Review Drama Korea Beyond Evil (2021)

Review Drama Korea Beyond Evil (2021) – Kalau ada yang tanya ke saya, saat Beyond Evil dan Mouse keduanya sama-sama tayang. Saya bilang pilih Mouse. Karena secara on going, saya lebih mengikuti Mouse dibandingkan dari Beyond Evil. Ketika Beyond Evil sudah selesai pada tanggal 10 April 2021 kemarin. Saya tinggal menyelesaikan sisa drama yang belum saya tonton saja.

Untuk yang pengen tahu kesan pertamanya bisa cari tahu di bagian yang ini nih.

Jadi, mari kita mulai komentarnya. Paling enak saya kasih sudut pandang kekurangan dan kelebihannya.

Sesungguhnya Beyond Evil Nggak Terlalu Greget di Awal

Katakanlah kalau Mouse adalah pesaingnya. Maka Mouse lebih greget. Beyond Evil lebih ke bagian saling menuduh dengan tatapan mata nyalang kedua peran utamanya.

Biasanya sebagaimana yang kita tahu, dua detektif yang membereskan kasus pembunuhan beserta timnya kerja kompak. Ini lain banget. Keduanya saling menatap, mengintimidasi dengan pandangan dan prasangka mereka.

Keduanya bisa dibilang seakan ingin menjatuhkan satu sama lain.

Dan bisa dibilang juga bahwa Detektif Lee Dong Sik dan Detektif Han Joo Won memiliki pandangan mata yang “jahat”.

Mereka dinampakkan bukan karakter pembela kebenaran dan keadilan nan bersih seperti Ninja Hatori. Keduanya seperti menyimpan kedalaman sumur masing-masing.

Aktingnya Pada Mantep Gan!

Shin Ha Kyun. Udahlah, entah banyak senyum di drama Fix You atau main di drama lainnya. Dia udah senior.

Yeo Jin Goo juga, yang mana saya amat melihat kemampuan aktingnya dari sisi karakter yang berbeda dengan drama yang sebelumnya ia mainkan.

Yang cukup mengejutkan adalah sosok Nam Yoo Soo yang memerankan Oh Ji Hoon. Dia dulunya main Extracurricular. Bukan anak lama. Melainkan anak baru yang secara akting mulai menunjukkan kualitasnya. Saya yakin di masa depan, dia layak saja menjadi peran utama.

Untuk peran pembantu lainnya saya nggak ada kritik deh.

Beyond Evil Lebih Kental Nuansa Emosionalnya, Bukan Berdarah-darah

Detektif yang mengisi drama ini, baik peran utama maupun peran pendukung. Seperti diposisikan di daerah abu-abu.

Pun juga latar belakang drama ini bukan di kota besar. Melainkan kota kecil yang mengisahkan dan menyimpan misterinya tersendiri.

Pembunuhan lawas yang mana memotong ruas-ruas kuku dari korbannya.

Kadang, karena menekan di area emosional dan main abu-abu banget, kecenderungan drama Beyond Evil bagi saya malah kayak lumayan berat dan nggak terlalu greget di awal.

Meski mulai kelihatan terang di pertengahan. Menuju ke arah pertengahan bagi saya itu cukup berat sob.

Beberapa potongan adegan adalah gambaran pemikiran dari karakter utamanya.

Mari Kita Menilik Ratingnya dan Kerasa Demikian Tidak?

Kalau di sisipus dedemit kemarin, di awal oke kemudian berkurang sampai ujung. Ada grafik yang menurun. Kedua drama ini sama-sama punya JTBC. Bedanya Beyond Evil sempat naik turun tipis di angka 5 dan 4 persen.

Kemudian berubah di angka 6 persen ketika masuk di episode 7.

Seterusnya sampai berakhir, drama Beyond Evil diganjar di posisi 5 dan 6 persen untuk rating.

Apakah ini menunjukkan tingkat antusiasme penonton yang berubah?

Menurut saya bisa “iya”. Karena saat tabir mulai terbuka. Itu posisinya ada di tengah-tengah drama. Harus menyelesaikan setengah episode dulu yaa sob? Berat emang.

Beyond Evil Pada Kisah Proses dan Penyelesaian Konflik

Nggak ada bayangan sumpah.

Saya nggak bisa menerka-nerka bagaimana Beyond Evil akan diselesaikan seperti apa.

Dari poin ini saya masih tabah menyelesaikan sampai akhir. Dengan pertimbangan sudah kepalang tanggung.

Setelah nonton semua.

Drama ini menjadi drama yang sulit diurai.

Beyond Evil bagaimanapun main-main di ranah firasat dan pikiran logis. Yang paling menjengkelkan adalah masalah berpikiran buruk satu sama lainnya itu. Agak bikin jengah banget.

Tapi ide dalam berpikiran buruk juga merupakan salah satu jalan menuju terangnya kasus.

*gimana? kalian sudah puyeng dengan penjelasan saya? semoga nggak ya?

Kesimpulan Review Drama Korea Beyond Evil (2021)

Cast oke. Bisa dibilang oke banget. Tatapan mereka itu sangat sesuatu, bahkan di level pemeran tambahan juga oke banget.

Secara alur, drama ini terlihat menjanjikan di tengah episode.

Cinematografi juga cukup baik. Mendukung kegelapan dalam drama.

Karena main-main di level emosional dan jalan pikiran detektif. Drama ini punya kecenderungan bikin ngantuk. Tapi lain soal kalau penonton menikmati adu argumen dari dua tokoh utama. Apalagi kalau penonton ikut-ikutan jadi ngikutin jalan pikirannya Dong Sik.

Kalau kalian sudah nonton kemudian ada perasaan traumatis sama drama sebelahnya, sisipus itu. Saya kasih tahu yaaa.

Beyond Evil secara eksekusi kasus jauh lebih baik dibandingkan sisipus.

Beyond Evil itu udah kayak potongan-potongan yang berserakan. Kalau nggak tahan sama yang model beginian yaa bosen. Meski demikian, jika dilihat secara keseluruhan. Penulisnya cerdas!!!! Dramanya tipikal drama unik dan nggak mudah disukai jika bukan seleranya.

Dah gitu aja.

Jangan harapkan spoiler di sini.

Saya serahkan kepada pembaca enaknya gimana mau nonton apa nggak? mau diselesaikan apa sudah pasrah saja berhenti nggak sampai akhir.

Semua ada di tangan kalian.

*nyengir kuda.

You May Also Like

1 Comment

  1. Emosional kedua main cast nya di episode terakhir, dapet banget. Apalagi waktu mereka pegangan tangan terus diborgol. Itu scene nya keceh banget. Pertemuan mereka kembali di akhir scene yang terasa awkward, jadi mengingatkan kita kembali ke episode 1 serial ini, dimana keadaan awkward nya cukup menyerupai. Setidaknya serial ini ditutup dengan baik, oleh cerita maupun akting pemainnya. Untung tidak menyerah dijalan waktu menonton serial ini. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!