Ulasan Drama Korea Voice 4 (2021)

Mencicipi Drama Korea Voice 4 (2021)

Ulasan Drama Korea Voice 4 (2021) – Sudah sekitar satu mingguan lebih semenjak tulisan ini keluar, sebenarnya saya sudah selesai nonton drama korea Voice yang keempat.

Mencari waktu nulis sebenarnya ada aja. Tapi badan keburu capek. Mau lanjut nonton drama lainnya tapi nanti dulu.

Sebab saya mau ujian. *nanti saya tulis di tulisan terpisah.

Selesai di 14 episode. Voice 4 memang sudah berlalu rampung pada 31 Juli 2021. Dengan mengangkat sedikit kisah Kang Center yang mengalami guncangan setelah ditinggal rekannya.

Sebenarnya Kang Kwon Joo Ini Malang

Kita sama-sama tahu, di Voice yang pertama. Detektif yang diperankan oleh Jang Hyuk meninggalkannya.

Setelah perjalanan panjang di Voice 2 dan 3 bersama Detektif Do Kang Woo dengan masa lalu yang rumit dan kepribadian yang rumit. Kang Kwon Joo pun ditinggal mati.

Kali ini, ada PTSD yang dialami oleh Kwon Joo.

Ada sentuhan yang cukup menarik di awal mengenai orang yang menjadi “saingan” dari Kang Kwon Joo.

Penasaran pada awalnya.

Namun….

Mungkin Saya Kelelahan

Saya nggak bilang dramanya buruk.

Tapi barangkali saya merasa lelah mengikuti drama sejenis dan rasa “penasaran” yang kian kendur. Voice 4 sebenarnya memberikan sedikit sentuhan yang berbeda dengan Voice 3 dan 4. Hanya saya, di awal-awal seperti kembali seperti di Voice pertama. Yang mana ada kasus-kasus tiap episode dan menunggu untuk diselesaikan.

Tensi dan atmosfernya masih sama seperti yang sudah-sudah.

Banyak komentar positif membanjiri drama ini.

Mungkin, sebagaimana yang kalian tahu, pertengahan tahun ini bukan tahun yang ringan buat saya. Ada semacam prioritas tersendiri. Sehingga saya nggak terlalu “asyik masyuk” dengan fokus pada drama.

Ndilalah, Voice 4 menjadi yang diikuti.

Kang Kwon Joo dan Suaranya

Awalnya saya nggak terlalu “ngeh.”

Kelebihan dari seorang Kang Kwon Joo benar-benar memberikan kemudahan pada Tim.

Saya menyadari sesuatu di musim. Kalau Kang Kwon Joo bicara, kadang kayak tersengal-sengal. Meningatkan saya dengan Bung Karni Ilyas. *mianhae.

Pendapat pribadi, kadang ikut capek aja dengernya.

Kabar baiknya, Kang Kwon Joo diberikan “peluang” dengan kisahnya.

Maklum, saya melihat Lee Hana di drama lainnya tidak terlalu “memukau”. Saat menjadi cameo dalam A Piece of Your Mind, aktingnya terlalu biasa untuk orang yang sudah pernah main drama sekaliber Voice.

Kehadiran Song Seung Heon

Besar harapan saya melihat sosok Jang Hyuk kembali.

Mungkin semacam cinta pertama. Oleh karenanya kehadiran Jang Hyuk begitu berkesan di hati. Berbeda dengan 2 aktor setelahnya. Padahal Voice 2 dan 3 dimainkan oleh aktor utama yang sama.

Hati ini, barangkali masih tertambat pada masa lalu.

Kehadian Song Seung Heon tentunya memberikan “masalah” baru. Adiknya meninggal di episode-episode awal. Polanya sama kayak voice yang pertama.

Apa sulit sekali menghadirkan Jang Hyuk kembali yaaa?

Mencicipi Drama Korea Voice 4 (2021)

Meski Demikian Voice 4 Masih Menarik Untuk Diikuti

Bicara soal kekerasan.

Bicara soal isu-isu.

Saya masih ingat nonton di musim sebelumnya, dimana korban pelecehan sangat ketakutan saat pelaku akan dibebaskan. Yang orangtuanya jualan ikan itu lhooo.

Mendadak saat melihat kasusnya Saiful Jamil, saya mengingat beberapa bagian pada episode Voice yang telah berlalu.

Bahwa, perasaan traumatis pada korban, menjadi hantu yang bisa menghantui mereka kapan saja. Mendengar nama pelaku yang disebut bak pahlawan kayak Saiful Jamil, mungkin betapa sakit hatinya perasaan korban dan keluarga.

Dikit membahas kasus kekerasan model beginian yaa.

Bahwa seringkali narasi yang dibuat media dan kepolisian menyudutkan korban. Menjadi penyitas dari kekerasan, bukan perkara mudah. Kemudian dunia di luar seolah terbalik.

Suka ngeri sendiri kalau baca berita.

Ada semacam pelipur lara dari dari catatan drama pada drama Voice. Bahwa kisah yang mereka bawa sedikit banyak tentu saja terinspirasi pada kisah nyata.

Ada semacam aroma “ikut prihatin.” Bukan membenarkan para pelaku.

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Voice 4 (2021)

Kalau saya bilang “lelah”. Itu hanyalah karena pendapat pribadi yang dilatar belakangi oleh masalah pribadi.

Tentu saja akan sangat berbeda dengan kalian. Saya tidak memaksakan kehendak kalian mau nonton atau tidak.

Toh saya menuntaskannya sampai selesai.

Voice 4 sebenarnya hadir dengan kerinduan yang tidak terlalu. Mungkin kalau kangennya saya malah lebih ke Kingdom dan Patners for Justice untuk musim berikutnya.

Buat yang demen sama drama sejenis. Masih sayang untuk dilewatkan. Nikmatilah.

Meski kalau belum nonton sama sekali. Saya sarankan nonton Voice 1 saja dulu.

Penutup

kalian bisa trakteer Mimin di sini yaaa…

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!