Review Film Korea Tune in for Love (Netflix 2019)

Review Film Korea Tune in for Love (Netflix 2019) – Haeehhh… sebenarnya, saya udah agak lama nonton ini, cuma seperti biasanya karena kesibukan yang nggak jelas, baru kesampaian untuk nulisnya sekarang guys.

Oh yaa, sesuai yang saya tulis di atas, saya nontonnya di Netflix yaa. Film ini keluaran tahun 2019,  tepatnya pada 28 agustus 2019. Sutradaranya adalah Jung Ji Woo. Penulisnya ada dua orang yaitu Lee Sook Yun dan Jung Ji Woo.  Film ini berdurasi 122 menit, cukup lama ya? dua jam lebih sedikit, tapi udah biasa untuk ukuran film. Punya genre yaitu Romance. Distributor resminya sendiri adalah CGV Arthouse, tapi seperti yang saya tulis di atas, kalian bisa nontonnya di Netflix, itupun kalau kalian mau nonton. Hahaha…

Siapa Saja Para Pemainnya?

Kim Go Eun memerankan Mi Soo.

Jung Hae In memerankan Jung Hae In.

Park Hae Joon memerankan Jong Woo. Naahhh, kalau kalian tahu Lee Tae Oh yang main The World of the Married, Om ini main di sini juga.

Dan beberapa pemeran lainnya.

Sinopsis Singkat Banget Film Korea Tune in for Love

Menceritakan kisah anak remaja jadul guys. Nggak kekinian sama sekali. Tepatnya tahun 1994, mau komunikasi yangyangan juga susah gitu deh.

Mi Soo yang perankan Kim Go Eun adalah seorang DJ pada radio. Mereka sempat ketemu, pisah, kemudian ketemu kembali.

Segitu ajalah guys, namanya juga sinopsis singkat banget. Wkwkkwkw…

Komentar Review Film Korea Tune in for Love (Netflix 2019)

Kalau saya nontonnya di bioskop.

Jujur aja bakalan menyesal karena telah menyisihkan uang buat nonton film yang membosankan. Mendingnya, saya nonton di Netflix jadi agak nggak rugi-rugi banget.

Bagi saya, 2 jam yang berlalu terasa cukup menyiksa dan bikin ngantuk.

Padahal. Kalian tahulah yang main cukup populer.

Saya tidak menikmati sama sekali. Kebanyakan tarik napas panjang gitu guys pas nonton, ditunggu asyiknya di mana, susah nemunya.

Kemudian yang menyenangkan adalah di menit film ini selesai.

Wkwkwkwkkw…

Jahat banget nggak sih mimin besoksore ini? jahat yaaakk?

Saya agak mau curhat dulu soal Jung Hae In, kok dia suka banget ya main drama yang “lembek” gitu. Kenapa sih ni cowok? Saya malah suka dia pas jadi Captain Yoo di drama Prison Playbook cobaaa yaaa ampun.

Di Something in the Rain itu yaaa nggak banget kisahnya. A Piece of your Mind juga nggak banget juga ceritanya.

Hadeeehhh… wkwkwkkw.

Sorry banget, film ini secara cerita itu kayak bingung gitu saya dapet “rasanya”. Kesannya mereka asyik sendiri aja. Ide ceritanya nggak dalem, kalau buat yang lain menyentuh? Buat saya nggak sama sekali.

Pertemuan yang ceritanya nggak ngena. Perjumpaan kembali yang buat saya nggak ngena. Sampai saya mikir, kok saya susah banget gitu suka sama film yang berbau romance? Apa kabar sih hati saya ini?

Keknya ini udah lumayan sering saya bahas deh di komentar film. Kalau film korea lumayan banyak yang mengecewakan dibandingkan yang bagusnya, mereka masih sedep bikin drama. Malah bagusan film indonesia kalau saya mau bilang.

Yepp…

Sekian aja. Tulisan mimin besoksore. yeeppp… tulisan ini ada di besoksore, kalau kalian membacanya di blog/web lain, berarti web itu sudah tanpa izin main comot aja. Dengan berat hati saya nggak pernah ikhlas akan hal itu (youth.id nihh yang biasanya nyomot).

Terima kasih buat kalian yang sudah setia mengunjungi besoksore.

Eehh ada dink yang bagus dari film ini. Gaun yang dipakai Kim Go Eun bagus.

Advertisements

You May Also Like

7 Comments

  1. Sama min aku juga suka jung hae in pas main di wise prison life doang huhu padahal nungguin dia dapet peran kaya kapten yoo lagi gitu kapan yaa 😭

  2. Samaaaa.. Nonton ini habis nonton prison playbook.. High expectation dan setengah jam kemudian ganti yg lain. Mo nonton dramanya dia yg lain kok jd mikir2 ya.. Mungkin next time coba psycopath biar aktingnya lbh berwarna

  3. Maaf ya sebelumnya, tapi saya rasa menggunakan kata ‘lembek’ agak kurang tepat. Mungkin bisa dicari kalimat lain yg lebih enak. Kesannya lebih ke konotasi negatif. Saya tahu maksudnya mungkin bukan bermaksud buruk atau menjelekkan tapi saya merasa kalau presepsi bahwa penggambaran laki-laki yg ‘macho’ dan maskulin itu harus sesuai ‘standar’ agaknya sudah harus diperbarui mengingat toxic masculinity sudah banyak di bahas di media media, mungkin bisa cari tahu.

  4. Min setelah aku baca semua review dragon maupun film kok selera kita sama banget,sukak banget sama reviewnya,,mulai sekarang gua sering sering deh ngikutin saran lo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!