Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 5 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 5 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Woo Kyung kembali menemui suaminya yang masih ada di kamar bayi. Woo Kyung berkata di dalam hati. “aku sadar tidak melihat ke arah seharusnya.”

Namun Woo Kyung kembali terduduk di ruang keluarga dengan terdiam.

***

“Bukan suamiku. alasanku sungguh marah bukan dia. tapi karena aku seorang pembunuh.” Ucap Woo Kyung pada dokter. “Seorang pembunuh yang tidak pernah membayar kesalahannya.”

Episode 5 “Kematian dan puisi”

So Ra dan Ibunya kali ini berbelanja baju baru. Usai membeli baju. Mereka pergi makan di tempat yang enak.

“Senangnya karena ayah sudah meninggal.” Ucap So Ra.

“Husttt… kamu tidak boleh bilang begitu. jangan bilang begitu saat ada orang lain. kamu mau eskrim?” saat ahjumma membeli eskrim. Ponsel ahjumma bunyi dan So Ra melihatnya.

Melihat anaknya memainkan ponsel. Ahjumma langsung panik.

“So Ra!!!” Ahjumma mengambil ponselnya dan ternyata ada pesan.

“Tangisan Merah, kabarmu baik? Aku ingin tahu kabarmu?”

“Omaaa… siapa tangisan merah?” Tanya So Ra.

***

“Dia sering bilang ingin mati. Dia penunggak dan pernah didakwa atas kekerasan dalam rumah tangga. Tulisan di wasiatnya telah terbukti sebagai tulisan tangannya dan situasi di TKP tampak seperti bunuh diri. Kita bisa memberikan jasadnya kepada yang berduka tanpa autopsi.” Lapor  Soo Young pada Ji Hun.

“Kamu bilang di sana tidak ada kamera CCTV bukan?”

“Benar. Tapi kami memeriksa waktu kedatangan mobil dengan…”

“Lupakan saja. bagaimana dengan kamera pada dasbor?”

“Apa?”

“Meski di sana tidak ada kamera CCTV, ada kamera dasbor di mobil lain.”

“Aku akan mencari tahu.”

Ji Hun mulai berjalan. “Bagaimana dengan telponnya?”

“An Seok Won tidak memiliki ponsel.”

“Kamu yakin?”

“Keluarganya bilang mereka menunggak, jadi jaringgannya diputus.”

“Dia mendapat pekerjaan harian dari makelar. Lantas bagaimana dia bisa mendapat panggilan kerja di Jeonju? Kamu sudah menyimpulkan bahwa ini bunuh diri, jadi, bagimu sudah tidak ada apa-apa lagi.”

“Aku akan memeriksanya.”

***

Rekan Detektif dari Jin Hyuk berkata. “Dia syok setelah mendengar kabar soal mantan pacarnya. Dia suka melampiaskan stresnya pada pekerjaannya. Sudah jelas ini pembunuhan, tapi dia ingin ada autopsi dan mencari kamera dasbor. Dia hanya bersikap berlebihan.”

“Kamu sudah punya hasilnya?”

“Ponsel An Seok Won?” data dicari. “Ada satu. Ini masih digunakan.”

***

Soo Young kembali menyidik. Ia mengambil berkas-berkas dan bukti yang terkumpul dar TKP.

***

“Forensik sudah memeriksa semuanya. Kami sudah memeriksa semuanya.” Ucap Seorang Pria pada Soo Young yang masih tidak percaya. Soo Young memeriksa mobilnya kembali.

Ia akhirnya menemukan sebuah ponsel yang terselip.

***

Ji Hun kembali mendatangi kamar forensik. Ia mengobrol dengan dokter bewok… wkwkw mian belum tahu namanya.

“Sudah jelas ini bunuh diri. Kenapa kamu menyusahkan?” Ucap Dokter.

“Luka bakar di sini…. bukankah nampak aneh?”

“Katamu ada arang di sebelah sini. wajar jika ada luka bakar.”

“Lantas bagaimana dengan rambutnya?”

“Mungkin terbakar sedikit saja saat dia menyalakan arang.”

“Bayangkan kamu posisinya. Akankan kamu membiarkan rambutmu terbakar seperti itu? selain itu, jasadnya condong ke kanan seakan-akan sedang tertidur. Arangnya ada di kursi penumpang. Mungkin langsung terbakar. Api yang membakar rambut dan kerah bajunya padam. Pipinya terbakar karena panas dari api dan arangnya.”

“Maksudmu, dis udah pingsan saat arangnya terbakar?”

“Atau mungkin dia sudah mati.”

“Jadi ini pembunuhan.”

“Entahlah.”

“Kenapa kamu bergurau?”

“Itu sebabnya kita perlu menjalankan autopsi.”

“Semua hal ada urutannya.”

“Karena itulah tolong tangani dia. jangan abaikan karena menurutmu ini kematian sederhana.”

“Aku tidak membuat penilaian.” Ucap Dokter.

“Aku tahu. Itulah kelebihanmu. Urus dia sedikit sebelum yang lain.”

“Baiklah berandal.”

***

30 MARET 2018. Anak laki-laki tampan menghilang. Itulah yang ada di rumah abu dari milik anak kecil yang ditabrak.

Woo Kyung ke sana dan membuka gambarnya. Ia langsung meningat gadis kecil dengan gaun hijau.

***

Masih penasaran. Woo Kyung kembali bertemu dengan polwan di kantornya.

“Kudengar kamu tidak didakwa.”

“Ada kabar soal keluarga anak itu?”

“Kami belum menemukan petunjuk.”

“Tapi kamu masih mencari bukan?”

“Penyelidikan masih berjalan. Tapi kami tidak bisa hanya fokus mencari keluarganya. Tiap hari ada kasus baru.”

“Bukanny aku mau mengkritikmu. Aku hanya…”

“Bu Cha…sudah cukup.”

“Aku merasa bersalah. Tolong beritahu caranya. Kumohon.”

***

Polwan langsung mencari satu-satu informasi. Akhirnya dia menemukan petunjuk.

“Untungnya anak itu tertangkap kamera CCTV di dekat area itu. kami bisa melacak pergerakannya. Jadi kupikir semua bisa terselesaikan karena ada tempat penitipan anak di dekat lokasi kami menemukannya. Tapi hanya sampai sejauh itu. tidak ada anak yang hilang di sana dan meraka tidak melihat ada anak yang mirip dengannya.”

“Jika kamu terus mencari pergerakannya…”

“Aku terus menonton rekaman CCTV sampau mataku pedih. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu.”

Woo Kyung akhirnya diberikan selebaran.

***

Tidak puas. Woo Kyung mencari dan membuat selebaran sendiri. Woo Kyung bahkan mencari di tempat anak itu terekam cctv tapi hasilnya nihil.

***

Ji Hun dan Soo Young kembali ke TKP.

“Berikan foto di TKP ini. kamu sudah memeriksa mobil yang diparkir di sana” Ji Hun menunjuk mobil.

“Sudah.totalnya ada lima tapi tidak mengarah kemari, jadi tidak ada banyak informasi. Tapi aku sudah mendapatkan rekaman kamera dasbornya.”

“Andaikan ada yang parkir di sana. Kita akan mendapatkan rekaman lebih jelas. Hanya itu yang kosong. Apa ada yang memindahkan mobil sebelum kamu memotret?”

“Meski begitu, kami tidak bisa menentukan mobilnya. Tidak ada manager atau catatan di tempat parkir ini.”

***

Mereka berdua makan di dekat TKP dan bertanya pada ahjumma.

“Yang banyak parkir di sini kebanyakan adalah supir truk. Kebanyakan supir truk parkir di sini.”

“Anda tahu pria yang tewas di dalam mobilnya di tempat parkir beberapa waktu lalu?”

“Tidak.”

“Jika mengenal yang parkir di sana, bisakah kamu menghubungiku? Aku butuh rekaman kamera dasbornya.”

“Jadi itu bukan bunuh diri?”

“Kami hanya melakukan protokol seperti biasa.”

“Baiklah.”

***

Ji Hun dan Soo Young akhirnya makan.

“Makanlah selagi bisa, jangan merengek kelaparan nanti.” Ucap Ji Hun. “Ponsel ditemukan di mobil? Bagaimana bisa kamu mencari mobil yang sudah diproses?”

“Kupikir forensik berasumsi itu bunuh diri dan bekerja sembarangan.”

“Seperti kamu?” wkwkkwkw nyindir dia.

“Menurutmu itu pembunuhan?”

“Kenapa?”

“Kamu pikir aku main-main?”

Soo Young menunjukkan foto pada Ji Hun. “Ahh itu uang yang ditemukan di dalam mobil. Kenapa dengan uang itu?” gambar di zoom dan ada tulisan di koran. “Tawa selayaknya binatang yang semanis tangisan.”

“Aku mencarinya di internet. Itu puisi dar Seo Jeong Ju. Kiss.”

“Puisi?”

“Awalnya kukira ini hanya coretan iseng. Jika ini pembunuhan, aku tidak yakin lagi. Tulisannya berbeda dengan tulisan di wasiat.”

Soo Young kemudian mendapatkan pesan. “mereka sudah memeriksa ponselnya. Ada tiga panggilan terakhir di sekitar waktu kematiannya. Mereka berusaha mengidentifikasi nomornya.”

“Berikan kepadaku. Kita tidak bisa menunggu.”

Ji Hun langsung menelpon salah satunya. “Ahh ini telpon jaringan internet.”

Kemudian yang kedua…. saat nomor dimasukkan. Ji Hun tahu bahwa itu adalah ponsel Cha Woo Kyung. “Apa ini?”

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat