Review Drama Korea Boys Over Flowers (2009)

Review Drama Korea Boys Over Flowers (2009) – Pas drama ini muncul umur saya masih belasan tahun dong. Meski ada di ujung. Hahahhaha…. dan tulisan kali ini masih ngomongin drakor lama. Duh duh duh.. padahal kayaknya masih ada aja nih yang belum saya ulas. Sambil jalan aja deh ya.

Saya ambil profil dramanya dari asianwiki.com guys. Ini dia.

  • Drama:’ Boys Over Flowers
  • Revised romanization: Kkotboda Namja
  • Hangul: 꽃보다 남자
  • Director: Jeon Ki-Sang
  • Writer: Yoon Ji-Ryeon
  • Network: KBS2
  • Episodes: 25
  • Release Date: January 5, 2009 – March 31, 2009
  • Runtime: Mon. 21:55
  • Genre: Teen / Romance / School
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Jadi. Nggak mau bahas sinopsisnya langsung ke bagian komentar aja yaa…

OST Drama ini masih saya dengar sampai sekarang!!!!!

Ostnya bagus-bagus dan semacam jadi legenda gitulah. Dulu waktu hapenya nokia pasang mp3 di hapenya dong. Kalau kebetulan lagi main-main di youtube. Ost drama ini masih diputar. Ingat dong kayak almossttttt paraaaadiseeeeee…. gitu.

Dan kalian tahu bagaimana drama model beginian diremake banyak negara? Ini dia!!!

  1. Boys Over Flowers | Hana Yori Dango (1995)
  2. Boys Over Flowers | | Hana Yori Dango (TV Asahi / 1996) * Animation
  3. Boys Over Flowers | | Hana Yori Dango (TV Asahi / 1997) * Animation
  4. Meteor Garden | Liu xing hua yuan (CTS / 2001) * Taiwanese remake
  5. Meteor Rain | Liu Xing Yu (CTS / 2002) * Taiwanese remake
  6. Meteor Garden 2 | Liu xing hua yuan 2 (CTS / 2002) * Taiwanese remake
  7. Boys Over Flowers | Hana Yori Dango (TBS / 2005)
  8. Hana yori Dango 2 (Returns) Bangai hen – Makinoke Hajimete no Kazoku Ryoko in N.Y. (2007)
  9. Boys Over Flowers 2 | Hana Yori Dango 2 (TBS / 2007)
  10. Boys Over Flowers: Final | Hana yori dango: Fainaru (2008)
  11. Boys Over Flowers | Kkotboda Namja (KBS2 / 2009) * South Korean remake
  12. Boys Over Flowers Season 2 | Hana Nochi Hare: Hanadan Next Season (TBS / 2018)

Ckckckckkckc. Semacam Sebuah Drama, Sebuah Legenda. Dibuat sesuai dengan zamannya. Sesuai dengan lingkungan dimana diadaptasinya juga.

Jadi, secara inti cerita nggak bakalan kemana-mana. Wong zaman SD sudah tahu Meteor Garden gitulah. Mau gimana lagi? Tapi drama ini dibuat versi SMAnya. Bukan anak-anak kuliah.

Yang terasa adalah ending dan eksekusinya yang saya pikir cukup “segar” sebagai sebuah remake.

Bukan diantara suka atau tidak. Tapi….

Semacam drama yang pernah tumbuh bareng aja. Bagaimana tidak? Setidaknya saya pernah mencicipi beberapa versinya. Intinya, kalau sudah begini, inti kisah di awal memang sudah bagus. Diedit kayak gimana itu urusan penuli baru yang mengadopsianya.

Kemudian drama ini hadir saat saya masih muda. Hingga sulit sekali ditolak pesonanya.

Ketika muncul versi baru kayak cina. Saya malah udah engap sendiri.

Sepertinya segala sesuatu harus hadir sesuai dengan dosis yaa. kalau sudah mati rasa artinya sudah cukup di masa lalu.

Huhh.

Yang Membuat Kesal?

Nggak ada sih. Sudah tahu benang merah drama ini seperti apa. Gadis biasa aja yang pemberani yang hidup diantara pria-pria yang kaya dan populer kemudian menjalin kisah dan kasih. Ada pertemenanan ada juga kisah cinta.

Mungkin hal yang paling saya ingat adalah “memakai sepatu bagus akan mengantarkanmu ke tempat yang bagus.”

Lagi-lagi soal legenda!

Remakenya korea menawarkan pesonanya sendiri dari sisi pemain dan eksekusi kisah di ujung cerita. Beda sama yang saya ketahui sebelumnya. Jadi, ada perasaan lain saat nonton. Untungnya masih bisa diterima dengan akal sehat dan hati yang menerima dengan tulus.

Hahahha.

Kalau nonton kembali. Akan membangkitkan memori di sana dan sini. Saya memilih menuliskannya bahwa saya pernah ada di bagian anak remaja yang suka sama drama model seperti ini pada masanya.

Bahwa selera akan berjalan sesuai dengan waktunya. Bahwa menyenangkan menulis drama-drama masa lalu yang pernah ditonton.

Aahhh jadi pengen denger ostnya lagi.

Terima kasih sudah nostalgia bersama.

Advertisements
Next Post

No more post

You May Also Like

4 Comments

  1. saya salah satu yang gak nonton ini

    udah mulas-mulas nonton yang taiwan ama versi jepang
    masih SD, bangun tengah malem demi nonton sebuah drama.. supaya gak ketinggalan cerita ama teman-teman 1 gang rumah..

    begitu muncul yang versi korea, udah SMA
    udah ada pikiran, “gua gak bakal demen ama lelaki kasar kayak begitu, njiiirr.. itu laki apa pantat panci belum diamplas?”

    dan nontonnya emang sebuah kemustahilan bagi kaum missqueen kayak saya
    jadi udah males aja ngeliatnya
    langsung jadi No..List

    1. secara realistis, pilihan hati memilih drakor ini (apapun versinya sih). kalau pakai akal sehat emang harus dikritisi. Tapi secara hiburan. Tiap negara keknya unjuk gigi masing-masing dengan adopsinya.

      sejujurnya bukan kesukaan. hanya saja drama ini diam-diam jadi legenda.

  2. Min koreksi drama ini bukan diremake negara lain tapi merupakan drama remake dari versi asli Hana Yori Dango. Jepang adalah yg pertama kali ( dari manga lalu dorama )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!