Penonton Drama Korea Bagian dari Kafir Seperti Kata Ustaz Abdul Somad?

Penonton Drama Korea Bagian dari Kafir Seperti Kata Ustaz Abdul Somad?

Disclaimer ; Tulisan ini hanyalah pandangan pribadi saya mengenai berita yang sedang cukup viral dimana Ustaz Abdul Somad memberikan jawaban mengenai pertanyaan, “Apa hukumnya menggemari, menyukai drama korea?”. Pandangan pribadi saya jelas mungkin banyak salah, saya pun mengaku tidak punya cukup banyak ilmu. Ini semacam sebuah keresahan di dada saja, kemudian saya tuliskan menjadi tulisan di sini.

Saya adalah penggemar drama korea, tidak dipungkiri lagi.

Tidak bisa disangkal lagi. Blog ini adalah bukti nyata bagaimana saya hadir dengan tulisan mengenai ulasan drama korea. Saya suka drama korea sejak SMP. Saat itu drama korea dihadirkan di Indosiar, kala itu yang paling disuka banget ada Full House.

Naik SMA, saya suka Goong/Princes Hours, sama, ada di indosiar juga, hanya jam tayangnya minggu saat siang hari. Waktu berjalan, saat kuliah, saya suka The Great Queen Seon Deok dan Pasta. Drama-drama itulah yang bikin saya penasaran sama drama korea lainnya. Awalnya dari TV.

Namun sekarang sudah berbeda, saya sudah 30 tahun. Cara menikmati drama korea pun berbeda, tapi, masih saja, detik ini, saya adalah penggemar drama korea.

Zaman berubah, dari DVD yang dibeli di lapak, saya sekarang nonton drama di Viu atau drakor id, bahkan Netflix. Sudah berapa drama korea saya tonton? Banyak sekali. Selama 2 tahun terakhir. Itu pun nggak berlalu begitu saja. Nggak lupa saya tulisan di sini, mungkin bisa berguna untuk orang di luar sana. Yang bahkan tidak saya kenal. Yang bahkan tidak saya tahu.

Besoksore.com lahir karena apa?

Saya memang suka menulis. Saya juga suka drama korea. Ketika nonton drama dan selesai, kadang saya bertanya dalam hari, “masa iya udah begitu saja? Saya mau bagi-bagi ke orang lain mengenai drama korea yang ada.” jadilah blog ini hadir. Usianya lebih dari 2 tahun. Usia yang muda. Namun, saya cukup sungguh-sungguh mengelolanya hingga sekarang.

Jelaslah sudah saya adalah penggemar drama korea. Maka mari masuk ke inti. Inti dari perspektif saya tentang drama korea.

Mari tanya ke dalam diri, suka korea karena apa?

Apa karena mereka sangat rupawan (para pemainnya?).

Bukan.

Karena konten mereka. Saya takjub dengan bagaimana produk budaya (drama korea) digarap. Takjub dari sisi cerita, takjub bagaimana cerita diolah, bagaimana pemain bukan sekadar rupawan tapi menjadi diri mereka yang mewakilkan karakter yang mereka mainkan.

Yap, bagi saya, drama korea adalah produk budaya yang bisa saya nikmati.

Lantas, apakah saya ikut-ikutan dengan kemungkinan kebudayaan mereka yang berbeda dengan aturan-aturan pada kepercayaan yang saya miliki?

Nggak…

Entah sudah berapa drama korea saya lihat minum-minum. Saya nggak minum-minum.

Entah sudah berapa drama korea ngomongin skandal, perselingkuhan, kawin kontrak, seenaknya kawin. Apa saya demikian? Nggak cuy… saya nggak ikut-ikutan. Saya amat menghargai hubungan yang dilegalkan agama dan negara.

Saya nggak punya pikiran untuk nggak ikut-ikutan cara hidup mereka. pilih-pilih.

Kalau saya masuk ke dalam kandang sapi. Saya tetap manusia. Bukan kandang sapi.

“Jangan suka kepada orang kafir, siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu.”

Sebagai orang yang minim sama ilmu agama. Justu poin saya bukan pada orang kafir. Drama korea bukan hanya tentang “orang yang labeli ini dan itu”.

Tapi ada manusia dengan segala kisahnya. Sama seperti saya. Sama seperti pembaca saya. Sama seperti yang lainnya. Dari cerita dalam drama korea, saya juga banyak belajar, ada saja drama medis yang saya dapat ilmu di dalamnya. Ada drama sejarah yang di mana, saya dapat pengetahuan bagaimana sejarah lama mengantarkan manusia pada peradaban sekarang, bagaimana perjuangan perempuan menjadi raja.

Ada drama korea tentang perselingkuhan, tapi apakah lantas saya membenarkan perselingkuhan? Nggak cuy. Saya malah lebih diberi “pandangan yang sedikit lebih luas” bukan hanya tentang benar dan salah. Bahwa banyak kemungkinan bisa terjadi dalam kisah keluarga. Dan perselingkuhan adalah kondisi di mana kesenangan sementara akan melukai banyak orang. Bahkan pelakunya.

Ketika nonton drama korea yang mengisahkan keluarga. Terkadang saya melihat nilai di dalamnya, bagaimana drama korea bisa begitu menyentuh hati saya. Bukan sekadar mencari hiburan semata.

Diam-diam saja juga berharap…

Lewat tulisan yang ada di sini. Saya berharap bisa menyelamatkan para pembaca dari drama korea yang nggak bagus. Menyelamatkan waktu mereka yang berharga. Sederhana banget keinginan saya.

