Review Film Minari (2020)

Review Film Minari (2020) – Kenapa nggak ada kata Korea? – Begini sob, saya ubek-ubek di asianwiki nggak ada, akhirnya saya cari info di tempat lain. Nyatanya dijelaskan bahwa Minari adalah film produksi Amerika tahun 2020. Ditulis dan disutradari oleh orang yang sama bernama Isaac Chung.

Kenapa ada hubungannya dengan korea dan ditulis di besoksore.com? karena pemainnya rata-rata adalah orang korea dan mengisahkan tentang pendatang baru Korea di Amerika sekitar tahun 1980an.

Profil Film Minari (2020)

Sutradara : Lee Isaac Chung

Produser :        Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Christina Oh

Ditulis oleh :    Lee Isaac Chung

Music oleh :     Emile Mosseri

Cinematography :Lachlan Milne

Diedit oleh      Harry Yoon

Perusahaan :    Plan B

Didistribusian oleh :    A24

Tanggal Rilis   January 26, 2020 (Sundance) Februari 12, 2021 (United States)

Durasi Film     115 minutes

Negara United States

Bahasa Korean dan Inggris

Budget            $2 million

Box office       $12.1 million

Cast Review Film Minari (2020)

Steven Yeun.

Han Yeri.

Alan Kim.

Noel Kate Cho.

Youn Yuh Jung.

Will Patton.

Penghargaan Film

Film ini memperoleh enam nominasi di Academy Awards ke-93: Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skor Asli Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Aktor Terbaik (Yeun), dan Terbaik Aktris Pendukung (Youn Yuh Jung), dengan Youn Yuh Jung menang atas penampilannya (selamat nenek keren banget). Film Minari juga memenangkan Golden Globe Award untuk Film Berbahasa Asing Terbaik, dinominasikan untuk Screen Actors Guild Award untuk Outstanding Performance by a Cast in a Motion Picture, dan meraih enam nominasi di British Academy Film Awards ke-74, termasuk Best Film yang bukan menggunakan Bahasa Inggris.

sumber. kdramastars.com

Sinopsis Singkat Film Minari (2020)

Pada tahun 1980an di Amerika. Tinggalah satu buah keluarga yang sedang bertahan hidup di negeri asing. Mereka merasa hidup di Korea saat itu sangatlah sulit. Kemudian pindah ke Amerika dengan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Keluarga ini tinggal di rumah yang tidak permanen di tengah tanah lapang dengan dua anak, lelaki dan perempuan. Mereka ada kalanya bekerja memilih ayam jantan dan betina yang dipisahkan.

Dalam keadaan susah. Sang Ibu yang diperankan Nenek Youn datang ke Amerika. Ia membawa biji Minari dari Korea. Minari diterjemahkan dengan arti water celery. Nenek bersama dengan cucu lelakinya David menanam Minari di dekat sumber air. Nenek bilang. Minari mudah tumbuh.

Sedangkan sang kepala keluarga sibuk mencari sumber air untuk hidup.

Pada perjalanannya, kita akan melihat pasangan suami istri dalam film yang sering bertengkar. Masalah hadir dari hal-hal yang sepele namun kadang itulah esensi hidup. Masalah bisa datang dari mana saja.

Komentar Review Film Minari (2020)

Satu hal yang pengen banget saya omongin kalau bisa adalah mengucapkan selamat pada Nenek Youn. Dia mendapatkan penghargaan yang sangat bergengsi. Profesionalitas yang diganjar dengan hal sepadan. Pun Nenek sudah main drama dan film yang banyak sekali. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, ia mampu bersinar atas dedikasinya.

*tepuk tangan yang kenceng buat nenek.

Pas tahu yang main adalah Steven Yeun, saya langsung cari tahu siapa dia. Ternyata dia memang punya kewarganegaraan AS namun berasal dari korea. Jadi, bisa dibilang untuk urusan menjadi Imigran sangat dekat dengan kehidupannya. Yeun Sang Yeop adalah nama koreanya.

Untuk Steven Yeoun, doi pernah main juga sama Yoo Ah In guys. Di film yang judulnya Burning sama main Okja. Ulasannya saya taruh di bawah ya. Baik Burning dan Okja merupakan dua film yang oke di mata saya.

Untuk cast lainnya, kayak Han Yeri. Nggak ada masalah, Mbaknya main bagus-bagus di drama yang sudah-sudah.

Cinematrografinya juga bagus. Pas sekali menggambarkan tahun 1980an.

Namun, pada sisi perjalanan cerita dan idenya. Saya merasa nggak terlalu ada yang menggugah. Entah kenapa saya merasa film berjalan seperti genre “drama” pada umumnya saja.

Kembali ke masalah selera barangkali.  Untuk aktingnya Nenek, beliau memang layak dapat penghargaan. Semua sudah terbukti dengan jam terbangnya.

Sudah nonton filmnya? Gimana? apakah bagus?

Kesan yang ditinggalkan lebih ke arah film drama keluarga dengan masalah yang sangat wajar terjadi pada imigran di saat itu.

Kesimpulan Review Film Minari (2020)

Saya nonton ini karena Nenek yang dapat penghargaan. Penasaran seperti apa film yang dihadirkan, yang konon juga masuk banyak sekali nominasi.

Cukup ringan untuk diikuti sebagai film dengan genre keluarga.

Next Post

No more post

You May Also Like

2 Comments

  1. Setuju min, secara cerita ini emang ringan, tapi tentunya bukan ringan-ringan gula kapas. Apakah layak diganjar banyak penghargaan bergengsi? Jelas, karena film-film sejenis ini lewat ‘kesederhanaan’ nya sebenarnya sarat akan makna. Apalagi isu imigran itu sebenernya cukup sensitif, dan film ini hadir sebagai salah satu bentuk kritik sosial. Selain itu, untuk menghadirkan sesuatu yang menjejakan pada realita tentunya butuh riset yang lebih mendalam. Yang jelas lainnya adalah film seperti ini bukan selera masyarakat umum. Tidak akan ada twist khas genre thriller/mystery yang biasanya diagungkan kebanyakan orang. Belum lagi narasinya yang cenderung antiklimaks, tapi bukankah dalam hidup kadang ada masalah yang sebenernya tidak pernah benar-benar selesai? Bagi saya yang emang menyukai film-film seperti ini tentunya menurut saya bagus dan jangan sampe dilewatkan. Untuk film drama keluarga dari PH yang sama dengan Minari, saya menyarankan nonton film The Farewell (2019) sama-sama banyak diganjar penghargaan bergensi juga pada zamannya.

    1. bener. masalah dalam hidup seringnya antiklimaks. kebanyakan memang demikian dit.

      oke. terima kasih sudah kasih rekomendasi dit. *kasih jempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!