Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 10 Part 2

Sinopsis Drama Korea Children of Nobody Episode 10 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Kini Eun Ho diselidiki oleh Ji Hun. Ji Hun melempar foto hana di meja.

“Siapa ini?”

“Anak yang menghilang dari gudang hanul sebulan lalu.”

“Gudang? Yang ada mayatnya itu?”

“Dia putrinya. Ibu dan putrinya tinggal di sebuah ruangan di tempat kerjamu. Kamu tidak marah? Si ibu membuat putrinya tidur di gudang dan makan dari tong sampah. Dia tipe yang kamu benci.”

“Aku tidak mengenal anak ini.”

“Hanya kamu yang bekerja saat malam di sana. Hanya mereka berdua yang ada di sana saat malam.”

“Aku memang bekerja malam hari, tapi Cuma sesekali memeriksa sekeliling gedung pukul 22.00. pekerjaanku sebenarnya adalah merawat fasilitas. Detektif, sumpah. Aku tidak tahu.”

“Apa yang kamu lakukan pada malam hari tanggal 4 oktober? Tuntutannya ada pembunuhan, penculikan dan penelantaran anak.”

“Hampir setiap hari sama bagiku. Aku mungkin bekerja seharian dan tidur di asrama seperti biasa.”

“Seperi biasa?” Ji Hun kini mengambil berkas registrasi kendaraan. “Sudah ingat sekarang? kamu meminjam mobil temanmu. Foto ini diambil pukul 6.02. panti asuhan Dreamland Cuma berjarak 10 menit dari lokasi foto ini diambil. Anak ini ditemukan pukul 6.30. kamu bekerja di tempat mayat ibunya ditemukan. Dan tumbuh besar di panti asuhan tempat yang anaknya ditemukan.”

***

Soo Young menemukan sketsa wajah di kamar Eun Ho.

***

“Kamu menemukan buktinya?” Tanya Direktur Pusat Anak.

“Sedang kami selidiki.” Ucap Ji Hun.

“Penyelidikanmu…Detektif, anak-anak datang ke sini. kami mengajar dan memberi konsultasi. Sudah cukup mengerikan karena ditemukan mayat di sini. tapi kini pembunuh? Dengar. Jika sampai masuk berita, karirku akan tamat selamanya. Aku bisa kehilangan segalanya.”

“Opini masyarakat atau media akan sulit dibendung, tapi kamu aman. Jangan khawatir. Kamu kenal baik Lee Eun Ho. Kamu yang mengizinkan dia untuk makan dan tidur di sini.”

“Ya. aku mengenalnya. Dia tumbuh besar di panti asuhan yang dikelola ayahku.”

“Panti asuhan Dreamland?”

“Bukan. Panti asuhan yang dikelola ayahku adalah rumah malaikat hanul. Kami menjualnya ke orang lain sudah lebih dari 10 tahun silam.”

“Kamu baru bertemu dengan Lee Eun Ho setelah dia dewasa?”

“Ya. dia mendatangiku sekitar dua atau tiga tahun lalu. Dia butuh pekerjaan dan aku butuh bantuan, jadi aku pekerjakan dia. dia bekerja keras dan berhati lembut. Pasti ada kesalahpahaman.”

“Kenapa dia sangat suka anak-anak? Kurasa itu bukan obsesi, tapi dia cepat karab dengan anak-anak dibandingkan orang seusianya.”

“Aku tidak tahu. Mungkin dia ingin seperti mereka. Masa kecilnya berbeda dari anak lainnya karena dia tumbuh besar tanpa kehadiran orang tua.”

***

Eun Ho ada di dalam penjara.

***

“Dia tidak mengubah kesaksiannya.” Ucap Soo Young pada Ji Hun.

“Dia hanya berkendara?”

“Katanya berkendara saat fajar adalah hobinya. Beberapa koleganya bilang dia pernah diperingati karena menggunakan mobil pusat. Tidak ada hasil dari pencarian dan penggeledahan dan CCTV akan sulit membuktikan dia ke sana. Kita tidak bisa menahannya di sini.”

***

“Apanya yang berbahaya? Kita menstimulasi ingatannya.” Ucap Ji Hun pada Woo Kyung.

“Dia bukannya tidak ingat, tapi hanya enggan menceritakannya.”

“Bukankah memanjakan kalau begitu? malah akan memperburuk situasi?”

“Dia masih kecil. Dia tidak boleh diusik sedikitpun.”

“Membantunya melampiaskan sesuatu yang dia pendam akan lebih baik. Melampiaskan kemearahan, menyingkap trauma!!!!! Beberapa tahun lalu, hal ini pernah terjadi saat aku bertugas di selatan. Ada kebakaran di rumah seorang duda dan anak umur 12 tahun. pria itu mati. Saat itu putranya tidak ada di rumah. Putranya ditemukan di warnet dekat rumahnya esok pagi. Dia tampak mengerikan. Ada luka kekerasan jangka panjang di sekujur tubuhnya. Dia nampak seperti peta dunia. Kebakaran itu jelas disengaja. Tiga jam sebelum kejadian, putra pria itu membeli minyak tanah dari pombensin. Dan mengunggah catatan darng bahwa dia berencana membunuh. Tapi, usianya masih dibawah 14 tahun dan tidak bisa didakwa.kami menyebutnya kasus anak lelaki A.”

“Anak itu membunuh ayahnya?”

“Semua putunjuk mengarah ke situ. Tapi anak itu sangat syok dan tidak bisa memberikan pertanyaan. Saat itulah Lee Eun Ho muncul. Dia bilang anak itu berada di tempatnya saat kejadian. Kurasa tidak ada teman yang tidak terkait kasus itu mau berbohong Cuma-Cuma. Terlebih lagi, aku tidak mau percaya anak 12 tahun membunuh ayahnya sendiri. anak itu pun bebas.”

“menurutmu, Lee Eun Ho mengatakan alibi palsu demi anak itu?”

“Tidak. Kurasa Lee Eun Ho berkata jujur. Anak itu mungkin memang ada di tempatnya saat itu. tapi entah apa Lee Eun Ho ada di sana atau tidak.”

“Menurutmu Lee Eun Ho yang membunuh ayah itu?”

“Entahlah aku tidak memeriksanya. Karena itulah, kali ini aku harus memeriksa.”

***

Hana sedang bermain pasir. Ji Hun kemudian memberikan semacam benda milik mendiang Ibu Hana.

“Kamu tahu apa itu?” Tanya Woo Kyung.

Hana batuk dan menggunakan alat itu untuk menghentikan batuk.

“Ini bisa menghentikan batuk?” Hana pun mengangguk ketika ditanya.

“Kenapa Hana bisa tahu benda semacam ini?”

“Omma”

“Hana, apa yang terjadi jika ibumu tidak punya ini?” tanya Ji Hun.

Hana hanya batuk tanpa henti sebagai jawaban dan berhenti ketika Woo Kyung memintanya.

“Kamu melihat orang itu?” Tanya Ji Hun. “Lihat siapa yang menyembunyikan benda ini dan membuat Ibumu jadi sakit?”

“hentikan.” Ucap Woo Kyung.

“Aku melihatnya.”

Hana menunjuk pada Ji Hun. Menjatuhkan benda itu dan menginjak-injaknya. Menirukan apa yang telah terjadi pada ibunya. Kemudian mulutnya ditutup dan Hana pun tertidur.

“Hana, kamu ingat wajah ahjussi itu?” hana pun mengangguk. “Seperti apa dia?”

“Orang baik. Dia seperti orang baik.”

***

Eun Ho sudah diborgol.

Di dalam ruangan sudah ada hana. “Hana, ada banyak ahjussi yang akan masuk ke ruangan. Jika kamu melihat pria baik itu, katakan siapa orangnya.

Banyak pria yang masuk. Termasuk Eun Ho.

***

Kakek yang kemarin mencari Ji Hun datang lagi ke kantor polisi. Ia bertemu dengan Soo Young.

“Ada detektif Kang Ji Hun? Aku punya bukti kasus pembunuhan.”

***

Di dalam ruangan, masing-masing pria dipanggil berdasarkan nomor.

Nomor 5. Eun Ho dipanggil. Hana masih terdiam.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat