Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 8 Part 1

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 8 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa baca di sini.

Ahjumma Ibunya So Ra terus mendekat uang yang ia peroleh. Uang dia periksa di bangku taman dan ia membaca puisi yang ada di koran. Wajahnya nampak aneh.

Di sisi lain. Woo Kyung naik kembali ke lantai atas pusat bahasa dan membaca kembali puisi di dinding.

***

“Ini aku. Ibunya So Ra. Astaga, polisi kejam itu membuatku merinding. Ayahnya So Ra bunuh diri. Bagus bukan?” Ucap Ahjumma yang menelpon Woo Kyung lagi.

“Apa?”

“Anda benar. Rasanya senang karena kini dia sudah mati. Terima kasih Ibu Cha. Semuanya berkat anda.” Kemudian telpon ditutup.

Woo Kyung masih di TKP penemuan mayat dan dia menemukan semacam gelang tangan anak-anak.

***

Ia bergegas menemui Ji Hun.

“Ini membuktikan pernah ada seorang anak di gudang?” Tanya Ji Hun.

“Gelang iblis bintang hitam ini populer di kalangan anak-anak. Putriku juga punya satu.”

“Peristiwanya terjadi di pusat anak.tidak aneh ditemukan mainan di pusat anak-anak. Gelang ini baru dikeluarkan kurang dari dua bulan lalu. Artinya pernah ada seorang anak di gudang itu.”

“Apa bedanya?”

“Wanita itu ditemukan tidak bernyawa, tapi anak itu menghilang. Jadi kita harus mencari anaknya.”

“Semua ini foto-foto di tkp. Kami tidak menemukan apapun terkait anak di tempat sampah. Pikirmu gelang itu bisa membuktikan pernah ada seorang anak di sana?”

“Kamu sudah memeriksa dengan teliti apa di sana pernah ada anak?”

Berkas diberikan lagi oleh Ji Hun. “Ini Lee Hye Jun yang kita temukan.tidak punya kerabat satu pun. Dia yatim piatu. Anggota keluarga yang dia miliki hanya mantan suaminya, pak go. Dia tidak punya siapapun lagi. Tidak ada anak juga. Puas?”

“Mungkin saja dia punya. Tapi tidak mendaftarkannya.”

“Bu Cha, sudah cukup.”

“Hal seperti ini sering terjadi di dunia ini.”

“Sangat sulit berurusan denganmu. Tolong pergilah.”

“Kenapa seorang polisi sangat tidak bertanggung jawab? Nyawa seorang anak bergantung pada hal ini. pembunuhnya mungkin saja menculik anak itu. setelah membunh si wanita. Anak itu dalam bahaya.”

Ada Soo Young datang. “Sunbaenim, tim forensik ingin tahu apa kamu akan menghadiri proses autopsi.”

“Apa maksudmu? Kubilang aku akan hadir? Katakan aku sudah mau ke sana dan jangan mulai dulu sebelum aku sampai.” “Kamu dengar? Aku punya pekerjaan lain.” Ucap Ji Hun pada Woo Kyung. “Bawalah gelang iblis hitam ini.”

“Ada satu kesamaan lagi selain kematian dan puisi. Anak-anak. Anak-anak teraniyaya atau terabaikan. Saat ada kasus kematian yang melibatkan puisi, selalu ada seorang anak juga. Kali ini, tidak ada bedanya.

***

Karena sikap Woo Kyung yang demikian. Akhirnya ia diselidiki.

“Enam bulan lalu, dia menabrak seorang anak kecil sampai tewas. Syok itu mengakibatkan kandungannya keguguran.”

“Keguguran?”

“Dia mengalami histeria setelah kejadian itu. sudah lama dia menerima konsultasi. Dia pernah bilang sola cuti kerja. Dia tidak cuti hamil. Di cuti sakit. Dia bisa kembali bekerja karena reputasinya baik,tapi kini dia terlalu sensitif dan pusat sedang mengawasinya.” Ucap Soo Young pada Ji Hun.

Dan saat Ji Hun melihat dokumen di mejanya. Dokumen itu sudah tidak, dibawa oleh Woo Kyung.

***

Ji Hun pergi ke tempat autopsi dan mendapatkan laporan dari dokter.

“Tidak ada luka luar atau patah tulang. Jika dia membusuk lebih parah, memar ini tidak akan terlihat. Memar ini cocok dengan posenya saat ditemukan.”

“Dia tewas selagi duduk?”

“Atau dia didudukkan setelah mati. Lantas, akan sulit mencari waktu kematiannya. Bisa terjadi sekitar dua pekan lalu atau malah sudah beberapa bulan. Sulit mengetahuinya.” Ucap dokter.

“Ini sangat tidak masuk akal.tapi dianggap sebagai kematian biasa.”

“Kematian itu sendiri sudah tidak masuk akal.”

“Tidak ada tanda yang menunjukkan dia pernah melahirkan bukan?”

“Ada, setidaknya pernah sekali.” Dokter melihat mayatnya kembali. “benar. Dia pernah melahirkan. Jika kamu melihat pelvisnya, setidaknya sudah bertahun-tahun lalu. Intinya bukan baru-baru ini. kenapa kamu bertanya?”

***

Woo Kyung ke rumah mantan suami yang jenazahnya ditemukan. Ia melihat keseliling dan banyak sekali anjing hidup atau sudah mati. Jadi profesi ahjussi ini adalah seorang jagal anjing yaa *jadi inget bapaknya Na Moo.

Pada suatu gudang ada jendela yang ditutup dengan kain bekas. Saat kain diambil, ternyata sebuah baju anak-anak.

Dan tak lama pemilik rumah pun datang. Woo Kyung pun memperkenalkan diri dengan memberikan kartu namanya.

“ada pekerjaan semacam ini ya? aku tidak tahu ini yang dikerjakan konselor.”

“Kami mencoba menemukan alasan di balik fenomena sosial dengan cara mendekati seseorang melalui perspektif psikologis. Penelitian itu dari pekerjaanku. Jarang aku menemukan wanita tunawisma berusia 20an tahun tewas secara tidak wajar. Aku tahu ini agak kasar…”

“Tidak kasar sama sekali. Aku ditemani anjing dekil setiap hari. Kamu sangat cantik. Aku senang sekali bertemu dengan orang secantik kamu.”

“Aku tahu Lee Hye Sun tidak punya keluarga.”

“Ya. dia seorang pengembara yang tidak mengenal orang tuanya. Begitulah saat kami bertemu dan mungkin masih sama sampai dia tewas. Coba aku ingat, sekitar 10 tahun lalu, aku mengelola toko barang bekas di Suwon. Saat itu aku melihatnya untuk kali pertama, dia tunawisma. Aku kasihan dengan anak muda itu, jadi aku memberinya pekerjaan. Karena sering bertemu, kamipun saling sayang. Lalu akhirnya kami hidup bersama.”

“Apa saat itu Lee masih di bawah umur?”

“Yang benar saja.” Ahjussi sedikit menyentuh Woo Kyung. “Aku hanya tinggal dengan dia sembari menafkahinya. Hye Sun itu, tidak ada yang bisa dibanggakan selain usianya. Dia tidak secantik kamu dan tubuhnya juga tidak bagus. Di juga bodoh dan lamban. Aku jujur saja. gadis mudah sudah tidak menarik. Aku suka wanita bergaya glamor. Aku suka dan tertarik kepada wanita seperti itu. aahhh ada sesuatu di rambutmu.” Dan lagi-lagi ahjussi menyentuh Woo Kyung.

“Kapan kalian bercerai?”

“Kami tinggal bersama sekitar 7 tahun, lalu dia ingin meninggalkan rumah. Dia ingin mengembara lagi.”

“Bagaimana dengan anak itu?”

Mimik ahjussi berubah. “Anak apa?”

“Anak yang kalian miliki.”

“Kamu tidak membaca filenya? Tidak ada anak.”

“Aku melihat…Coretan krayon di atas kursi yang kamu duduki. Bukankah itu anak-anak yang menggambarnya?”

“Ini kursi bekas. Aku menemukannya.”

“Lantas, adakah alasan kamu enggan punya anak?”

“Tunggu… apa hubungannya pertannyaan itu dengan kematian wanita tuna wisma?”

“Mendapatkan fakta latar belakang soal wanita tunawisma 20an tahun adalah persyaratan dasar.”

“Dia tidak pernah hamil dan kami tidak mau punya anak.”

“Adakah alasan kamu enggan memiliki anak?”

“Haruskah aku mengatakannya? Aku sangat membenci anak-anak. Aku membenci mereka dengan segenap ragaku. Mereka merepotkan. Mereka berisik dan egois. Mereka seperti monster. Aku benci anak-anak.”

Pak Go tiba-tiba mendapatkan tamu yang akan membeli anjingnya. Di saat inilah Woo Kyung menggeledah rumah dan gudang milik Pak Go. Ada juga buku tentang kehamilan.

Woo Kyung mengeledah semua tempat dan ia menemukan banyak kroyon di gudang.

Ajusshi Go yang tidak suka kediamannya digeledah. Ia pun berusaha menangkap Woo Kyung. Woo Kyung berusaha lari dan membela diri dengan memukul kepala Pak Go dengan batu bata.

Karena kalah gesit. Woo Kyung ditangkap.

“Sulit dipercaya. Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu kemari?”

***

Tak lama. Ji Hun mendatangi rumah ahjussi lagi. Dan saat itu kebetulan Woo Kyung dimasukkan ke dalam mobil polisi.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat