The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana?

The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana?

The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana? – Berseliweran ditimeline pada sosmed mengenai tidak bisa move on dari Vincenzo. Para penonton pun berkata demikian? Bagaimana dengan mimin?

Saya yaaa biasa aja. Tetap nulis, tetap belajar, tetap ngasih makan kucing dll. Tidak ada kalimat tidak bisa move on dari Vincenzo.

Lho Kenapa Dibanding-bandingkan Min?

Saya pikir cukup adil membandingkan dua drama ini. Apabila kamu sudah menonton keduanya, kamu akan menemukan hal-hal yang “setipe”. Maklum, “orangtua” atau penulisnya adalah orang yang sama.

Saya pikir cukup adil-adil saja mensejajarkan dua drama ini.

Terus Mimin Pilih Mana?

Jangan baper yaaa buat teman-teman sekalian. Saya di sini cuma penonton biasa sama seperti kalian, pendapat saya tidak akan merubah apapun di dunia luar.

Tidak akan membuat Vincenzo menjadi jelek juga, karena dia tetaplah tampan. Bagaimana pun, tampan.

Lahhh bingung kan?

Inilah hikmah dari nama seseorang yang kemudian dibuat judul. Saya bisa “berlindung” di situ.

Jujur yaa.

Saya lebih suka The Fiery Priest.

Ngomong-ngomong dengan kalimat nggak move on.

Tuduhan besar saya kepada penulisnya adalah bahwa beliaulah yang tidak bisa move on dari The Fiery Priest. Terbukti, ia membuat drama yang sebenarnya senada. Bahkan malah cenderung membuat penonton seperti saya merasa kosong.

Atmosfernya seperti, “Oh begini yaa. Oh ya udah. Oh begitu. Dahla.”

Yang lucu-lucunya aja masih nggak selucu di The Fiery Priest.

Nonton The Fiery Priest itu, dua peran utamanya itu “bisa jelek”, perubahan mimiknya ada banget, sedihnya ada, marahnya ada, sampai lucunya jelas banyak. Jadi kalau mereka ngelawak dengan tingkah mereka. Semuanya dapet.

Mas Song wajahnya jauh dari sosok “lawak”.

Coba bayangkan sosok Kim Nam Gil. Doi jadi bad boy wajah dingin bisa, pria polos bisa, sampai pria dengan makeup cantik pun bisa.

Kalau digambar warna, Kim Nam Gil itu warnanya banyak. Sedangkan Mas Song itu warnanya cekep.

Bisa ditangkap ya sampai sini? Kedua-duanya punya keunggulan. Dan keungulan pastur kim dalam The Fiery Priest jelas lebih menarik perhatian saya. Karena ada keberagaman di sana.

Warna beragam itu bisa ada unsur cakep di dalamnya. Sedangkan unsur cakep, belum tentu ada keberagaman warna di dalamnya. Bisa jadi unsur yang keluar malah “unsur dingin alias solid” kurang cair gitulah sob.

Soal Pasangan Juga Saya Perhatikan

Kim Nam Gil lebih banyak bareng sama Detektif. Sedangkan Mbak Madu (Lee Hanee)  yang jadi pengacara (yang sama suka nyentriknya kayak pengacara di Vincenzo) adalah peran utama ketiga.

Unsur fokus ceritanya lebih kental di The Fiery Priest. Solid banget tujuannya kemana.

Sedangkan kalau di Vincenzo, yang awalnya adalah mendulang emas di bawah plaza malah jadi melebar kemana-mana sampai ke masalah cinta.

Unsur romance dalam Vincenzo lebih terasa sebagai gimik pasar saja (maaf guys, maaf saya bilang gini). Seperti unsur yang sangat bisa menyedot perhatian para netizen heboh, dengan ada dengan sedot-sedotan juga.

The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana?
sumber: dok tvn. puasa ngapa sob… bukan internetmu yang loadnya lama, nggak usah ditungguin gambarnya penuh.

Sob.

Masalah romansa itu bukan cuma bilang “rindu kamu” sama hadirnya momen sedotan aja.

Di dalamnya seharusnya ada momen tersendiri yang menggugah. Tapi yaaa sudahlah. Keburu nanti disikat sama Babel.

Kalau ada yang nanya Vincenzo genrenya apa? yaaa macam-macam jadinya.

Kisah cintanya lebih terasa sebagai “gimik” doang.

Dear Penulisku Tercinta Park Jae Bum

Kalau masih senada.

Kenapa nggak buat The Fiery Priest musim kedua aja?

Eeh tapi itu ‘kan terserah penulisnya aja. Saya cuma nanya yang pastilah nggak akan dijawab.

Btw.

Saya ‘kan kangen sama Mas Dora yang rambutnya nggak mau jadi duta sampo lain itu. Kibas sana dan sini dengan penuh percaya diri.

Saya juga kangen sama pengacara Mbak Madu yang kayak batre baru diganti.

Saya juga kangen sama Kim Nam Gil. Sosok aktor yang membuat saya terpana akan kemampuannya jadi macam-macam.

Yang belum pernah itu jadi kekasih mimin besoksore.com aja. *sudah mulai halu.

Banyak momen lucu hadir dikepala saya karena The Fiery Priest. Bahkan momen harunya pun ada. Lahh itu Ahjumma Suster yang terus menerus berdoa dimaafkan sama Tuhan tapi rela mencelupkan diri di dunia yang lama ia tinggalkan demi memuluskan rencana penyelesaian kasus.

