Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 7 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 7 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Soo Young dan Ji Hun mendatangi sebuah rumah. Di depan rumah tersebut banyak sekali kaleng bir yang berserakan. Tak lama mereka menunggu. Sang pemilik rumah pun datang.

“Sudah lama aku tidak mendengar kabar Hye Sun. Sudah setahun sejak kami bercerai, tapi aku belum melihatnya. Apa terjadi sesuatu?”

“Kami menemukan seseorang yang meninggal dengan cara tidak wajar. Ini ditemukan bersama dengan jasadnya.” Sebuah KTP Lee Hye Sun.

“Apakah dia sudah mati? Lee Hye Sun?”

“Kami ingin kamu datang dan memeriksa untuk kami.”

“Apa ini? apa dia benar-benar mati?”

***

Kim Min Seok mengunjungin Eun Seo.

“Ayah. Apa perjalanan bisnismu sudah selesai?” Tanya Eun Seo.

“Ya.”

Kemudian Eun Seo kali ini dibawa oleh ayahnya. Eun Seo masuk kedalam mobil. Kedua orangtuanya berdialog.

Woo Kyung bertanya pada mantannya. “Kamu memberi tahu orangtuamu tentang hubungan kita?”

“semacam itu. aku akan memberi tahu mereka secara detail lain kali.”

“Kamu bisa memberitahu Eun Seo. Aku tidak bisa memberitahunya kenapa ayahnya tidak pulang.”

“Baik. Bagaimana dengan hasilnya? Kamu mencari keluarga anak laki-laki itu.”

“Ahh seharusnya aku tidak mengatakan saat itu.jangan pedulikan aku.”

“Sungguh?”

“Aku sudah mengunjungi dokter dan teratur minum obat. Aku juga tidak melihat gadis itu.”

“Aku senang.”

***

Woo Kyung datang mengunjungi adiknya di rumah sakit. Di sana sudah ada ibunya.

“Ibu sudah membersihkannya.bisakah kamu memijat lengan dan kakinya? Mereka menemukan mayat di lokasi anak-anak sering datang. apakah pusatmu akan baik-baik saja?”

“Untungnya. Itu tidak masuk berita.”

“Kenapa hal menakutkan seperti itu sering terjadi di sekitarmu? Itu sial sekali. Datanglah untuk makan malam dengan Min Seok dan Eun Seo nanti. Ibu memasak iga.”

“Mereka pergi ke rumah mertuaku. Ini ulangtahun ayah mertua.”

“Bagaimana denganmu? Bukankah kamu harus pergi?”

“Aku tidak harus melakukannya lagi. Min Seok dan aku sudah berpisah.”

“Min Seok menemukan orang lain? sudah ibu duga. Kamu memberikannya banyak masalah. Siapa yang tidak akan lari jika istrinya tidak waras? Gadis muda dan cantik akan berbaris untuk Min Seok.”

“Maksud Ibu, perbuatannya itu benar?”

“Tidak. Maksud Ibu, ibu bisa memahaminya.”

“Bagaimana denganku? Ibu tidak memahami aku?”

“Jika kamu memperlakukannya dengan baik, ini tidak akan terjadi.”

“Dia yang menghancurkan keluarga kami. Dia yang berbuat salah!!” Woo Kyung berteriak. “Kenapa Ibu hanya mengkritikku dan Eun Seo. Kenapa ini selalu salahku? Ibu menyalahkan aku atas kematian ayah, lalu menyalahkanku atas hal yang menimpa Se Kyung. Kini suamiku meninggalkanku karena kesalahanku juga?”

Woo Kyung pun ditampar ibunya.

“Beraninya kamu berteriak di sisi adikmu yang sakit?”

“Aku bersalah. Oma aku bersalah.” Dan anehnya Woo Kyung minta maaf seperti sangat ketakutan. Ia pun menangis usai ibunya keluar ruangan.

***

Saat mayat diindentifikasi. Benar bahwa itu adalah perempuan seperti identitas di KTP.

“Bagaimana seseorang bisa berakhir seperti itu?” Ucap ahjussi mantan suami.

“Kami sedang mencoba mencari tahu. Bisakah kamu menghubungi teman atau kenalan mendiang?”

“Dia tidak punya teman. Dia anak yatim piatu, jadi tidak punya keluarga. Dia benar-benar pendiam dan tidak pernah meninggalkan rumah.”

