Ulasan The Witcher Musim Kedua (2021)

Ulasan The Witcher Musim Kedua (2021) – Selamat natal saudara-saudaraku yang merayakan. Semoga dalam kehidupan yang damai dan dilimpahkan rizki yang baik.

Kali ini. Saya mau ngebahas salah satu series yang kehadirannya telah lama saya tunggu.

Setidaknya, menunggu sebuah series di netflix tidak separah menunggu jodoh. Wkwk.

Kalau mau baca tulisan tentang musim pertamanya https://besoksore.com/review-the-witcher-season-1-netflix-original-2019/di sini yak!!!!

Kembali ke seriesnya.

Kembali ke Pelukan Netflix

Saya mau jujur aja. Saya putus langganan netflix beberapa bulan ini. Buanyak sekali drakor original Netflix yang tentunya belum saya ulas.

Bisa aja saya nonton di tempat lain. Cuma kalau kebiasaan nonton di tempat legal dengan kemudahannya kemudian harus ribet sana sini dengan kualitas gambar dan sub yang kurang enak. Cukup mengganggu saya buat nonton.

Dengan uang seadanya di gopay. Saya pun langganan netflix lagi.

Nggak mikir lama. Saya mau nonton The Witcher Musim Kedua.

Hasilnya? Komentarnya? Ah Nanti Dulu, Mau Kasih Gambaran Dikit

Masih bagus banget. Dengan sedikit “peperangan” karena lebih banyak dialog-dialog panjang.

Pada musim pertama tentang bagaimana tumbuhnya Yennefer sampai jadi penyihir yang cantik dan andal, pada musim kedua Yennefer kehilangan kekuatannya, ia menjadi gadis dengan kemampuan melawan secara manual dan kepalanya.

Fokus kini banyak dibagian Gerald dan Ciri yang kini bersama. Bagaimana Ciri dengan kemampuannya yang tidak pernah diasah ada di kalangan pasukan Gerald dan kawan-kawannya.

Setelah pertarungan besar di musim pertama, Yennefer jadi tawanan, meski akhirnya bertemu kembali dengan Gerald yang saat itu bersama dengan Ciri.

Guys, saya sampai cari-cari tahu tentang silsilah Ciri. Ciri memang anak dari Pavetta (Ibunya) dan juga Emhyr var Emries (Bapaknya). Namun, Ciri juga adalah anak takdir dari Gerald.

Bagaimana Gerald melindungi Ciri dan menatapnya itu udah kayak pelindung sejati. Gerald biasanya merendahkan tubuhnya sesekali ketika bicara dengan Ciri yang sedang duduk. Menatap sambil memberi wejangan.

Ciri tetaplah Ciri yang lebih banyak tidak tahu tentang dirinya. Seperti yang dijelaskan di musim pertama, sekalinya Ciri teriak, bumi bisa retak sampai mengeluarkan monster. Di musim kedua pun sama saja.

Gerald kalau dilihat-lihat makin mirip dengan Ciri di banyak momen.

Gerald tahu siapa prioritasnya, Makanya dia bisa melakukan apapun pada Yennefer.

Saya Masih Suka!!!!!

Adegan nananina nggak separah di musim pertama.

Musim pertama nampak lebih waah dengan semua kelengkapannya sebagai karya dengan konflik yang bikin penasaran, karakter yang kuat dan juga teknik editing dan pengambilan gambar yang ciaaamikkk.

Musim kedua semacam penggambaran lebih jelas soal cerita. Untuk “war” dalam series belum benar-benar terjadi. Karena peran kunci yaitu Ciri yang dicari tiap klan sedang dalam masa pertumbuhan oleh ayah dan ibu asuh mereka.

Meski demikian, tensi ketegangan dan pengen tahu cepet-cepet masih sangat saya rasakan di musim kedua.

Masih suka?

Jelas.

Masih mau nunggu?

Penonton nggak punya pilihan nih.

Saya nggak mau fafifu wasweswos banyak-banyak

Jujurly, nonton series fantasi yang panjang, menegangkan, modern dengan segala efeknya. Saya demen banget. Level drakor belum sampai sini. Tapi tentu saja tiap series dari manapun punya identitasnya masing-masing.

Buat kalian yang suka sama cerita-cerita fantasi. Sumpah!!!! The Witcher sangat sayang untuk kalian lewarkan begitu saja.

Ada satu lagi yang baru saya tahu. Kalau Anya yang memerankan Yennefer, dia adalah keturunan India. Bapaknya orang india. Pada salah satu fotonya di IG, dia cantik banget kayak perempuan india.

Kesimpulan Ulasan The Witcher Musim Kedua (2021)

Saya demen.

Dan harus nonton musim ketiga dengan sabar.

Semoga saya panjang umur.

Hehehe.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih.

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!