Kesan Pertama Drama Korea King Maker: The Change of Destiny (2020)

Kesan Pertama Drama Korea King Maker: The Change of Destiny (2020) – Saat tulisan ini ditulis. Drama ini sudah selesai. Mau buat kesan pertamanya di beberapa waktu yang lalu kelupaan terus. akhirnya, setelah mengingat-ingat drama on going dan drama lama yang pernah saya tonton. Menguatkan dirilah untuk menulis. Kalau nggak memaksakan kayak gini, saya nggak nulis-nulis entaarr…

Saya buat kesan pertamanya sambil komen aja yaaa…

Sebuah drama dari TV Chosun dengan jumlah episode 21. Nanggung bener emang. Drama ini diangkat dari sebuah novel dengan penulis Lee Byung Joo dan Bang Ji Young sebagai penulis naskahnya. Tayang perdana pada 17 mei 2020 dan selesai pada 26 juli 2020. Sutradaranya adalah Yun Sang Ho.

Langsung aja ke bagian komentar!

Saya nggak mau nonton lanjut setelah nonton 4 episode pertamanya. kenapa? *catatan, semuanya adalah sudut pandang pribadi. Tidak bisa disamaratakan pendapat manusia, kalau merasa punya perbedaan pandangan itu sahh sahh saja.

Ide gagasan cerita yang melelahkan untuk saat ini..

Ada titik di mana saya begitu lelah ketika nonton drama yang berbau sejarah, politik, ditambah dengan fantasi. Drama ini saya pikir datang disaat yang kurang tapat.

Sageuk saat ini menjadi drama yang agak saya hindari sih, beberapa kecewaan hadir karena selera saya yang maunya macem-macam. Sedangkan sageuk pasti nggak temanya nggak pernah jauh dengan perebutan kekuasaan, masalah keturunan raja dan hal-hal sejenis.

Hayati terasa lelah.

Tapi masih saja dicicipi?

Yaa. karena barangkali aja bagusan kan?

Ternyata? Saya malah nggak suka sama dua peran utamanya. Peran utama pria diperankan oleh Park Si Hoo yang memerankan Choi Chun Joong dan seorang putri Lee Bong Ryeon yang diperankan oleh Ko Sung Hee.

Keduanya memang bukan para pemain baru. Kalau kalian sering nonton drakor pasti sudah nggak aneh pas lihat wajah mereka. Namun, hingga detik ini, saya merasa kualitas aktingnya masih agak kurang “mantep” gitulah. Dibilang buruk yaa nggak buruk juga. Tapi dibilang bagus, yaaaa nggak bagus juga.

Dan!!!

Kalau dua orang insan dengan segala kisahnya dalam drama, keduanya harus mengalir dan menyatu dengan naskah yang dikisahkan pada mereka. Saya malah ngerasa keduanya sama sekali nggak “nyambung” seperti air dan minyak. Keduanya tidak menggambarkan peran yang bareng tapi kok rasanya berdiri sendiri-sendiri. Secara kimia, mereka tidak bersatu dengan baik. Meski di beberapa adegan, fisik mereka bareng.

Kurang lebur gitulah. Paham kan?

Jadi, kejanggalan terjadi di sisi para pemain.

Kesimpulan Kesan Pertama Drama Korea King Maker: The Change of Destiny (2020)

Yaa jelas sih. Saya nggak nonton.

Ada yang janggal juga, perasaan tadinya 24 episode. Kenapa jadi 21? Apa dikurangi atau bagaimana? Tapi apa emang begitu ya? aahh barang kali saya salah lihat.

Yaah. Akhirnya dengan berat hati, saya bikin tulisan yang beginian. Padahal nggak enak lho buat bilang drama nggak bagus itu. Tapi mau gimana lagi, saya nggak suka kok.

 

Advertisements

You May Also Like

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!