Review Sekilas Siapa Takut Jatuh Cinta SCTV

Review Sekilas Siapa Takut Jatuh Cinta SCTV

Review Sekilas Siapa Takut Jatuh Cinta SCTV – Apa? Bahas sinetron Indonesia? Oke, jadi begini… kenapa saya tulis review sekilas? Karena saya nggak tahu episode awal-awal dan tidak terlalu mengikuti. Tapi, sinetron ini adalah sinetron yang selalu ditonton oleh kakak saya tiap harinya. Jadi, walaupun saya nggak lihat bener-bener. Kuping saya bisa denger sekilas sekilas tiap harinya.

Buat adek-adek yang belum tahu, dulu di SCTV juga ada sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta sekitar awal tahun 2002 dan dibintangi oleh Leoni, Roger Danuarta, Steve Emanuel, Indra L Brugman dan Jonathan Frizzy. Buset ini saya hapal bener sampe nggak perlu cari tahu di internet karena memang zaman dulu, Siapa Takut Jatuh Cinta itu ngehits banget. Dan emang sih itu terlalu mirip sama Meteor Garden yang tak kalah hitsnya. Belum lagi soundtracknya dari SO7 yang tak bisa dilupakan itu. sama versi di GAC dalam Siapa Takut Jatuh Cinta 2017, jujur saja saya masih suka versi original SO7. Ahh… masalah selera doang sih.

Siapa Takut Jatuh Cinta 2002

Ada protes keras kalau nggak salah saat itu karena terlihat amat sangat menduplikasi Meteor Garden lewat kisah cinta Sancay dan Tao Ming Tse nya itu. Jadi, kalau nggak salah inget juga nih Leoni akhirnya memilih Steve Emanuel bukannya Indra L Brugman. Jadi, di episode ujung-ujung dibuat berbeda dengan Meteor Garden yang seharusnya Sancay dengan Tao Ming Tse, Leoni dengan Indra L Brugman. Ehh malah sama Steve.

Siapa Takut Jatuh Cinta 2017

Menampilkan wajah baru Natasha Wilona sebagai Laras (yang kalau dilihat-lihat mirip Sancay dulu dengan rambut panjang super lurusnya itu) dan Varrell Bramasta bernama Vino. Keduanya bagai kucing dan tikus yang selalu bertengkar, seperti Sancay dan Tao Ming Tse, seperti Geum Jan Di dan Gu Jun Pyo, seperti Leoni dan Indra L Brugman. Begitulah kira-kira, bukan suatu hal yang baru dan original memang.

Review Sekilas Siapa Takut Jatuh Cinta SCTV

Laras merupakan penerima Beasiswa di kamus yang katanya bergengsi. Sama juga kaya cerita yang saya sebitkan di atas tadi. Sedangakan para cowok-cowok brondong nan kece ini adalah para horang kayahhh yang hidupnya mevvah syekali. *mulai alay saya.

Biasa nih ada second lead male yang selalu hadir bak malaikat pelindung, dia tak lain adalah Aliando yang memerankan peran sebagai Satya. Ya udah bisa ketebaklah, ya begitulah.

Episede perdananya tayang pada 13 november 2017 dan hingga hari ini 24 desember sudah memasuki episode 62-63.

Baca juga : alur cerita FTV indosiar yang berputar-putar.

Sehari 2 episode cuyyy…

Ini nih bedanya sinetron zaman dulu dan zaman now, dulu nih mesti nunggu dulu selama satu minggu untuk lihat episode selanjutnya. Zaman sekarang tiap hari nongol dan satu episode nyatanya tidak bisa memenuhi keinginan penonton…

Gilaaa, ini penulisnya gimana? Lembur terus kaya saya atau bagaimana? Apa nggak takut kualitasnya tidak terjaga? Ahhh sejak kapan sinetron kita memeilirkan kualitas? Yang penting ratimg dan sharing tinggi dan uang mengalir kan sudah beres.

Saya Tidak Bisa Buat Review nya

Huhhh, gila nggak? Jumlah episode yang sebanyak ini? kenapa sih nggak banyak belajar dari drama korea yang benar-benar menggarap dramanya dengan jumlah episode yang tidak melelahkan dan dengan benang merah yang jelas. Sejauh saya nonton drama korea, paling panjang drama sejarah seperti The Great Queen Seon Deok dan Empress Ki yang alau nggak salah itu di atas 50an. Tapi, jangan ditanya deh, itu kulitas juara yang emang sangat daebak.

Kenaapaaaaa….

Saya ini cinta produk lokal lho, kalau sinetron di stasiun TV kita itu memang bagus, saya nggak akan segan-segan untuk nonton. Tapi, kalau sudah begini yaa saya nggak akan minat buat mengikuti sinetronnya. Maaf-maaf sekali.

Ide origina, enggak. Gayanya masih mementingkan rating dan sharing.

Ahhh lelah rasanya.

 

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!