“Bagaimana bisa seseorang yang begitu antisosial bertahan lepas perceraian?”

“Kamu menanyakan itu padaku? Bagaimana aku tahu?”

“Kamu tidak sopan.” Ucap Ji Hun.

“Begini… kami tidak pernah bicara setelah bercerai.”

“Seberapa sehat dia dulu? apakah dia punya penyakit kronis?”

“Dia masih berusia 20 tahunan. Penyakit kronis apa? Ahhh yaa dia sering batuk. Itu asma atau peradangan esofagus.”

“Kenapa kamu menceraikannya?”

“Tunggu. Haruskah aku menjawab itu?”

“Ya.”

“Sial, wanita itu… sangat merepotkan. Aku butuh kesenangan. Aku juga manusia. Bukankah begitu? kamu perlu alasan untuk bosan dengan seseorang? Kita tidak bisa apa-apa lagi jika sudah tidak saling cinta. Bukankah begitu?”

***

Woo Kyung mendekati Si Wan yang duduk sendiran.

“terima kasih untuk hadiahnya. Itu dibuat dengan baik.bagaimana dengan konselor barumu? Kalian sering bertemu?”

“Kudengar mereka menemukan mayat.” Si Wan menunjuk. “Apakah gadis kecil yang di sana mati?”

“Gadis kecil?”

“Dia tidak melakukan apapun kecuali menggambar. Dia berumur sekitar enam tahun. dia memiliki rambut pendek dan mata bulat. Kutanya apakah dia pernah berkonsultasi dan dia bisa tinggal di sana.”

“Kapan kejadian itu?”

“Saat tempo hari aku kemari.”

Ibu Si Wan datang dan langsung marah pada Si Wan kemudian membawanya pergi.

Dan gadis dengan gaun hijau sedang duduk di taman dan menggambar. Ia menengok pada Woo Kyung.

***

Ahjumma Ibu So Ra diperlihatkan rekaman saat membeli arang. “Itu Ayah So Ra. Dia membeli arang sendiri. dia bertekad untuk mati saat itu.”

“Autopsi menyatakan dia tewas karena asfiksia akibat karbon monoksida. Tidak ada yang masuk ke mobil dan tidak ada tanda pembunuhan. Jadi kami pikir itu bunuh diri.” Ucap Ji Hun.

“Dia terus berkata ingin mati. Kalau begitu, kamu mau memberikan 3.000 dolar itu kembali?”

“Kami akan mengembalikan semua yang dia tinggalkan.” Ucap Soo Young.

“Terima kasih.” Ibu So Ra sangat senang.

Ji Hun memberikan dokumen. “Tanda tangan di sini untuk mengklaim jasadnya.”

“Bisakah aku tidak mengklaim jasadnya? Jika aku mengklaim jasadnya, aku harus mengadakan pemakaman. Entah dia dikubur atau dikremasi, itu akan menghabiskan banyak uang.kami tiak memliki apapun. Aku bersungguh-sungguh.”

***

Ji Hun keluar dengan menghela napas.

Kita harus memperlakukannya seolah-olah dia tidak punya keluarga?” Ucap Soo Young.

“Ya, itulah satu-satunya pilihan sekarang. jangan membuang waktumu lagi dan ingat pelajaran ini. jangan menjadi seseorang yang tidak layak dimakamkan.”

Woo Kyung menghubungi Ji Hun namun Ji Hun tidak mau menjawab dan Soo Young yang menjawab.

“Detektif Kang sedang tidak ada di tempat. Kami mengindentifikasi jasadnya, tapi informasnya tidak boleh dibagikan. Ini bukan rahasia, tapi kami belum mengungkapkan detail itu.”

Ji Hun mengambil lagi ponselnya dari Soo Young.

“Kenapa kamu ingin tahu identasnya?”

“Aku ingin tahu siapa yang kutemukan.”

“Aku tidak bisa membagikan detail kasus untuk alasan itu.”

“Aku belum pernah mendengar identitas jasad dirahasiakan.”

“Akan segera ada sebuah peryataan. Aku akan memberitahumu.”

“Satu hal lagi. Wanita itu punya seorang putri?”

“Seorang putri?”

“Apa mendiang wanita itu memiliki seorang putri? Setidaknya beritahu aku itu.”

“tidak. Tidak punya. Sepupu, keponaan atau putri. Dia tidak punya semuanya. Dia yatim piatu.”

Bersambung. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat