Review Drama Korea Sisyphus: The Myth (2021)

Review Drama Korea Sisyphus: The Myth (2021) Kesan pertamanya saya tulis di sini. Tulisan saya hanyalah berdasarkan sudut pandang pribadi. Kamu tentu bisa memiliki pendapat yang berbeda.

Enaknya saya kasih kelebihan dan kekurangan drama sisipus de mit dalam pandangan saya yaa.

Sebetulnya di Awal Menarik

Saya mengikuti benar-benar sesuai dengan jadwal sampai dengan episode 10. Lumayan bukan? karena saya pikir dramanya menarik apalagi di awal-awal.

Sisipus ini punya sisi kisah yang saya pikir enak juga untuk dipahami, beberapa istilah yang muncul dan orang-orang cukup gamblang dijelaskan. Misalnya orang-orang di Asia Mart, Biro Kontrol, Sigma, Pengunduh, Gang Seo Hae kelahiran tahun berapa? Kenapa ada di tahun sekarang dan menemui Han Tae Sul, juga kisah maju mundurnya.

Lumayanlah.

Sampai akhirnya.

Saya Mulai Bosan

Saya mulai bosan dititik ketika Sigma mulai menunjukkan taringnya, dulu ‘kan lebih ke Biro Kontrol dan bagaiamana Han Tae Sul dikelabuhi, dikhianati sahabat sendiri sekaligus rekan kerja. Pas muncul Ahjussi Sigma jadi aneh dramanya.

Saat perjalanan satu waktu kewaktu lain sampai ada adegan kisseu itu titik bosannya saya.

Saya menjadi lelah untuk ngikutin lagi.

Sudah Kadung Ngikutin Aja Makanya Saya Selesaikan

Saya agak males-males melanjutkan ceritanya.

Alih-alih tambah penasaran. Saya malah makin kesel aja.

Kesal sama endingnya dan juga bagaimana cerita dipecahkan.

Ada perasaan “nggak guna banget sabar dari awal kalau ujung-ujungnya gini.”

Apaan banget gitulah.

Kisah cintanya juga jadi aneh aja. Saya merasa mereka nggak terlalu “kuat” apalagi pribadi Gang Seo Hae yang malu-malu kayak kucing saya yang lagi birahi.

Pemecahan kisah-kisah lain kenapa Eddie Kim bisa begitu, Kim Seo Jin juga begitu. Kisah Sigma sampai ahjussi di Asia Mart bagi saya kayak “udah kenyang aja “ jadi suguhan berikutnya nampak nggak nikmat-nikmat banget.

Bagusnya Adalah…

Saya lumayan suka efek dari dramanya. Editornya cukup oke banget.

Pemainnya bagus-bagus juga. Meski ada kejanggalan sama romance mereka. Buncinnya Han Tae Sul tuh kayaknya mending dibagi sama karakter Simok di drama sebelah aja.

*eehh yaaa nggak bisa ya?

Ngetawain kalian yang nonton sampai ENDING

Kesimpulan Review Drama Korea Sisyphus: The Myth (2021)

Agak nggak enak ngetiknya. Tapi harus dikasih kesimpulan.

Ide gagasan yang mencampur adukan unsur sains dan waktu tidak membuat saya merasa kagum sama dramanya.

Perjalanan nonton 10 episode di awal dengan semangat kayaknya menjadi ambyar nggak karuan. Apalagi setelah melihat eksekusi kisahnya demikian.

Ada kekecewaan tapi sekaligus rasa “biasa saja.” Biasa karena sudah pernah dikecewakan sama drama-drama sejenis ini di tahun lalu. Soal bagaimana waktu bisa dibolak-balik.

Kayaknya drama tentang bolak-balik hatinya manusia lebih masuk akal dari drama ini dan lebih bisa diterima dengan baik.

Kalau boleh bilang kepenulis model drama beginian.

“Dear Penulis, drama dengan campuran genre seperti ini. Bagi penonton diperlukan kelapangan hati untuk menerima fantasi-fantasinya. Jadi, setidaknya buatlah eksekusi yang cukup elegan dan mampu diterima dengan akal sehat. Kalau kayak gini, rasanya pengen tak “hihhhh” gitu.

Dahla.

Saya nggak bisa ngomong banyak.

Buat yang sudah selesai nonton. Kita sama sob. Nggak tahu perasaan kalian terciderai kayak saya apa nggak.

Buat yang belum nonton. Cobalah nonton Chibi Maruko Chan saja yukk.

Terakhir.

Dear Han Tae Sul. Kamu pinter. Tapi keputusanmu kadang bikin kepinteranmu jadi eemmm yaaah uyaaaaahhh gimanaahhh…

*menahan untuk tidak spoiler.

Secara rating sisipus nggak bagus kayak awal-awal tayangnya. Tumben rating sejalan dengan hati Hayati.

You May Also Like

9 Comments

  1. Betul banget min…,dramany makin aneh ketika sosok sigma keluar. Kenapa kebanyakan drama korea mulai membosankan di episode 10 ke atas??
    Episode 11-16 biasanya cuma kisah yang muter2 kaya komidi putar (pendapat suamiku). Tapi emang kebanyakan drama gitu y???

  2. Kalau berdasarkan pengalaman saya sendiri menonton drakor terus ditambah hasil membaca tulisan review mimin saya menyimpulkan kalau masih cukup banyak ya drakor yang “bermasalah” di bagian laju alur cerita (pace). Seringnya begini:
    1. Drakornya ngalor-ngidul di episode-episode awal (bahkan bisa sampe 10 eps ngalor-ngidulnya). Setelahya baru deh mulai fokus sama ceritanya dan pepet terus hingga akhir, sampe kadang malah jadi banyak hal yang disia-siakan atau tidak dijelaskan.
    2. Drakornya punya episode-episode awal yang intens dan menarik, tetapi menuju akhir malah jadi membosankan dan tidak jelas arahnya. Sampai terkadang berakhir dengan konklusi yang tidak make sense.

    Sebenernya bagi saya pribadi “make sense” itu tidak hanya sebatas harus sesuai dengan realita. Bagi saya cerita yang “make sense” itu ketika konklusi ceritanya itu sejalan dengan apa yang dibangun di awal dan bagaimana cerita itu berkembang.

  3. Saya memutuskan berhenti di episode 6. Wkwk
    Terima kasih kak sudah di review, setidaknya saya tidak menyesal berhenti di episode 6. Heheh

  4. sya menikmati nonton drama ini , pesan yg disampaikan juga dapat. Yang kecewa tp nnton smpai akhir, bsa coba jelaskan endingnya?
    Justru sya malah bosan pas nnton start up, yg kebanyakn orang bilang bagus , hahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!