Ulasan Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha (2021)

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Hometown Cha-Ch

Ulasan Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha (2021)

Mian.

Baru selesai nontonnya. Padahal di tulisan ini, kesan pertamanya sudah lama banget.

Kenapa demikian?

Karena saya lumayan sibuk dan nonton drama lama atau baru lainnya. Jadi, Hometown Cha-Cha-Cha saya tinggalkan di episode yang bentar lagi juga selesai.

Berhubung liburan 2 hari. Saya bisa nonton Netflix dengan durasi yang cukup lama.

Sesungguhnya Hometown Cha-Cha-Cha Nggak Begitu Istiwewa di Mata Saya

Ratingnya bagus.

Dapat sambutan hangat penonton tiap episodenya.

Namun, di mata saya belum seistimewa sebagaimana orang lain menganggap dramanya istimewa.

Memang, pada dasarnya drama Hometown Cha-Cha-Cha mengangkat tema keseharian, orang-orang biasa yang sering bergosip, para ahjumma di usia mereka, masalah kehamilan, sampai keresahan anak-anak pun ada. Kemudian ada masalah merasa bersalah yang dirasakan oleh peran utama pria.

Orang-orang menganggap Hometown Cha-Cha-Cha “dekat dan menghangatkan.”

Mungkin, belakangan ini saya malah demen drama yang “dingin”. Hehe.

Lagi-lagi masalah selera.

Spektrum dalam Hometown Cha-Cha-Cha cukup luas. Karena menceritakan penduduk desa. Potongan-potongan mengharukan sangat intens terjadi di episode belasan menuju akhir.

Cinta dan Romansa

Manis.

Keduanya serasi.

Saat peran utama wanita mengungkapkan perasaan. Mereka benar-benar mabuk cinta. Kebucinan mereka makin menjadi-jadi setelahnya dari episode 11 sampai habis.

Saya ikut gembira dengan kebahagiaan pasangan ini.

Atau ikut iri.

Kenapa ada orang yang bisa dicintai balik.

Ada juga perasaan bahwa momen keuwuan mereka terlalu banyak.

Btw, saya juga suka banget adegan ketika dokter Yoon dan Sunbaenya mengutarakan perasaan mereka masing-masing dan saat dulu.

Sangat dewasa.

Bersyukur ketika dokter Yoon menjadi sosok yang lebih berani mengungkapkan perasaannya.

Sesungguhnya Saya Pernah Merasa Bosan

Bosan yang kemudian mengantarkan saya teralihkan dengan drama yang lain.

Cukup lama mengingatkan diri saya untuk melanjutkan nonton.

Menyesal nonton lagi?

Tidak.

Saya menikmatinya. Apalagi di episode-episode tua menuju akhir.

Ada saja ulah tingkah dan kejadian di penduduk desa. Lebih banyak yang membuat haru biru. Semuanya punya porsi yang cukup bagus.

Ada proses kelahiran.

Ada proses kematian.

Ada yang menghadirkan tawa.

Rata-rata orang-orang baik dengan kelemahan yang menghiasi kisah drama sehingga drama punya spektrum yang cukup luas.

Kalau dibuat masing-masing mini drama tiap orangnya, kayaknya bisa banget. Jadi lebih intens.

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Hometown Cha-Ch

Masih Jadi Pikiran yang Mengganggu Dari Awal

Kenapa sih kulit mereka nggak mencoklat?

Atau setidaknya sedikit menggelap. Karena cuaca dan keadaan di sana rata-rata ada di pinggir pantai.

Saya tahu gunanya sunscreen. Saya juga pakai tabir surya. Tapi kita sama-sama tahu bahwa matahari terlalu “mantap” banget. Apalagi di pinggir pantai, bukan?

Alih-alih nampak sebagai warga lokal. Saya masih melihat mereka sebagai aktor dan aktris yang bisa dimaklumi kenapa masih glowing.

Bukannya ada yaa? semacam lotion yang bikin warna kulit jadi berubah?

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Hometown Cha-Cha-Cha (2021)

Dramanya ringan.

Nggak ada orang yang benar-benar jahat.

Tidak ada orang-orang yang benar-benar sempurna.

Ada orang yang mengalami trauma, tapi jelas berhak bahagia atas hidupnya.

Masuk kategori drama ringan dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Bagus dan mudah dinikmati.

Namun, untuk masuk istimewa. Kayakanya belum. Saya mengalami putus nonton yang disebabkan kebosanan dan hampir menyerah.

So, masih rekomendasi buat kalian yang demen sama drama ringan.

Sekali lagi. Semua yang saya tulis berdasarkan pendapat pribadi.

Terima kasih.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini.

Terima kasih.

You May Also Like

5 Comments

  1. aku juga kayak kk admin yang nonton ini putus tengah jalan, trus lanjut lagi.
    dan ya, aku juga menganggap drama ini biasa aja.
    cuma karena hype-nya goodboy Kim Seonho aku jadi rela lanjutin, padahal tengah jalan sempat bosan.
    iya slice of life, tapi sepertinya terlalu banyak “takdir” di sini.
    yang si kakaknya Ji PD ternyata “kakak ipar”nya Hong banjang, trus anak buahnya Ji PD ternyata anaknya korban investasi gagal Hong banjang..
    ah sudahlah, namanya juga drama.
    mau silakan nonton, kagak mau yaudah skip..

    hahahahaha

  2. akhirnya ada komentar yang sama dengan yang saya pikirkan tentang drama ini, drama ini bagus, tapi hanya sekedar bagus dan tidak terlalu membekas bagi saya, bahkan dari awal mulai drama ini saya seringkali mencepatkan beberapa adegan. setelah tamatpun tidak seperti kata banyak orang dimana mereka gagal moveon bagi saya, setelah drama ini tamat yang saya juga selesai membahasnya

    maaf hanya ingin memberikan pendapat saja, jika para fans kim seon ho tidak setuju jangan terlalu dibawa perasaan ya

  3. Mgkin kulitnya gk gelap memang karena disana ada 4 musim jd gk secoklat kita kulitnya, dan kerjanya kebetulan bukan nelayan yg bener2 seharian di luar. Masih make sense sih min mnurutku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!