Review Film Singapura Long Tong (Netflix 2014)

Review Film Singapura Long Tong (Netflix 2014) – Saya lagi mengelilingi Netflix untuk mencicipi semua film dari banyak negara nih. Ndilalah, saya mengunduh Long Tong. Film ini diproduksi di Singapura dan pernah pertama kali tayang di Singapore Internasional Film Festifal pada desember 2014.

Yap… saya sih nonton yaa nonton aja awalnya. Nggak tahu ini film apaan. Oh iya, pakai bahasa mandarin ya filmnya.

Film Long Tong dalam bahasa Inggris atrinya Good Soup, alias sup yang enak. Diceritakan sih tentang sup daging babi pada awalnya.

Sutradaranya adalah Sam Loh, produsernya sama aja, Sam Loh juga. Penulisnya ada Sam Loh dan Alex Soh. Dengar-dengar, film ini digarap dengan kru yang kurang dari 20 orang dan mendapatkan banyak keuntungan dengan modal yang minim.

Nama Para Pemainnya adalah….

William Lawandi memerankan Zack.

Angeline Yap memerankan Li Er.

Vivienne Tseng memerankan Li Ling.

Ester Goh memerankan Stephanie.

Alan memerankan Mike.

Plot Film Long Tong

Ada seorang pria bernama Zack, dia chat sama perempuan yang namanya Stephanie, keduanya bertemu dan jatuh cinta.

Nggak ada yang aneh sampai sini.

Hingga ternyata Zack adalah pria hidung belang, ia memerkosa Stephanie dan memeras uangnya. Kemudian malah cari perempuan lain. Perempuan itu bernama Li Ling.

Li Ling punya adik perempuan namanya Li Er. Li Ling dan Li Er tinggal bersama. Kemudian karena emang Zack itu cowok edan, selingkuhnya dia sama Li Er. Padalah Li Ling tahu kejadian ini.

Li Er kemudian punya ide untuk membunuh Li Ling. Zack pun mengiyakan.

Kemudian sesuatu terjadi…

Komentar Review Film Singapura Long Tong (Netflix 2014)

Hahahahahah…

Mau ngakak saya.

Ternyata lagi-lagi dapetnya film dewasa melulu. Dan jujur saja, secara plot itu nggak banget. Filmnya nggak punya kekuatan sama sekali.

Masa iya mau mengandalkan kekuatan wik wik saja? kan nggak?

Pembangunan karakter yang begitu saja. klimaks cerita yang kayaknya nggak terlalu bombastis. Kok, kayaknya saya sudah membuang waktu saya yaa..

Padahal, saya pengen tahu aja film di asia kayak gimana. ini pertama kalinya saya nonton Film Singapur lho guys.

Duhhh… pengen deh saya ke singapur habis Pandemi. Pengen jalan-jalan guys. *laahh lagi-lagi curhat.

Film ini tuh ya. menonjokan bagian wik wik saja. selebihnya nggak banget. Bahkan kayaknya yang lain hanya kosmetik saja. intinya adalah wik wik itu sendiri.

Tapi di akhir karena jadi kisah pembunuhan, agak serem juga sih. Mana ada gunting kebon segala guys.

Kadang mikir juga, ini kayaknya film tentang fucek boy yang akhirnya kena batunya gitu. Semacam penghakiman manusia pada pria yang main-main sama hati perempuan dan dompet perempuan/

Intinyaa…

Kalau mau nonton, pastikan kamu cukup umur.

Kemudian, saya sih nggak merekomendasikan banget sama film ini. bayangkan saja, kalau kasih nilai, maka nilainya adalah 3/10.

Mimin kali ini emang jahara yaaa…

Aahh sudahlah. Sekian

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!