Review The Witcher Season 1 (Netflix Original 2019)

Review The Witcher Season 1 (Netflix Original 2019) – Huaaahhhh… lama nggak nulis di sini. Ini langsung cusss aja ngomongin salah satu serial original dari Netflix. Yeeeppp… entah kenapa, nonton drakor lagi satu dan dua biji aja. Hayati kadang lelah gitu. Ini juga dibarengi sama nonton anime di neflix.

Saya nonton ini per januari 2020. Baru aja selesai nonton di hari tulisan ini dibuat. Dibutuhkan 3 hari saja untuk nonton 8 episode pertamanya dan ternyata nonton cussss… tanpa di skip. Bener-bener menikmati sekali. Btw, nanti kapan-kapan saya mau ngomongin anime juga. Duhhh hayati yang hatinya lemah ini, nonton anime aja nangis coba. Hahahha.

The Witcher muncul original di Netflix pada 20 desember 2019.  Bergenre fiksi bertabur kekuatan magis, kerajaan, dan orang-orang aneh.

Para pemainnya ada Henry Cavill yang memerankan Gerald dari Rivia. Freya Allan sebagai Putri Ciri dan Anya Chalotra sebagai Yennefer. Mereka adalah tiga tokoh utama di musim pertama.

The Witcher ini menceritakan tentang apa?

Tentang kegaduhan satu kerajaan dan kerajaan lain. Dunianya emang beda, banyak penyihir, monster, dan manusia nggak jelas. Manusia biasa pun ada.

Tapi, awalnya tentang runtuhnya suatu kerajaan yang diserang kerajaan lain. Keturunan garis asli hanya seorang putri bernama Ciri. Neneknya yang sekarat menyuruh Ciri untuk mencari pria bernama Gerald dari Rivia.

Gerald sendiri hidup dari satu tempat ke tempat lain, ia menangkap monster dan mendapatkan uang dari sana. Hingga ia pernah menjalin asmara dengan seorang penyihir yang sangat ingin sekali punya anak bernama Yennefer.

Yang menarik dari Yennefer adalah dia dulunya dijual oleh ayahnya lebih murah dari anak babi. Yennefer dulunya bungkuk dan wajahnya miring. Dengan bantuan sihir, ia menjadi cantik dan berpostur bagus. Sayangnya, dia membayar mahal semuanya dengan membakar rahimnya untuk dibuat tinta demi kelahiran barunya.

Komentar Review The Witcher Season 1 (Netflix Original 2019)

Netflix itu memang banyak nggak baiknya ya?

Nggak baik buat kesehatan. Wkwkwkkw.

Karena abis nonton yang satu, saya pengen nonton yang lainnya.

Nonton episode sampai 8 doang, baru kayak cerita opening gitu guys. Tuhan, nggak paham lagi deh saya harus berapa lama untuk nunggu nonton kisah selanjutnya.

Series ini berjalan dengan episode yang lompat-lompat.

Anehnya, saya masih betah aja nonton. Hingga saya paham sebenarnya cerita beralur ke arah mana. Mulai di episode 3, saya bener-bener tercangang akan aksi yang ada di dalam series ini. sumpah. Saya nggak kedip kayaknya.

Buat kalian yang belum nonton. Saya sangat merekomendasikan. Hanya saja. akan sangat lama kalian nunggu musim keduanya. Hahahhaha…

Dan demi apa dong? Saya nungguin Kingdom aja belum masuk Netflix juga.

Btw, ke depannya. Saya bakalan jarang update. Karena kesibukan dan alasan kesehatan. Terima kasih untuk yang selama ini sudah mendukung besoksore. Hingga sejauh ini, saya masih tetap setia nulis di sini.

Kadang, pengen cerita bagaimana blog ini awalnya lahir. Hal apa yang menuntun saya hingga bisa mengisi blog ini sampai hampir di tahun ketiganya. Sedangkan, zaman sekarang sudah banyak orang nggak suka ngeblog. Nanti kapan-kapan kalau ada waktu saya tulisa di sini.

Buat yang mau baca tentang netflix dan langganannya. Kamu bisa baca di tulisan yang ini.

Sekali lagi. Saya harus banyak terima kasih sama pembaca di sini. Baik yang diam, kontak di komentar atau japri. Semua saya baca. Terima kasih.

Advertisements

You May Also Like

4 Comments

  1. Temen kemaren nyaranin nonton ini min. Belum dicoba. Eh disini di review. Oke deh besok nyoba nyicip dulu hehe

  2. setujuuuu bgd buat reviewnya krn ini film emang keren bgd…. ga bisa ke skip dikit, jadi bener2 harus fokus nontonnya, rekomen buat stay at home. please jangan telat update review ya sis klo season 2 nya udh tayang. xixi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!