Ulasan Film Korea Love and Leashes (2022)

Ulasan Film Korea Love and Leashes (2022)

Ulasan Film Korea Love and Leashes (2022)

Entah kenapa ketika saya cicipi cuplikannya, langsung semangat buat nonton. Kemudian perasaannya adalah….

Ohhhh eemmm ini…

Profil Film Korea Love and Leashes (2022)

  • Judul Film: Love and Leashes
  • Revised romanization: Moral Sense
  • Hangul: 모럴센스
  • Sutradara: Park Hyun-Jin
  • Penulis: Gyeowool (webcomic)
  • Producer:
  • Cinematographer:
  • Release Date: February 11, 2022
  • Runtime: 117 min.
  • Distributor: Netflix
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Pemain Film Korea Love and Leashes (2022)

Seohyun memerankan Jung Ji Woo.

Lee Jun Young memerankan Jung Ji Hoo.

Lee El memerankan Hye Mi.

Lee Suk Hyeong memerankan Woo Hyuk.

Baek Hyun Joo memerankan Mamanya Jung Ji Woo.

Sinopsis Singkat Film Korea Love and Leashes (2022)

Jung Ji Woo adalah pekerja kantoran. Di kantornya, ia sangat tegas dalam pekerjaannya. Ia juga pekerja keras.

Di kantor ada pegawai pria baru bernama Jung Ji Hoo. Nama Jung Ji Hoo dan Jung Ji Woo sangat mirip, sampai Mamang Paket salah menyampaikan paket. Harusnya untuk si pegawai baru Jung Ji Hoo, malah diterima oleh Jung Ji Woo.

Ji Woo pun membuka paketnya. Peket itu berisi kalung anjing ukuran besar.

Kemudian terlihatlah brosur mengenai diskon s tiga x mainan yang lainnya. (mian saya nggak bisa langsung ngetik. Sesuai dengen kerja sama dengan pengiklan).

Tapi Jung Ji Woo ini nggak ember akan hal itu. Namun keduanya semakin besar, karena Jung Ji Woo juga tertarik dengan hal-hal yang disukai oleh Jung Ji Hoo.

Keduanya malah menjalin kehidupan anah dan menyempatkan waktu untuk melakukan permainan bersama.

Komentar Ulasan Film Korea Love and Leashes (2022)

Filmnya punya hal menarik di awal. Semangat nonton menggebu.

Kemudian setelah ditonton. Rasanya nanggung banget.

Rasanya di awal cenderung romcom. Melihat semua pemainnya rata-rata orang-orang yang sudah punya nama. Penasaran gitu lho diawal.

Terus memahami tema besarnya. Okelah saya paham. Karena pemeran perempuan juga “belajar” cara mainnya.

Tapi.

Unsur nanggungnya malah lebih terasa. Dibilang cukup berani, jelas cukup berani. Tapi penasaran saya tidak dibayarkan dengan baik.

Jatuhnya aneh.

Apa karena keberanian filmnya nanggung?

Banyak hal nggak masuk akal juga. Semacam momen l i a r yang bisa terjadi kapan aja tapi saya melihatnya dengan mengeryitkan dahi.

Dahla.

Aneh.

Bagi saya.

Mungkin kalian suka. Saya sih nggak.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih.

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!