Ulasan Drama Korea Bulgasal: Immortal Souls (2022)

bulgasal

Ulasan Drama Korea Bulgasal: Immortal Souls (2022)

Untuk kesan pertamanya saya tulis di sini yaaaa. Alhamdulillah selesai juga nonton dramanya. Meski lama dan berhenti di episode 9.

Gimana apakah bagus?

Menurut saya lho yaaa.

Bulgasal Kurang Bisa Bikin Penasaran

Punya genre fantasi yang ada kaitannya dengan tragedi di masa lalu. Titik-titik terang yang harus dikaitkan. Seharusnya menjadikah Bulgasal adalah salah satu drama yang bikin penasaran.

Namun yang terasa justur muter-muter di situ-situ saja.

Awalnya jelas penasaran banget. Kok bisa yang tadinya sangat diincar kemudian malah tinggal bareng layaknya satu keluarga yang rukun dengan kepala keluarga yang kesannya dingin.

Ada apa gitu yaaa?

Kenapa yang tadinya diwacanakan sebagai musuh malah terlihat sangat melingdungi satu sama lain? baik disadari atau tidak.

Nah disitu tuh saya masih sabar nunggu episode lainnya.

Tapi kok lama-lama progresnya lama yaa?

Kok kayak ditarik ulur yaa? apa karena konsekuensi dari karakter yang selalu reinkarnasi?

Akhirnya saya mulai kehilangan semangat buat nonton kembali.

bulgasal

Soal Akting

Bagus.

Sama sekali nggak ada masalah.

Kesedihan mereka nampak meski tidak dinampakkan.

Kutukan dalam hidup mereka benar-benar merasuk pada diri mereka. Kehampaan dan kasih sayang ada di mata mereka.

Kadang kalau sedih, saya ikutan sedih juga. Meski sedihnya saya karena ingatan akan uang jajan yang mau habis. Padahal masih mau jajan lagi.

Kwon Nara dan Lee Jin Wook, main sesuai porsi mereka. Padahal saya pengen mereka lebih lama dalam hubungan yang baik.

Dahla, gimana lagi. Kisahnya tentang tragedi.

Sebenarnya Awalnya Menarik Namun Endingnya Tidak Terlalu Istimewa

Menarik awalnya.

Buktinya saya nonton kelanjutannya pas nyetrika baju.

Tapi endingnya nggak terlalu fantastis.

Intinya bermula dari sifat iri yang kemudian direalisasikan dengan fitnah dan keserakahan. Bikin satu generasi hancur yang membuat karma di generasi-generasi berikutnya.

Pas ada anak muda berambut pirang nempel dengan Dan Hwal terus. Saya nebak dia adalah reinkarnasi dari anaknya Hwal di masa lalu yang buta. Ternyata bener.

Di sini lain. Beberapa petunjuk mudah ditebak. Selebihnya adalah masalah alur reinkarnasi dan karma yang mereka alami.

Keseluruhan Mengenai Drama Korea Bulgasal

Awalnya menarik.

Pertengahan sudah bikin lelah.

Endingnya adalah tentang bolak-balik masa lalu dan masa kini. Tidak terlalu fantastis namun lumayan, yang jelas dari awal sampai akhir, Bulgasal adalah kisah yang cukup tragis.

Apakah bagus?

Buat saya masih belum wow sih. Tapi teknologi pengambilan gambarnya cukup lumayan.

Begitulah kira-kira pendapat dari saya.

Sekali lagi cuma pendapat saja.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih.

You May Also Like

2 Comments

  1. Entah hati saya yg sedang rapuh atau gimana, saya berderai air mata saat para main cast meninggal. Terlebih si Bibi reinkarnasi dukun/cenayang, mengingatkan saya pada manajer tua di Hotel De Luna. Dengan begitu mengiba dia intinya berkata pada karakter Lee Jin Wook yg abadi, “Dulu saat aku kecil kamu kuanggap ayahku. Saat aku beranjak dewasa kamu adalah pamanku lalu sebagai kakakku. Aku menjadi tua dan kamu skrang seperti anakku.” Bagi aku pribadi, kematian si bibi itu begitu dramatis melebihi final episode. Karakter yang diperankan Lee Jin Wook saat episode si Bibi mati juga digambarkan sedang buta sementara, entah penulis cerita bermaksud metafora atau gimana, si Bulgasal itu juga menangis sendirian setelah ngusir anggota keluarga lainnya, dalam keadaan buta sambil berkata “Aku kehilangan sosok adikku, aku kehilangan sosok anakku”

    Dari tengah sampai ending vibesnya seperti hotel De Luna, dimana satu persatu para pemain utamanya meninggal. Bedanya disini disisakan 2 orang, klo De Luna tinggal Goo Chan Seong seorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!