Mereka yang ada di gereja berangkat dengan motif yang sama. Keadilan yang ditegakkan.

Lah kalau mafia.

Yang tegak apanya?

Hayooo hayoooooo kalian udah mikir aneh kan para pembaca sekalian?

Segitu saja tulisan ringan dari saya. Sekali lagi tidak ada unsur kebencian di sini.

Cuma yaa kan sok-sokan milih aja.

Buat kalian yang suka sama tulisannya mimin besoksore.com bisa trakteer mimin di sini, yang belum tahu trakteer apaan bisa di sini.

di trakteer akan ada tulisan lain juga. bisa dinikmati selama 30 hari. Nanti saya update berkala…

Buat yang suka sama miminnya juga boleh. Boleh pokoknya.

You May Also Like

10 Comments

  1. Minnn SETUJU BANGET astagaaaa…

    Saya udah cukup muak dengan orang2 yang mendewakan Vincenzo sampai bilang ga bisa move on dan malah nuntut season 2. Rata2 yang bilang hal seperti itu adalah penonton yang nonton awalnya karena Song Joong Ki tapi bukan karena cerita. Dan mereka tidak nonton fiery priest sama chief kim. Walau Kim Nam Gil dan Nam Goong Min aktor senior yang punya basis fans. Tapi belum se-hallyu mas vincenzo intinya.

    Jadi bagi mereka yang belum nonton Fiery Priest dan Chief Kim, pastilah berkata bahwa Vincenzo adalah drama Fresh dengan konflik yang banyak. Bagi saya yang udh nonton semua drama Park Jae Bum dari jaman Good Doctor. Vincenzo adalah cerita Fiery Priest dengan formula 90% sama tapi cuman diubah setting dan tujuan ceritanya (ambil emas dkk).

    Maap ya min. Rem saya jebol karena saya juga tipe ceplas ceplos yang ngomong apa ada-nya.

    1. belum tahu sensasinya dikibas rambut dora aja sih 😀

      keknya apa-apa pada minta musim kedua, pantesan sinetron Indonesia panjang-panjang. pola pikirnya nagih musim selanjutnya terosss.

      tapi biarkanlah mereka bahagia dengan penemuan mereka. setidaknya mereka dikasih pilihan ide drama yang lain daripada yang sudah-sudah.

  2. Netijen baru ngedrakor be like “Ih drama apa sih Fiery priest, bisa bisanya disamakan vinsenso yg populer itu!”
    Hmmm, nakal kamu ya min, bisa bisanya dibikin satu artikel sendiri lho, nti banyak yg tertampar terjungkal terguling guling lho. Lanjutkan min kusuka gayamu.

  3. Aku baca ulasan mimin yg pertama, tentang adanya kemiripan vincenzo dan fierypriest . Aku baru episode 2 awal, karna ngantuk terus tiap nonton belum kulanjutkan lagi. Btw aku juga suka kim nam gil semoga abis ini bisa menonton lagi dan komen dibawah ini😄. Btw lepas dari aku mungkin wanita biasa sependapat kalau song joong ki lebih gak bikin ngantuk. Dan song joong ki w/ vincenzo adalah kopiko 😄😃 (pasar yg bagus) mungkin itu kenapa penulisnya membuat vincenzo bukan fierypriest 2 😅 . (maaf jika komenku belepotan)

  4. Fiery Priest bagus sekali tapi mungkin ada nuansa yang gak semua orang nyaman nontonnya *you know lah. Tapi di luar itu semuanya bagus hampir tanpa celah.Terutama dari proses melawan musuhnya ada proses yang bisa dinikmati. Lucunya juga sangat dapat sekali.

  5. se7
    Vincenzo terlalu banyak gaya gayaan
    apalagi 4 episode terakhir dimana tarik ulur bunuh gak bunuhnya kek gak realistis

  6. Entah kenapa 2 serial ini memang bukan tipe serial favorit saya. Tapi untuk jika saya bisa bertahan menontonnya lebih lama, saya lebih memilih Fiery Priest. Walau kedua serial ini tidak saya tonton dengan habis, Fiery Priest hanya 13 episode dan Vincenzo hanya 8 episode, tapi saya lebih penasaran dengan ending Fiery Priest, dimana saya melanjutkan episode terakhirnya saja tanpa menonton sisa episode yang belum saya tonton. Jadi kali ini saya sependapat dengan Admin BesokSore kalau Fiery Priest memang jauh lebih membuat saya tertarik dibandingkan Vincenzo.

  7. Menurutku yg bikin Vincenzo gak greget kayak TFP karena villain utamanya kurang kuat. Dia cuma villain narsis yg suka mengancam orang lain. Dulu sebelum ketahuan kalau dia villain utamanya, aku kira dia bakal lebih pintar dari ini (adegan dia ngebom villa yg ada penelitinya itu ide jahat dia yg paling oke). Akting Taecyeon juga masih biasa banget (dibanding anggota 2PM lain yg main drama : Junho & Chansung, menurutku dia paling biasa banget aktingnya). Di sini malah Bu Choi yang jauh lebih oke sebagai villain. Selain itu, TFP greget banget karena Kim Nam-gil dibuat kalah mulu di awal dan bikin penasaran kapan ya dia bisa menang lawan yang jahat.

    Kalau dari karya-karya PJB lain yg udah aku tonton, menurutku Vincenzo ini masih kalah secara cerita dibanding Good Manager, TFP & Good Doctor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!