Ulasan Drama Korea Our Blues (2022)

Ulasan Drama Korea Our Blues (2022)

Ulasan Drama Korea Our Blues (2022) – Pada hari-hari tayangnya, drama ini saya ikuti di hari yang sama dengan My Liberation Notes. Hanya saja kalau di Netflix, drama ini lebih duluan tayang. Our Blues selesai. Saya baru nonton My Liberation Notes. Keduanya bahkan ada di episode yang sama. Bedanya Our Blues lebih banyak episode, jadi, selesai lebih lama.

Keren Castnya

Sangat!!!

Kesan pertamanya di sini.

Pada drama, seakan kumpulan cerpen. Kisahnya berbeda di banyak bagian. Siapa yang kali ini muncul. Kemudian siapa lagi di bagian yang lain. Tapi karakter dibangun atas dasar lingkungan yang sama.

Jadi cerpen yang sangat sinkron satu sama lain.

Castnya oke banget. Peran bocil, anak muda yang saling jatuh cinta, para Ahjussi, Ahjumma, sampai nenek-nenek.

Yang mereka berikan, emosi, perasaan, nyampe banget.

Bisa dibilang, “castnya mahal”.

Ulasan Drama Korea Our Blues (2022)

Nangis Melulu

Ada aja momen bikin nangis bombay.

Kisah percintaan.

Kisah kakak adek.

Kisah Ibu dan anak.

Kisah persahabatan.

Kisah remaja hamil di luar nikah.

Kisah nenek dan cucu.

Kisah pria lajang dan mantannya.

Kisah ibu yang kehilangan anaknya karena sakit.

Tisu mana tisu.

Episode akhir, sangat baik ditutup dengan aksi olahraga, yang mana olahraga berisi semangat. Setidaknya ada kebahagiaan karena mereka bersama.

Manusia dengan Medan Masalahnya

Ada yang bilang drama ini nggak fokus.

Saya melihatnya tidak di sina.

Our Blues adalah kenampakkan kalau masalah hidup itu beda-beda.

Ada Mbak Jung Eun Hui yang melajang. Punya pria yang disukai tapi tidak bersatu dan menerimanya. Berjuang jualan ikan sampai adik-adiknya bisa sekolah. Dari segala hal kemiskinan di masa lalu, kehidupannya berubah menjadi lebih baik. Punya teman baik, salah paham. Kemudian saling terbuka dan berteman kembali.

Ada Bapak-Bapak solo yang anaknya ditempeli mimpi-mimpi besar di masa depan malah hamil dan menghamili. Inginnya mempertahankan bayi. Padahal mereka merasa masalah akan ringan ketika anak-anak mereka selesai SMA. Bapak-bapak ini kerja menggila tiap hari.

Eh rata-rata, para karakter di sini pekerja keras.

Ada juga Lee Yeong Ok yang punya kembaran tapi punya kehidupan yang unik karena tidak tumbuh menjadi anak normal. Ia sendirian tanpa orangtua. Membuang cinta jauh-jauh dari kehidupannya, tapi juga ketemu pria baik.

Dan kisah lainnya yang diaduk dalam satu drama tapo dibungkus tiap chapter.

Seringkali kisah adalah fokus pada karakter utama. Kita sering jadi peran pembantu pada kisah lainnya. Tapi kita juga lupa kalau kita adalah peran utama dalam kehidupan kita sendiri. Saat hidup dialami oleh kita, jenisnya, kisahnya, hasratnya, bakalan beda sama yang lain.

Belajar Nggak Iri

Satu hal yang mudah buat orang lain. Bisa jadi tidak mudah bagi orang lain.

Rata-rata masalahnya dekat dengan orang biasa. Mereka relatif nggak kaya-kaya banget. Jabatan aja nggak setinggi langit.

Banyak yang hidupnya rata-rata biasa aja. Masih nyari uang sampai usia tua. Bahkan pekerjannya banyak yang tidak mudah.

Ketika saya lihat para perempuan menyelam. Saya pikir mereka keren banget. Hidup di laut. Untuk menghidupi kebutuhan di darat.

Saya palingan udah kelelep. Jelas nggak bisa.

Ada temannya Eun Hui. Ko Miran, dia cantik, menikah tidak satu kali, pekerja keras, tapi dicampakkan anaknya.

Sampai di sini, emang manusia tuh bener-bener diuji.

Jadi bawaannya menasehati diri sendiri. Nggak apa-apa hidup memang begitu. Lebih sering berjalan tidak sesuai sama apa yang kita mau.

Para Pekerja Keras

Mungkin karena tuntutan hidup. Hidup di korea atau di manapun, perlu duit.

Dalam drama, poin yang saya lihat adalah hampir semuanya bergerak dalam pekerjaan. Ada yang dagang apa aja pakai mobil dengan bak terbuka yang dimodifikasi, ada yang dagang makanan di pasar, jualan ikan. Sampai jual jasa pun ada kayak Miran.

Ada yang banyak utang.

Ada yang nggak punya utang.

Tapi sama-sama masih kerja.

Keren sob. Saya merasa orang yang tanggung jawab sama dirinya itu keren.

Rekomendasi Nggak Nih?

Jelas.

Dramanya bagus. Ditulis dengan baik. Juga dimainkan oleh artis-artisnya dengan sangat apik. Musiknya juga bagus.

Cuma, sediakan tisu aja.

Sama semangat yaa. *ke diri saya sendiri juga.

Sama-sama berjuang.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini.

You May Also Like

4 Comments

  1. Aku lihat mereka lari waktu Ibunya DongSoek meninggal aja nangis mbak… Hehehehehe
    Memang kok setiap orang punya masalah sendiri2…
    Yang penting harus tetap semangat…

  2. Aku pembaca baru, baru beberapa bulan ini kalo mau nonton drama ngeliat ulasannya selalu dari sini. Dari blog ini aku ketemu sama drama yang kutonton berkali kali yaitu My Mister. Ulasan drama ini sedikit banyak sesuai sama selera aku, bukan itu aja seberapa detail itu juga yang buat aku tertarik.
    Tapi kendalanya adalah setiap aku stuck gak tau mau nonton apa nyari rekomendasinya dramanya susah kalaupun ada rangkumannya kalo nggak udah ditonton ya drama tahun 2014 kebawah tepatnya 2011.
    Drama ditahun itu rada aneh, secara tampilan, kualitas video, dll. Utamanya subtitle.

    Refrensi drama yang kutonton termasuk dikategori komedi, komedi romantis. Intinya minim konflik tapi banyak makna kayak prison playbook, hospital playlist, CLOY, Whats wrong sekertaris kim. Tapi tetap bisa nonton drama konflik juga asal jangan perselingkuhan kaya world of the meried.

    Tujuan ku komen gini buat minta tolong sama mimin buat ngerangkum rekomendasi drama. Tahun 2014 keatas, genre apa aja mah bebas yang penting seru. Soalnya udah 3 minggu stuck gak tau mau nonton apa, aku juga bukan tipe yang nonton on going karna sering lupa cerita.
    Kalo bisa buat yang banyak min rangkumannya 🙂 makasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!