Ulasan Drama Korea Mad For Each Other (2021)

Ulasan Drama Korea Mad For Each Other (2021)

Ulasan Drama Korea Mad For Each Other (2021) – Sampai lagi pada ulasan lagi. Sejak kesan pertama di tulisan yang ini. Beberapa alasan kenapa saya masih lanjut nonton adalah karena durasi episode dan durasi perepisodenya nggak panjang. Cuma 13 saja dengan durasi setengah jam lebih sedikit.

Pun drama korea Mad For Each Other adalah salah satu drama yang mengusung tema yang unik. Tidak sepenuhnya romansa, tapi mengenai bagaimana orang-orang yang bangkit dari keterpurukan peristiwa traumatis dimasa lalu.

Pernah nggak nemu orang-orang yang sulit sekali dipahami. Pada sebuah drama, kita diajarkan memandang jauh dan lebih dalam. Apalagi kalau karakter utamanya mengalami guncangan peristiwa di masa lalu.

Nah, salah satu asyiknya drama Mad For Each Other itu di sini.

Sama-Sama Bukan Orang yang Keren

Kamu mungkin pernah ketemu sama Mbak-Mbak tetangga yang menyebalkan dengan penampilan yang sedikit nyentrik.

Kamu mungkin pernah ketemu sama ahjussi yang doyan marah-marah tanpa alasan yang cukup logis.

Beruntungnya, kedua karakter dalam drama yang punya PTSD melakukan konseling dan sadar bahwa ada “sesuatu” pada diri mereka yang butuh pertolongan.

Di Indonesia?

Semacam hal yang berat untuk memperoleh layanan ini. Belum masalah biaya, ketersediaan, atau stigma yang macam-macam.

Kita sering lihat drama korea dengan karakter utama yang punya “keutamaan”. Bisa di uang, karir, atau hal-hal semacamnya. Mad For Each Other itu beda. Kedua peran utama adalah orang-orang yang mungkin jamak dalam kehidupan pada umumnya.

Lingkungan apartemen yang masih sewajarnya, keterlibatan para ahjumma kepo yang sering terjadi dimanapun, sampai kehadiran tetangga yang unik pun ada. Bahkan kasir minimarket pun punya slot ceritanya sendiri.

Pendek, Tapi Lumayan Meluas

Durasi dramanya nggak panjang. Tapi lumayan meluas. Itu tadi, karena Mad For Each Other memberikan porsi pada Each Other.

Ada pemuda namanya Lee Sang Yeob. Dia seorang pria. Punya pekerjaan yang bisa dibilang mampu memenuhi kebutuhannya. Ketika malam, ia berubah menjadi sosok lain yang cantik. Beberapa momen melibatkannya. Dari bagaimana stigma muncul sampai kesan tidak menghakimi pada dirinya itu “halus” banget diceritakan.

Ada sudut pandang tentang Lee Su Hyun (Su Hyun. Ini Mbak Akmu cuy) yang bekerja macam-macam tapi masih sangat profesional. Terutama masalah privasi pelanggannya. Beberapa adegan yang saya suka juga ada di porsi peran tambahan.

Jadi, saya nggak pakai skip-skip karena momen lainnya cukup “berharga”.

Soal Dukungan

Mungkin pada akhirnya terbaca kalau ada kisah romansa. Garis utama drama nggak di situ.

Pada perjalanan kisahnya, Mad For Each Other adalah soal dukungan terhadap orang lain. Baik orang dekat, orang yang dikenal dengan baik, atau orang yang hanya cukup kenal saja.

Orang-orang yang lepas pada trauma dan harus bangkit untuk menjalani kehidupan normal jelas butuh dukungan.

Saya lihat betul bagaimana peran orangtua juga tidak kalah penting. Meski peran orangtua jatohnya lebih banyak menghakimi kehidupan anak-anak mereka.

Seperti membawa realitas kecil pada drama.

Ada Lucunya

Humor sering kali diatrikan pada kebodohan. Betapa mudahnya manusia menertawakan hal-hal yang mereka anggap bodoh, atau kesialan pada pada diri orang lain.

Humor bagi saya lebih dari itu semua. Humor pada pendapat saya adalah bagaimana manusia menjadi lebih lega pada perasaannya-perasaannya sendiri. Apalagi ketika ada di level menertawakan diri sendiri. Itu sudah humor yang paling humor.

Nah menertawakan diri sendiri entah bagaimana ada pada momen dalam drama ini.

Maka lucunya ada bagi saya. Yaa tapi belum tentu lucu bagi orang lain.

Kesannya Beda Dari Kebanyakan

Kebanyakan kdrama maksudnya.

Beda dari sisi durasi.

Beda dari bagaimana karakter muncul kemudian berkembang.

Sampai beda aja di bagian dialog. Kalaupun kerasanya nggak tuntas secara kesepakatan. Penonton semacam diberi ruang untuk memahami menurut pendapatnya sendiri-sendiri.

Ulasan Drama Korea Mad For Each Other (2021)

Aktor dan Aktris Utama Beserta Pendukung

Okeehh.

Meski Mbak Akmu masih agak kaku. Tapi gpp. Namanya aja masih belum banyak jam terbangnya.

Ada Jung Woo yang mana mungkin nggak banyak disukai untuk pemuja visual. Tapi buat yang melihat pada keterampilannya berakting, nggak usah ragu. Doi main apik.

Oh Yeon Seo itu cantik banget. Salah satu aktris cantik yang pernah ada. Mainnya juga bangus. Apalagi dia dapat porsi sebagai Mbak-Mbak yang suka berpikiran negatif sampai ke arah “bisa menyerang”.

Dapet banget mereka tuh nyebelinnya.

Tapi juga dapet banget untuk diberikan rasa iba.

Siplah untuk pengisi pemain.

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Mad For Each Other (2021)

Buat kamu yang ingin meluangkan waktu nonton drama, tapi tidak melulu romansa manis atau kekuatan kayaknya maha dewa, drama ini layak ditonton.

Buat kamu yang nggak punya banyak waktu, males mikirin masalah drama karena masalah sendiri sudah banyak. Drama ini layak ditonton.

Buat kamu yang hidup dalam perjuangan, melepaskan diri dari jeratan trauma. Drama ini mungkin bisa jadi penghibur.

Yaap! Nggak bosan-bosan saya kasih closing trakteer. Hahaha.

Buat yang mau trakteer mimin bisa di link yang ini.

Sampai jumpa di ulasan lainnya. Satu-satu yaaa. karena saya baru selesai di pekerjaan yang lain. sampe blog lain malah terbengkalai berbedu.

You May Also Like

2 Comments

  1. tapi banyak comment pd g mau nonton ML nya ketuaan..hahahhaa, aq mah nonton krn Jungwoo krn sukak doi di reply 1994. emang bener sich..mereka sama2 nyebelin, tapi kita sama2 kasian..trs para ahjuma kepo juga buat jadi menarik. drama ini terasa beda ama drama yang biasa ada..saya suka drama ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!