Komentar Novel Metropop The Architecture of Love

Komentar Novel Metropop The Architecture of Love

Komentar Novel Metropop The Architecture of Love

Di postingan kali ini saya mau berbagi pengalaman membaca novel kategori metropop dari gramedia. Sebelum membahas tentang novelnya, saya iseng-iseng  mencari tahu tentang apa sih metropop itu? apaan? Dan dengan melihat padanan kata yang sepertinya terdiri dari “metro” dan “pop” maka saya artikan seperti ini: metro, emmm… kehidupan metropolitan? Dan pop? Populer kah? CMIIW. Kesimpulan yang saya buat adalah novel populer dengan kehidupan orang-orang metropolitan.

Nahhhh setelah saya cari informasi tentang metropop di google, kurang lebih saya dapat pencerahan seperti berikut:

  • Novel metropop adalah semacam chiclit tapi dibuat oleh penulis Indonesia.
  • Karakter protagonis “nyaris sempurna” dengan kehidupan karir, keuangan yang sudah mapan. Begitupula dengan fisik yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.
  • Kekinian dengan kehidupan masyarakat urban. Setting tempat merupakan tempat perkotaan baik di Indonesia atau di luar negri sekalipun.
  • Ngomongin cinta.
  • Bukan bacaan yang berat.

Kurang lebih begitulah.

Berawal dari seperti biasanya saya memilih buku-buku yang mau dimasukan ke dalam keranjang belanjaan dan bingung mau beli apa. Akhirnya saya klik buku-buku terlaris dan masih terbitan baru. Ketemulah saya dengan The Architecture of love karya Ika Natassa. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada bulan juni 2016 dan saya beli pas tanggal 30 juni 2016. Eh setelah dilihat, saya dapat buku dengan cetakan ketiganya. So, artinya buku ini sangat laris. Peminatnya banyak. Belakangan saya juga tahu kalau buku ini ditulis dengan menggunakan polling yang diadakan di twitter, jadi pembaca diajak penulis untuk menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya melalui polling yang diadakan di jejaring sosial twitter.

Mungkin berbeda dengan kebanyakan pembaca novelnya Ika yang punya antusiasme saat membeli dan tentunya punya ekspektasi, bahkan mungkin nge-vote juga di twitternya. Saya asli blasssss, polos. Beli ya beli aja, sekedar “ingin tahu” tulisan Ika Natassa yang laris manis itu.

The Architecture of love karya IKA NATASSA

Format : Soft Cover
ISBN : 6020329267
ISBN13 : 9786020329260
Tanggal Terbit : 14 Juni 2016
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 304
Dimensi : 135 mm x 200 mm

 

HARGA ASLI SEBELUM DSIKON ALIAS HARGA TOKO 84.000 (ehhh sumpah deh buku terbitan gramedia makin mahal aja sih??? Buku Tere Liye yang belum terbit dengan judul MATAHARI harganya 88.000. Harga novel sudah masuk lebih dari 80K??? Bukan harga yang murah untuk saya.

Ini deskrisinya (saya ambil dari web tempat saya biasa jajan buku).

New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron`s You`ve Got Mail hingga Martin Scorsese`s Taxi Driver, New York bahkan bukan sekadar setting namun tampil sebagai “karakter” yang menghidupkan cerita.

Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.

Raia menjadikan setiap sudut New York “kantor”-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik-dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita.

Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.

 

Protagosisnya? Seorang penulis terkenal yang bukunya laris manis bernama Raia. Ia kesulitan menulis setelah bercerai dengan suaminya Alam. Di pesta tahun baru ia bertemu dengan River, seorang arsitek yang suka menggambar gedung-gedung di NY. River seorang duda yang ditinggal meninggal oleh istrinya, jauh-jauh ia tinggal di NY bersama dengan adiknya Aga untuk menenangkan hatinya yang masih bersedih kehilangan istrinya mendadak dalam suatu kecelakaan mobil.

Intinya dua orang yang punya luka masing-masing, NY mempertemukan mereka, saling mempelajari karakter masing-masing saat menghabisakan waktu bersama di NY dan jatuh cintalah mereka.

Dua paragraf saya di atas nggak terlalu spoiler kan? Kan? Kan?

Terus gimana? Novelnya bagus? Bagus kok bagus. Tapi tetap saja kategori “metropop” bukan kesukaan saya. Okelah untuk selingan, nggak perlu mikir keras.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga yang mahatahu. Karena kebanyakan lokasi ceritanya di NY, wajarlah kalau penggunakan percakapan dalam bahasa inggris ada di mana-mana. Nah ini sebagai narator, Ika juga pakai bahasa inggris dimana-mana. Yaaaaa penggunaan Indo-English yang sangat-sangat akut. Lebih akut daripada novel Gelombang Dee Lestari.

Karena River seorang arsitektur yang jago gambar dan Raia seorang penulis terkenal, saya kok jadi ingat Kugy sama Keenan di Perahu Kertas ya? nggak nyama-nyamain kok, kan memang sangat-sangat berbeda. Di metropop, pemeran utama sudah melampaui karir mereka, sedangkan Kugy dan Keenan masih “membangun”. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa saya tidak meletakan genre metropop ke dalam “kesukaan”. Walaupun selama ini saya tidak pernah masuk dalam garis keras genre manapun ya. Saya selalu mencoba menikmati genre apapun yang dibaca, bahkan buku anak-anak. Beberapa komentar yang saya baca di goodreads pun ada yang bilang kalau metropop kurang membumi. Mungkin karena menggambarkan kesempurnaan di sisi-sisi krusial kehidupan manusia ya?

Salah satu juga yang membuat saya tertarik membaca novel ini adalah karena New York. Salah satu kota yang ingin saya kunjungi, nggak tahu kapan ya bisa kesana? Ika dalam novel The Architecture of Love kali ini membuat saya jalan-jalan di NY. Hehehe. Gara-gara nonton film Little Manhattan, saya jadi pengen-pengen banget suatu hari bisa ke Manhattan.

Novel ini layak baca?? Layak. Harganya aja kemahalan cinnn….  tapi masih bisa diakali dengan beli online, kan dapat diskon. Atau minjem.

Komentar Novel Metropop The Architecture of Love

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!