Oh! Master (2021): Drama Romance Rating Rendah Sesuai dengan Kualitasnya

review oh master

Oh! Master (2021): Drama Romance Rating Rendah Sesuai dengan Kualitasnya

Jleb.

Mak jleb.

*Kesan pertama seperti profil, sinopsis, dan cast ada link bawah.

Oh! Master bahkan pernah diganjar dengan rating 0.9% saja. Tidak kaleng-kaleng rendahnya. Padahal ada ironi yang jelas, drama ini tayang di stasiun TV nasional MBC yang mana banyak orang mungkin sedang ditonton TV dibandingkan nonton TV.

Paham ‘kan? TV nyala terus orangnya malah sibuk sama hal lain.

Padahal, ada Lee Minki di dalamnya. Nyatanya, sebagaimanapun kualitas aktor yang baik. Jika tidak didukung oleh kualitas ide cerita yang baik. Maka hasilnya tidak terlalu baik juga.

Awal Mula

Awal mula, drama ini membuka kisah pada cerita benci-bencian. Penulis yang tidak terlalu suka dengan aktris, namun kebersamaan mereka dalam satu rumah nyatanya membangun benih-benih kangkung cinta.

Kenapa kangkung?

Karena kangkung tumbuhnya cepet.

Penulis Han Bisoo yang diperankan oleh Minki menjadi sangat-sangat bucin pada karakter yang diperankan oleh Nana.

Sangat bucin.

Dan keduanya saling membucini.

Akhirnya drama jatuh pada atmosfer yangyangan yang sangat menjenuhkan. Sumpah deh!!! Daripada model begini, sekalian saja jadi asmara yang MEMBARA *pasang emot api.

Serba Tanggung

Pembangunan konflik dalam drama terasa nanggung dan artifisial.

review oh master
sumber : asianwiki.com

Keadaan Han Bisoo yang nyatanya dipanjangkan umurnya demi menemai sang Emak yang sakit nyatanya nggak nyampe ke saya sebagai penonton. Harusnya jadi kisah yang sedih sebagaimana perpisahan adalah suatu momen berharga.

Kisah cinta pemain tambahannya pun ikut-ikutan nanggung juga.

Gagasan adanya romance cenderung klise dan nggak ada keunikannya.

Sangat-sangat garing.

Hati Hayati yang merindukan romance dengan segala keindahannya selain Yangyangan pun pupus sudah.

Akhirnya

Saya nggak mau ngomong panjang.

Eh ngetik maksudnya. Untuk kesimpulan sudah jelas ada di judul.

Oh! Master adalah drama yang Oh! Gini Doang.

Alurnya sangat menjengahkan dan menjengkelkan. Tidak jelas tujuannya apa ada hal-hal seperti itu. pada kenyataanya, orang-orang yang nonton di episode awal akan sangat merasakan bahwa drama ini sangat “nggak apa-apa kalau ditinggalkan”.

Saya yakinkan demikian.

Sampai akhir pun tidak masalah kalau kalian nggak nonton juga.

Sayang sekali. Padahal Lee Minki sudah pernah pacaran sama artis dalam drama sebelumnya. Pernah terlibat cinta dengan perempuan satu rumah dengannya juga.

Secara ide cerita, drama-drama Lee Minki sebelum ini jauh lebih baik. Duhhh Maseeee nanti pilih-pilih drama yang lebih bagus gitu.

Ini klise sekali. Kenapa kamu malah milih drama kayak begini wahai Minki. *ingin kuteriakkkk….

Tapi ya sudahlah.

Drama sudah selesai 16 episode yang sebenarnya sangat-sangat pemborosan untuk cerita yang begitu-begitu saja.

Meski kisah cinta dalam drama ini kisseunya sampai kedenger suaranya.

Tapi mian, ide kisahnya. Jauh dari bagus.

Inilah mengapa TV nasional mulai kehilangan “taringnya” dibandingkan kisah drama di TV kabel. Masa masih nggak move on juga sama model cerita yang seperti ini.

Dahla dahla.

Sekian saja ulasan saya.

Yang mau trakteer alias kasih THR buat mimin bisa di sini.

Terima kasih telah membaca. Selamat hari raya juga. Selamat hari kenaikan Isa Almasih juga. Semoga kita senantiasa sehati di kala Pandemi.

Woyaahh ditulis dengan semangat karena abis makan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!