Ulasan Drama Korea Youth of May (2021)

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Youth of May (2021)

Ulasan Drama Korea Youth of May (2021) – Satu-satu nih. Sesuai sama yang saya bilang kemarin. Tapi untuk Law School belum kelar yaa. Soalnya saya nontonin dengan jeda yang lumayan lebar. Maklum bukan drama yang ringan gitu.

Nahh kali ini mengulas drama yang tayang 12 episode saja.

Gimana sampai akhir?

Buat teman-teman yang belum baca kesan pertamanya ada di tulisan di bawah yaaa. Tentang profil drama dan cast semuanya ada di sana. Tulisan ini hanya lanjutannya saja.

Mainnya Gercep Banget Nih

Gerak cepat sekali menuju eksekusi. Misalnya di episode 2 sudah ketahuan kalau Kim Myung Hee menggantikan temannya Lee Soo Ryeon untuk melakukan kencan buta.

Di episode 2 sampai 4 malah menunjukkan gelagat naksir untuk karakter Hwang Hee Tae, nggak peduli kalau sebelumnya sudah dikibulin.

Beda sama drama sejenis lainnya yaa? Biasanya ada kisah marah-marah gitu setelahnya.

Di episode 4 juga sudah kelihatan bahwa peran orangtua sangat dominan pada anak-anak ini. Hingga memaksa mereka untuk melakukan tindakan yang lebih serius lagi ke hubungan menuju pernikahan.

Duuhh yaaa apalagi Bapak Hwang Ki Nam. Nggak jadi orang Korea Utara di Crash Landing on You, atau di sini sama-sama aja galaknya.

Sampai segini aja yaa sedikit spoilernya.

Hwang Hee Tae Bisa Bikin Pipi Jadi Merah

Bagaimana tidak? Diluar parasnya yang tampan. Hwang Hee Tae setidaknya mampu menempatkan posisinya untuk tidak cepat-cepat mengambil keputusan gegabah. Bumbu-bumbu bucin sudah kelihatan di awal.

Kalau saya jadi Kim Myung Hee. Pasti sudah sangat meleleh. Bahkan kalau diciptakan jadi kapur barus. Langsung ilang dipojokan tidak berbekas.

Ada karakter yang ia nampakkan sangat berbeda dengan anak-anak orang kaya lainnya. Setidaknya dia punya prinsip. Jadi poin yang beda aja menurut saya.

Selain Romansa, Youth of May adalah Tragedi

Bibit tragedi sebenarnya ada dari awal.

Ada kesenjangan secara gonjang-ganjing dunia politik dan bisnis. Kita diperkenalkan di awal bahwa ada karakter drama yang seorang aktivis, menentang keras ketidakadilan tapi dia juga anak orang kaya. Siapa dia? Lee Soo Ryeon.

Bagaimana dia dijodohkan juga mengandung muatan kepentingan-kepentingan. Sampai ia mendapatkan tekanan dari Pak Nam juga bisa dibilang tragedi.

Melakukan langkah besar dalam hidup tanpa kesadaran diri namun justru karena paksaan adalah tragedi.

Belum lagi soal keadaan Kim Myung Hee yang berbeda terbalik dengan kondisi ekonomi temannya dalam keluarga Lee. Eehhh malah ditaksir sama Nam Hee Tae.

Ada batu sandungan di awal. Jelas terasa.

Kalau ngomongin kehidupan si miskin dan si kaya. Duhhlah kita sama-sama tahu kenyataannya kayak gimana.

Harta, tahta… *isi sendiri.

Latar Belakang dan Cinematografi yang Oke Banget

Suka. Tone warna dalam pengambilan gambar bikin demen.

Logat mereka unik. Menyenangkan di telinga. Lucu juga.

Masalah gaya berbusana dan berdandan juga mantep bener. Kalau ada yang keriting-keriting dengan lipstik merah menyala. Saya jadi ingat foto Emak saya di tahun 80an. Segala hal yang merepresentasikan tahun 80an begitu mewakili. Bahkan keadaan politik di eranya yang menjadi bumbu dalam kisah.

Kalau kalian baca-baca ulasan film di besoksore. Pasti kalian sering baca film dengan era tahun 1980an. Pada zamannya, banyak kejadian-kejadian yang emang layak dikisahkan dalam genre apapun.

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Youth of May (2021)

Ternyata dijadikan bumbu di kisah romansa juga cukup baik.

Daripada yang Manis-Manis Doang

Youth of May (2021) lebih enak untuk dinikmati. Meski bila dilihat dari lika-likunya, cukup getir sekali.

Ada perbedaan kasta yang selalu menghantui dimanapun zaman kita hidup.

Secara seseluruhan, Youth of May (2021) menawarkan sesuatu yang lain selain kisah cinta.

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Youth of May (2021)

Terlepas bagaimanapun kisah dieksekusi sampai akhir. Youth of May (2021) memberikan pengalaman nonton drama yang berbeda, dilihat dari latar belakang, bahasa (dalam hal ini logat), dan bumbu yang mengiringi kisah cinta mereka.

Daripada yang hanya manis kemudian hilang. Drama romansa seperti Youth of May (2021) lebih menyentuh.

Penokohan cukup berimbang dan karakter dalam drama juga berkembang. Ada pergolakan yang unik mengingat tahun 1980 bukanlah tahun-tahun yang mudah jika dilihat dari latar belakang sejarah.

Poin yang bagusnya lagi adalah para pemain cocok memerankan peran masing-masing. Juga kerjasama mereka juga bagus.

Pada tatapan Kim Myung Hee saja kita bisa melihat kalau hidupnya tidak mudah. Pada tatapan Hwang Hee Tae, kita juga bisa melihat cinta yang membara.

Gimana?

Kalian sudah nonton?

Buat yang mau trakteer mimin bisa di link yang ini.

Terima kasih sudah membaca. Sampai ketemu di ulasan lainnya.

You May Also Like

6 Comments

  1. Saya setuju semua min sama reviewnya mungkin tambahan dari saya pribadi :
    1. Karakterisasi dan dinamika 2 tokoh utamanya saya suka sekali. Coba kalau begini : cowok kaya sok cool yang tiba2 bucin & suka maksain kehendak bertemu cewek miskin baik hati & polos tapi hobi teriak2 & bawel. Sudah pasti auto blacklist dari tontonan saya wkwk
    2. Dari segi cerita, penulis & sutradara paham apa yang mau diceritakan & mau dibawa kemana ceritanya. Definisi romance berbalut tragedi yang menyatu dgn baik. Karena kebanyakan suka jadi genre nanggung. Terus jadi kayak air & minyak, beriringan tapi ga menyatu.

  2. Biasanya nonton drama romance gak seantusias ini. Awalnya gara gara castnya, nonton gak ya? Romance soalnya.
    Habis itu baca kesan pertama di sini, dramanya berhasil mengambil hati mimin. Ayolah nonton.
    Bagus banget emang. Pertama kalinya nonton drama genre romance sampe nangis. Biasanya, yaudahlah, gitu doang?
    Aktingnya mbak Minsi top pokoknya 👍

  3. sampe sekarang belum kepingin nonton, padahal suka sama pemainya. si adek kaka di sweet home. belum berselara. tapi setalah baca review mimin kayanya besok mau nonton deh haha

  4. Drama yang indah. Walau akhirnya sedih, tapi betul2 mewakili perasaan banyak orang yg kehilangan org2 terkasih mereka yg bahkan sampai sekarang belum ditemukan karena peristiwa kelam itu(setiap menonton drama sejarah, saya selalu tertarik untuk menggali informasi selengkapnya😁). Setelah sekian lama, baru ini saya menangis terharu menonton sebuah drama. Dan dalam drama ini saya menemukan ‘tatapan mata yang berbicara lebih dalam dari kata2’, salah satu poin penting yang bisa membuat saya berhenti menonton sebuah drama jika saya tidak menemukannya dari para tokoh utamanya😄😄😄

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!