Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 8

Sinopsis Graceful Friends Episode 1 Part 8 – Episode sebelumnya di sini. Selengkapnya kalian bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti yaaa…

Kilas balik saat Dokter Nam bersama istrinya Man Shik.

“Bagaimana jika kamu menghubunginya dahulu?” itu nasehatnya.

*ahjumma ini yang main Good Castiny ya.

***

Seorang pemuda membawa wanita mabuk di tempatnya Jo.

“Dia pasti mabuk dengan Bibi Chun Ja di Bukhansan.”

“Kenapa mereka ke Bukhansan? Bukankah mereka ke pemandian?”

“Aku tidak tahu. Dia seperti ini saat ditelepon. Aku sudah mengurusnya. Selebihnya bagian Appa.”

Ternyata perempuan itu adalah istrinya Jo.

“Aku merindukanmu sepanjang hari. kita sudah di rumah, jadi, mari minum sedikit lagi.”

“Kamu sudah mabuk. Tidurlah.”

Ahjumma diseret seperti karung beras. Pemuda tadi rupanya adalah anak mereka.

****

“Yeobo. Kamu tidur?” ucap perempuan pada Park.

Park terus mengorok.

Istrinya menonton TV. Ehhhhhhhh adegannya. Kwkwkkw.

Sang istri melihat wajah suaminya dengan prihatin.

Ini istrinya masih muda banget lho.

****

Ada Joo sedang yaaahh pamer…. badannya. nggak usah insert foto ya. dia juga punya ta to.

***

Ahn membersihkan kaki istrinya. “Lalu? Kamu akan belajar cepat golf dalam sebulan?”

“Aku hanya perlu terlihat seperti sedang bermain.”

“Apa profesional licik itu baik-baik saja?”

“Pak Ko sudah berhenti.”

“Kurasa dia dipecat.”

“Pemain profesional barunya cukup tampan. Tapi dia agak kasar. Dia tidak seperti anak zaman sekarang. Bagaimana mengatakannya? Dia sangat defensif. Dia tampak muda, tapi bekas lukanya terlihat dalam.”

“Lalu? Apa anak kecil dengan luka dalam itu mencuri hatimu?”

“Jika dia mencuri apa pun, itu tubuhku, bukan hatiku.” Ucap nam. Ahn pun kasar pada kaki Nam.

“Jeong Hae. Kamu mau membuatku kesal?”

“Bagaimana dengan pestanya? Apa itu menyenangkan?”

“Tentu saja. kamu bersenang-senang di kyabakura?”

“Tentu saja.”

“Kamu jujur sekali. Kamu pergi berbisnis, tapi bersenang-senang, bukan berbisnis?”

“Orang yang menjamu harus bersenang-senang agar tamu menikmati. Itu kinerja profesional.”

“Baik. Lalu? Apakah kamu sungguh bersenang-senang dan meraih tujuanmu?”

“Entahlah. Aku harus melihatnya.”

Ahn tidur dan menutup laptop dokter Nam.

“Itu menyenangkan, tapi sayangnya, tidak ada yang lebih baik darimu.” Ucap Dokter Nam.

“Benarkah? Tidak mudah menemukan orang yang mirip denganku. Hanya saja aku bertambah tua. Tunjukkan prua dengan rasio dada kaki yang bagus. Seperti punyaku.”

“benar. Itu mustahil ditemukan.” Tapi dokter Nam masih sibuk dengan pekerjaannya.

“Man Shik bilang dia mengagumiku. Kamu tahu betapa kerennya mengatakan itu kepadamu? Kalau begitu mau melakukannya?”

“Gwencana.”

Dan mereka. Terserah mereka. Kwkwkwkkwkw.

****

Dokter Jung malah melamun mengingat tentang Ahn yang bilang akan ada ultahnya dokter Nam. Ia minum sendirian di rumahnya.

Membuka ponselnya. Dan ada foto-foto dokter Nam dengan Joo instruktur golf yang baru.

*****

Dokter Nam masuk ruangan kerjanya. Sudah ada bunga kuning di meja.

Kartunya pun ia baca. Ia terdiam.

Kemudian memasukkan kartu ke laci yang berisi tumpukan surat lainnya.

***

“Enak?” ucap pria.

Si perempuan sedang makan mie.

Ternyata sedang syuting.

PD Jo mengomel. “Sudah kubilang jangan begitu. Lihat ini. baca arahan pribadinya. Makan cepat seperti kelaparan. Menikmati makanannya. Lihat itu, kamu tidak terlihat kelaparan. Kamu tampak seolah-olah makanan itu menjijikan.”

“Aku tidak lapar, jadi, bagaimana aku bisa kelaparan.”

“Dengar. Beberapa menit lalu kamu wik wik dengan uwuwuw. Jadi, kamu pasti lapar.”

“Benar. Kenapa aku harus lapar? Setelah wik wik dengan uwuwuwu. Aku ingin menghargainya. Sudah kubilang begitulah aku.”

“Ahh kamu membuatku gila.”

Lanjut ke bagian 9 klik di sini.

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!