Review Film Making Family (2016)

Review Film Making Family (2016) – Haloooo… saya baru saja menyelesaikan film korea cina yang durasinya sekitar 1 jam 40 menit di viu. Jadi, film ini kayak kerjasama antara korea dan tiongkok gitu deh. Yooolahh lanjut ngomongin filmnya.

Siapa saja para pemain Film Making Family?

Kim Ha Neul memerankan Ko Mi Yeon, dia adalah ibu tunggal yang punya anak lelaki hasil dari sperma donor. Jadi, dia juga kurang tahu jelas siapa ayah dari anaknya sendiri.

Aarif Rahman memerankan Zou Liyan. Pertama kali baca Aarif Rahman, saya langsung ihhh saya nggak salah baca nih? Kok namanya bukan nama mandarin yaa??? eehh ternyata bener cuy, kagak salah. Dia juga punya nama Aarif Lee gitu.

Sinopsis Film Making Family

Ko Mi Yeon mendapatkan donor sperma dari amerika serikat, sedangkan donor itu adalah milik Liyan yang menggantikan teman koreanya. Jadi, karena dua teman ini, Liyan dan teman koreanya nggak punya uang, mereka taruhan untuk mendapatkan uang, konsekuensinya yaa harus berani donor sperma gitu.

Agak absurd dari awal ya? Wkwkwkkw.

Kemudian waktu berlalu. Sperma donor itu digunakan dokter untuk Ko Mi Yeon. Eehhh ternyata Tae Bong, sang anak hasil sperma donor dengan gigihnya mencari siapa ayahnya.

Bahkan sampai ke Tiongkok. Kagetnya Liyan yang ada anak kecil asing tbtb mengaku sebagai anaknya dan memanggilnya Papa.

Di Tiongkok sendiri, akhirnya Ko Mi Yeon menyusul anaknya dan melakukan perjalanan keluarga bersama dengan keluarga Liyan.

Bagaimanakah akhir ceritanya?

Komentar Review Film Making Family (2016)

Yang jadi bocah di sini, Ko Tae Bong lucu banget dan pinter banget. Dari segi cerita, sangat bisa ditebak, lempeng-lempeng aja.

Mengharukan? Nggak sama sekali sih.

Dan entah kenapa? Saya suka sakit kepala aja kalau nonton drama yang bahasanya mandarin. Hahaha… serius. Drama ini kebanyakan pakai bahasa mandarin, bahkan Kim Ha Neul juga ngomong dengan Aarif Rahman pakai bahasa mandarian. *krikkkk *krikkk…

Kalau ada yang mengharapkan ada kisah cinta di sini? Bakalan kecewa.

Jadi, direkomendasikan nggak?

Film ini ringan baget kayak kapas. Konfliknya nggak berat sama sekali. Nggak ada kisah cinta juga, kalau cinta keluarga sih ada-ada aja.

Kalau buat saya yang nggak biasa nonton drama dengan bahasa mandarin, kok kayaknya puyeng banget yaa. yhaa walaupun ada beberapa bahasa korea aja.

Duhh kenapa nggak bahasa inggris aja sih yaaa? Akutukaaannn puyeng.

Buat saya film ini riangan dan biasa aja. Nggak ada kalimat “suka banget” atau “rekomendasi banget”.

Yhaa, B aja dan nggak buruk sampai keluar kalimat sumpah serapah sih yaaa…

Direkomendasikan apa nggak? Saya kasih keputusannya ke pembaca aja deh. Oh iya, film ini ada di viu yaa.. tinggal unduh aja cuy…

Terima kasih sudah membaca Review Film Making Family (2016).

Be te we, Aarif Rahman ganteng yo?

 

Advertisements

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!