“Jangan ditonton lagi itu sinetron-sinetron korea, rusak. Nanti pas sakaratul maut, datang dia ramai-ramai. Apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita tengok, akan datang di sakaratul maut.”

Akankah saya lihat So Ji Sub guys? Hehehe…

Saya Mau Ngutip boleh kan? Pada salah satu buku yang saya baca. Ini bukunya,,,

Kalau ada yang menyebut saya kafir, saya senang, berarti saya goblok. Makanya tiap hari, tiap malam saya selalu mengatakan ihdinashiratal mustaqim, itu perintah Allah,dan Allah tahu bahkan kita tidak sesat pun, masih saja sesat. Orang hidup seperti itu, enak, tidak uring-uringan.

Benar yang sejati adalah yang kita cari bersama-sama dan cari selama hidup. Hanya mencari, ketemunya ya moga-moga, Allah juga tidak menagih kita untuk menemukan. Pokoknya kita cari terus, dan terus begitu.

MUI bilang di, UAS nggak bilang Penonton Drama Korea Kafir. Di sini beritanya.

Kalau pun iya, dikatain saya kafir. Maka nggak masalah. Bahkan Nabi pun pernah mengakui bahwa dia adalah orang yang zalim pada dirinya sendiri.

Maka saya orang yang penuh dosa ini hanya bisa meminta pelindungan dan kasih sayangNya. Di sisi apapun.

Rasulullah bahkan pernah tanya ke orang yang ditemuinya.

Kamu islam bukan? Dijawab bukan.

Kamu punya saudara islam? Punya teman masuk islam? Dijawab tidak.

Pernah dengar islam? Dijawab. Ya. Tapi tidak paham.

Pernah dengar nama Muhammad? Sesekali di pasar jawabnya.

Kamu benci tidak? Dijawab, tidak benci, tidak suka.

Tapi kenal nama Muhammad? Dijawab ya. Pernah dengar.

Terus diteruskan begini…

Ya sudah,mudah-mudahan Allah menerima kamu. Karena kamu pernah mendengar nama Muhammad.

Nahh Rasulullah saja masih cari alasan untuk orang masuk surga.

Semoga, kamu dan saya adalah orang yang luas hati dan pikirannya. Dibukakan pintu ilmu ketika nonton drama korea. Mampu mengambil yang baik dan banyak belajar pada apa yang buruk. Semoga pula, saya nggak hanya belajar hitam dan putih kehidupan, hidup banyak warna bukan?

Tulisan ini. hanya tulisan orang yang sering nonton drama. Nggak makan bangku sekolah tinggi-tinggi. Tidak cendekiawan seperti UAS.

Sungguh saya menghormati UAS, terima kasih atas sarannya.  Penggemar drama korea ini hanya bisa tersenyum di balik tulisannya….

 

Advertisements

7 tanggapan untuk “Penonton Drama Korea Bagian dari Kafir Seperti Kata Ustaz Abdul Somad?

  • 14/09/2019 pada 12:14 PM
    Permalink

    Lagi rame tentang ini, ya mau gimana lagi kalau udah bahas bawa bawa agama. Tapi ya meski kita bilang ini itu pun ya tetap gitu, intinya jangan sampe kebawa arus. Entah nonton drama korea jepang thailand dan lain lain. Ah sudahlah

    Balas
      • 15/09/2019 pada 1:56 PM
        Permalink

        hehe..berarti tua-an ane,, pertama liat drakor glassshoes yg maen babang so ji sub wktu msh muda bgt hehe. buntut ane 2 tetep aja suka drakor ( pilih2 jg sih hehe)

        drakor menyeimbangkan kewarasan ane ditengah hiruk pikuk aktivitas sehari2 haha.. ane berkrudung, ngaji oke, drakor 3x sepekan.. ini hiburan ane tadz,, berhibur kan tiada salahnya.. hiburanny jg indah koq hehe…

        Balas
  • 14/09/2019 pada 10:02 PM
    Permalink

    halo kak, tujuan web ini dibuat hanya sekedari hobi ya ? kenapa kakak gak berencana menjadi hobi ini sekaligus mendapat uang ? seperti menambahi bumbu seo dan ads.

    Balas
    • 15/09/2019 pada 5:34 AM
      Permalink

      fokus pada hal menyenangkan saja.
      ads??? ada kok. nggak kelihatan??

      seo? nggak saya pikirin. nulis ya nulis

      Balas
  • 16/09/2019 pada 8:56 PM
    Permalink

    lagi viral?? aku malah baru tau dari sini, akibat gak punya akun medsos kali ya jadi kudet wkwkwkwk

    nonton drakor jadi kafir?? menurut ku gak juga. dengan ilmu agamaku yg dangkal ini aku setuju sama pendapat mimin. kita kan tidak ikut2an dengan di drama seperti minum2 alkohol makan makanan haram dll yg di larang agamaku. justru aku malah belajar sesuatu yg gak diajarkan di sekolah. saat nonton drama detektif contohnya. aku ikutan mikir gimana caranya memecahkan kasus2nya. atau nonton drama medis aku jadi tau istilah2 dunia medis yg gak aku tau, dan masih banyak lagi pelajaran yg aku dapatkan dari nonton drama korea. jujur memang drama korea gak semuanya bagus ada yg “gitu2” tapi aku kan gak nonton hehehe

    menurutku nonton drama korea lebih banyak faedahnya dari pada mudarat nya

    btw untuk video ust UAS aku belum nonton wkwkwk

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat