Ulasan Drama Korea Juvenile Justice (2022)

Ulasan Drama Korea Juvenile Justice (2022)

Ulasan Drama Korea Juvenile Justice (2022) – 10 episode saya habiskan dalam waktu yang cukup singkat. Apakah bagus?

Dalam beberapa hari terakhir, drama korea yang tayang di Netflix rasa-rasanya sangat banyak. Baik dari jaringan lain atau asli produksi Netflix.

Juvenile Justice menjadi salah satu drama yang diproduksi Netflix. Sekali tayang langsung 10 episode.

Profil Drama Korea Juvenile Justice (2022)

  • Drama: Juvenile Justice (English tilte) / Juvenile Judgement (literal title)
  • Revised romanization: Sonyeonsimpan
  • Hangul: 소년심판
  • Director: Hong Jong-Chan
  • Writer: Kim Min-Seok
  • Network: Netflix
  • Episodes: 10
  • Release Date: February 25, 2022
  • Runtime:
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Cast Drama Korea Juvenile Justice (2022)

Kim Hye Soo memerankan Sim Eun Seok.

Kim Moo Yul memerankan Cha Tae Ju.

Lee Sung Min memerankan Kang Won Jung.

Lee Jung Eun memerankan Na Geun Hee.

Sinopsis Singkat Drama Korea Juvenile Justice (2022)

Sim Eun Seok adalah hakim pendamping. Ia bekerja dengan junirnya Cha Tae Ju dan Hakim ketua yang mengalami pergantian dari Kang Won Jung ke Na Geun Hee.

Sim Eun Seok adalah hakim yang relatif muda. Ia dikenal dengan pemberi sanksi hukum yang maksimal kepada anak-anak.

Yup, drama ini soal peradilan bagi anak. Anak-anak yang melakukan kejahatan.

Di episode satu sudah dibuka dengan cerita mengenai anak yang dibunuh dan di po tong kemudian dibuang. Pelakunya adalah dua remaja muda. Pada kasus awalnya, anak yang lebih muda mengaku. Namun pada proses persidangan, ditemukan fakta lainnya.

Episode berganti dan kasus berganti.

Ada yang tentang masalah lembaga yang merawat anak bermasalah, kebocoran soal ujian di sekolah, mengemudi di bawah umur, sampai masalah pelik seperti KS di tingkat remaja.

Komentar Ulasan Drama Korea Juvenile Justice (2022)

Dramanya nggak bisa diskip.

Karena satu kasus menghabiskan 2 episode dan berlanjut ke kasus berikutnya. Kasus terakhir berkaitan dengan kasus yang sebelumnya pernah dialami oleh Hakim Shim.

Dramanya keren banget!!!

Intens.

Fokus.

Bahkan mengharukan.

Kejadian menghakimi anak dikemas secara rapi sesuai dengan peradilan di korea. kasus-kasus yang diungkap adalah isue yang hangat.

Saya nggak nemu celah kalau dramanya nggak bagus.

No yangyangan.

Yang ada adalah bagaimana integritas seorang hakim yang mencoba memberikan yang terbaik sampai dia sendiri nggak adil dengan badannya sendiri. Sampai sakit, karena gila kerja dan selalu serius dalam bekerja.

Beda banget dengan karakter hakim pendampingnya, Cha Tae Ju. Tae Ju cenderung lebih ramah. Lebih mudah diajak bicara. Namun sama seperti hakim Shim, Tae Ju juga punya kisah tentang peradilan anak. Namun ialah yang diadili.

10 episode membuat saya nggak mau beranjak buat nonton drama lain dan mau kelarin yang ini aja.

10 episode memberikan gambaran tentang bagaimana perbuatan manusia pada tindak kriminal bisa dilakukan oleh siapa saja. Pemicunya sangat kompleks dan akibatnya sangat fatal jika tidak ditangani dengan baik.

Hakim yang diawal tidak sungguh-sunggu memberikan yang terbaik atas vonisnya. Memberikan gambaran pada anak-anak mengenai apa itu hukum dunia dan perilakunya di masa yang akan datang.

Jujur, saya butuh banyak tisu untuk nonton drama ini. karena apa?

Intens sekali emosi yang keluar. Bukan hanya dari peran utama. Melainkan dari peran lainnya yang mengisi sebagai peran pembantu atau tambahan.

Banyak kejadian yang tidak menyenangkan juga.

Bagaimanapun keadaan anak-anak yang membantah, fakta yang kemudian dibolak-balik dan dipelintir. Membuat penonton seperti saya acapkali nggak nyaman.

Namun, saya bisa masukkan drama ini sebagai salah satu drama hukum terbaik yang pernah saya tonton.

Pokoknya. Saya rekomendasi banget.

Kalian bisa lihat dramanya di Netflix.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih.

You May Also Like

4 Comments

  1. dari awal drama ini mau tayang saya udh putuskan wajib nonton n ternyata emang sebagus itu…jujur ni drama buat saya g tidor, syukurnya nonton pas weekend…rasanya msh kurang byk episodenya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!