Review Series Netflix After Life Season 1-2

Review Series Netflix After Life Season 1-2 – Waahhh. Sudah selesai momen lebaran dan mimin besoksore siap memuntahkan beberapa review dan kesan pertama. *kenapa? Nyidam min? Pakai muntah segala?

Wkwkkw nggak dong.

After Life ini tentang apaan?

After Life adalah sebuah series yang dimainkan oleh Ricky Gervais yang memerankan sosok Tony Johnson. Tony seorang pria yang depresi sebab kehadiran istri kesayangannya Lisa sudah tidak ada lagi.

Lisa meninggal karena kanker payudara.

Tony tinggal sendirian dengan seekor anjing yang ia rawat sejak kecil, anjing itu ia hadiahkan untuk Lisa. Bekerja di sebuah koran lokal yang hampir bangkrut karena kekurangan pemasukan. Toni sempat memutuskan untuk bunuh diri dan mendapatkan konseling psikologis.

Yep…

Intinya .

Series ini mengisahkan tentang lelaki yang depresi sebab ditinggal meninggal sang istri.

Profil After Life

Satu season hanya 6 episode. Jadi, dikalikan dua. Total 12 episode. Tapi, durasinya cukup pendek, berkisar hanya 25 menit sampai dengan 31 menit saja.

Pertama kali diputar pada 8 maret 2019. Produsernya adalah Charlie Hanson.

Komentar Review Series Netflix After Life Season 1-2

Eemmm… kadang mengingatkan saya sama Kang Hwa dalam drama komentar Hi Bye Mama! Tapi, beda banget kisahnya. Tony sendirian, tidak punya anak, hanya ada ayah yang tinggal di panti jompo dan ia kunjungi tiap harinya.

Series ini biasa banget untuk masalah berjalannya waktu, udah kayak hidup yang mengalir begitu saja. Toni yang bangun dan bekerja. Ia yang bolak-balik ke panti jompo. Toni saat bersama dengan teman dan menghadiri sesi konseling.

Yang menarik dan paling saya suka adalah saat Toni pergi ke kuburan Lisa dan bertemu dengan seorang perempuan yang masih sama-sama sering mengunjungi makam pasangannya dulu.

Mereka bicara. Mereka mengobrol. Seketika ada semacam… “ohh iyaaa yaa, hidup memang suka begitu.”

Di saat Ramadan kemarin, saya udah kayak yang lelah gitu nonton drakor. Akibatnya yaaaaa melipir ke Netflix. Nonton yang punya dosis ketegangan biasa-biasa aja. Nonton yang masalahnya dekat banget sama kehidupan sehari-hari.

Sebuah tema yang biasa aja. Tapi, karena biasa sajanya, tema ini mungkin mudah diterima oleh saya.

Suatu tema yang disebut dengan kehilangan.

Yap… kadang mikir, kok ada yaa orang yang kayak Tony. Suka sama orang sampai segitunya. Sampai mati pun masih keingat. Hobinya nonton videonya Lisa saat masih hidup. Pokoknya beda banget sama Lee Tae Oh di The World of the Married deh. wkwkw.

Di season kedua, kayaknya ada dark jokes gitu deh. sayangnya, karena beda budaya, saya nggak nangkep kalau itu adalah bagian dari dark jokes.

Yang aneh dalam series ini salah satunya ketika Tony mencari berita. Ndilalah, berita yang ia cari, malah ketemu sama orang-orang unik. Dari nenek yang nggak mati-mati dan keinginan terbesarnya adalah mati…

Yang bagian TOP banget adalah ketika series ini punya momen yang bikin nangis, duhh saya sampai nangis beneran. Nontonnya siang-siang dan dipanggil sama Mbak saya. langsung dong menghapus air mata gitu. Wkwkwk. Malu, siang-siang nangis.

Kalau kasih jempol di Netflix. Series ini saya kasih jempol ke atas. Tapi, buat kalian yang nggak suka sama cerita lamban, kayaknya mungkin bisa membosankan buat kalian. Tapi, bagi saya sih oke-oke aja tuh seriesnya. Mungkin karena pendek juga dan habis deh tahu-tahu.

Yeep…

Sekian saja yaaa..

Terima kasih masih membaca tulisannya besok sore.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *