahan 2017) saya juga ditinggalkan begitu saja oleh orang yang ngajak saya “serius”.. sampe ada perasaan bahwa saya gak akan menyukai orang lain lagi..

    well, time goes by
    tahun ini saya bertemu dengan seseorang yang menghargai saya
    saya belum tahu berjodoh dengan dia atau tidak, tapi saya berusaha untuk membuka pikiran saya kembali, bahwa waktu memang mempertemukan kita dengan seseorang yang salah, sampai waktunya kita akan dipertemukan dengan seseorang yang bisa saling menghargai, menerima, dan bersama-sama menjadi lebih baik

    untuk kk admin, aku sayang kk..
    cieee,, akuuuu..
    XD
    saya merasa ngobrol klo baca blog kk..
    saya juga mendoakan kk supaya kk admin bisa segera bertemu dengan seseorang yang menyayangi kk selamanya..

    terima kasih review fix you-nya
    saya belum nonton meski udah masuk “antrian” tontonan..
    saya tertarik nonton karena direkomendasikan oleh kk admin..

    btw, blog besoksore gak buka lowongan buat jadi co-admin?? jadi klo kk sibuk, anak buahnya bisa review..
    klo ada, saya mau ngelamar..
    XD
    hahahaha

      1. melamar jadi co-admin..
        eh, tapi ini blog pribadi sih ya

        pasti gaya mengetik dan pendapat soal drama/film tertentu itu beda..
        XD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *