Review Film Korea The Preparation (2017)

Review Film Korea The Preparation (2017)

Review Film Korea The Preparation (2017) – Masih ingat dalam kepala salah satu doa pada Tuhan, meminta agar anaknya (adik saya yang cacat) untuk meninggal lebih dahulu. Begitulah kekhawatiran seorang Ibu yang takut anaknya nggak ada yang ngurusin.

Kali ini, adalah film tentang anak berkebutuhan khusus dan seorang Ibu tunggal. Film yang membuat kita harus menyediakan tisu ekstra.

Profil Film Korea The Preparation (2017)

  • Film Korea : The Preparation
  • Revised romanization: Chaebi
  • Hangul: 채비
  • Sutradara: Cho Young-Jun
  • Penulis: Cho Young-Jun
  • Produser: Heo Jung-Wook
  • Cinematographer: Kim Dong-Hoon, Bang Sung-Hwan, Baek Yoon-Suk, Ra Dam-Joo, Baek Seung-Pyung, Kim Dong-Joo, Park In-Hwang
  • Tanggal Rilis: November 9, 2017
  • Durasi Tayang: 114 min.
  • Distributor: Opus Pictures
  • Bahasa: Korea
  • Negara: Korea Selatan

Cast Film Korea The Preparation (2017)

Ko Du Shim memerankan Ae Soon. Omma dalam film.

Kim Sung Kyun memerankan In Kyoo. Anak berkebutuhan khusus yang sudah dewasa.

Yoo Sun memerankan Moon Kyung.

Park Chul Min memerankan Park.

Kim Hee Jung memerankan Jung Ja.

Shin Se Kyung memerankan Kyung Ran.

Sinopsis Film Korea The Preparation (2017)

*pada adegan pertama digambarkan Omma yang menutup lubang angin. Kemudian membakar batu bara, mungkinkah ia budir?

Anaknya sudah dewasa tapi masih tidak bisa mandiri. Kita sama-sama tahu orang dewasa yang tidak memiliki kemampuan layaknya orang dewasa itu kayak gimana. kurang lebih kayak Sang Tae Oppa di dramanya Mas Kim.

Omma sendirian menghidupi anaknya (maksudnya satu rumah). Ternyata ia mengidap penyakit yang kemungkinan hidupnya hanya 6 bulan saja.

Pada perjalanannya sebelum ajal menjemput. Omma mempersiapkan anaknya agar bisa hidup dengan mandiri.

Benar-benar satu persatu memberi bekal anaknya. Mulai bagimana mengingat. Sampai memberikan anaknya keterampilan biasa yang orang bisa lakukan dengan otomatis saja.

Sang anak bahkan diberi kursus memasak dan ibu memantaunya.

Omma yang biasanya mencukur jenggot anaknya, menyemangati sang anak agar bisa melakukannya sendiri.

Bahkan mengingat bahan makanan. Omma bener-bener berjuang keras untuk membekali anaknya. Ketika sang anak bisa membuat masakan sendiri. Omma sangat senang.

“In Kyoo, besok kamu memasak dan bekerja sendiri.”

Itulah ucapannya pada sang anak sebelum tidur.

Omma sebenarnya bukan bener-bener sendirian. In Kyoo masih punya Mbak. Tapi kehidupannya sudah ribet dengan masalahnya sendiri. Omma memberikan tabungan padanya, yang setenganya bisa digunakan Mbak, setengahnya bisa digunakan ketika ada apa-apa dengan Omma. Ommanya In Kyoo bahkan punya cucu perempuan.

Komentar Film Korea The Preparation (2017)

Kalau pernah nonton The Fiery Priest, In Kyoo dalam film adalah detektif yang biasanya bersama dengan Kim Nam Gi. Ternyata ahjussi ini banyak sekali membintangi film. Daebak.

Aktingnya sebagai In Kyoo juga bagus.

Sedihnya banyak. Apalagi ketika In Kyoo dihina oleh orang lain. In Kyoo memahaminya dengan bahasa “mereka memaki”. Sedangkan orang lain malah tidak bersalah mengatai In Kyoo dengan “orang bodoh.”

Berat guys.

In Kyoo bisa mengingat banyak hal dengan baik. Ia juga menyimpan lukanya sendirian dengan keterbatasan bahasanya.

“Dihari Noona menikah. In Kyoo tidak ada di sana. In Kyoo melihat dari foto. Noona memakai baju putih. In Kyoo sedikit sedih. Sedikit saja.”

Terus saya yang nangis kejer.

Review Film Korea The Preparation (2017)
sumber : asianwiki.com

Filmnya hampir dua jam. Sehingga penonton kenyang sama perjalanan In Kyoo yang dipersiapkan oleh Ibunya.

Lingkungan orang normal emang sering nggak ramah sama kehidupan orang seperti In Kyoo.

In Kyoo bahkan sempat jatuh cinta sama guru TK. Jadi, perjalanan filmya padat banget. Tidak tanggung-tanggung.

Kesimpulan Review Film Korea The Preparation (2017)

Bagus.

Aktor dan aktrisnya bagus-bagus.

Kalian tahu poin yang indah?

Saat In Kyoo ditolak sama guru TK, tapi bahagia banget. Sebab Guru TK mau jadi temannya. Sesuatu yang tidak bisa saya lakukan. Ketika saya ditolak, saya tidak bisa menjadi teman orang itu.

Ketulusan masih menyela di dada orang-orang seperti In Kyoo.

Saya berharap film ini ada di Netflix supaya orang-orang bisa menikmatinya dengan legal.

Sekian.

29.1 Buat kalian yang mau dukung mimin. Bisa di trakteer di sini. Apa itu trakteer? Ada di penjelasan yang ini.

Terima kasih.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!