Review Drama Korea My Holo Love (2020)

Review Drama Korea My Holo Love (2020) – Belakangan kalau nonton drama mantengin Netflix melulu, sebab drakor yang ada di Netflix rasa-rasanya benar-benar awuwuwuw belakangan. Serius deh, drama populer kebanyakan ada di Netflix, dan yang paling saya suka adalah di sana itu sub indonesia gercep dan bagus. Gambarnya juga nggak usah diragukan kualitasnya. Makanya, untuk harga juga termasuk harga premium.

Dan baru saja drama ini saya selesaikan usai nyicil nonton sampai 12 episodenya. Nggak ada kesan pertama yaa… drama ini punya netflix dan langsung diupload 12 episode sama netflix. Jadi, sama gitu kayak Kingdom. Drama ini juga muncul perdana pada 7 Februari 2020.

Drama My Holo Love disutradari oleh Lee Sang Yeob dan penulisnya adalah Ryoo Yong Jae. Punya genre romansa berbau fantasi ya, bukan berbau kentut.

Siapa Saja Pemeran Drama Korea My Holo Love (2020)

Yoon Hyun Min memerankan Ko Nan Do/ Holo.

Ko Sung Hee memerankan So Yeon.

Choi Yeo Jin memerankan Koo Yoo Jin.

Chansung.

Jung Young Ki memerankan Jo Jin Seok.

Kim Soo Jin.

Sinopsis Singkat Review Drama Korea My Holo Love

Yoon Hyun Min memerankan Ko Nan Do/ Holo. Dia adalah seorang creator sekaligus model holo yang pertama. Yatim piatu dengan identitas yang dirahasiakan. Sejak kecil memang sudah genius dan membuat kecerdasan buatan. Hingga saat dewasa ia menciptakan hologram bentuk manusia yang hanya bisa dilihat pemiliknya dengan menggunakan kacamata.

Saat peluncuran di depan investor, holo mendapatkan sambutan baik. Sayangnya, hal ini adalah dua mata pisau. Ada investor yang ingin mencuri kacamata holo. Merasa terdesak. Akhirnya dipilihlah orang yang tak sengaja lewat di jalanan bernama So Yeon. Akhirnya, Seo Yeon menggunakan Holo sebagai penguji beta tes.

Komentar Review Drama Korea My Holo Love (2020)

Kalau ada drama korea yang ada di Netflix. Harus dicicipi gitu guys. Hahahah.

Sampai nggak dicicipi lagi. Tapi sampai habis.

Buat saya, drama ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan My Absolute Boyfrend. Walaupun ide ceritanya agak biasa aja.

Kenapa biasa? Karena di sini, karakter perempuannya dikisahkan mengalami buta wajah, alias nggak bisa mengenali wajah seseorang dan suatu ketika dia hanya bisa mengenali wajah holo dan Nando saja. yaahh begitulah, kayak di film drakor lainnya, kalau jatuh cinta, jadi bisa lihat wajah sang pujaan hati. Jadi, cinta itu bisa bikin yang melihat tidak melihat. Juga bisa bikin yang nggak bisa lihat, jadi bisa lihat.

Gimana? Kalian sudah lihat-lihatan? Wkwkkw.

Pas nonton dan ada hal biasa kayak begini.

Jadi… emmmm begitu ya?

Untungnya, drama ini dibantu dengan durasi episode yang nggak panjang. Hanya 12 episode saja. yaahh meskipun endingnya bikin saya berkata “kok bisa yaaa?” untuk masalah teknologinya.

Untuk masalah kayak peran utama pria dan wanita memang sudah pernah kenal sejak zaman bocah.. dalam hati juga berkata, “njirrr… kebiasaan banget konsep beginian.”

Drama ini nggak terlalu menawarkan konsep yang baru-baru banget. Tapi kadang mikir, mungkin suatu hari ada juga teknologi yang demikian. Kecerdasan buatan yang menjadikan teman artifisial bagi manusia. Bisa menutupi kekurangan kekurangan.

Tulisan ini dipublikasi di besoksore.com. apabila kamu tidak membaca di web tersebut maka kamu tidak membaca dari sumber aslinya.

12 episode? Cukup solid saya bilang.

Lumayan aja untuk drama romance berbau teknologi.

Jadi, direkomendasikan apa nggak?

Rekomendasi sih buat kalian yang suka sama drama ringan dengan sentuhan sci-fi. Mayan banget juga buat pengetahuan tentang dunia teknologi. Bisa saja bukan? Di luaran sana para ilmuan memang sedang sibuk mengembangkan holo yang lebih canggih lagi.

Yaap walaupun keberadaan holo memang sudah tercium saat ini.

Oke gitu gess..

Terima kasih sudah membaca ya.

Oh ya, drama ini juga nggak banyak pemainnya. Jadi, kamu-kamu nggak akan bingung.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *