Saya merasa masuk arus buku-buku populer. Ketika di ipusnas buku ini tersedia untuk dipinjam, saya pun langsung meminjam dan membacanya setelah buku-buku lain yang sedang saya baca.
Tidak ada alasan khusus kenapa saya membaca buku ini. Saya merasa masuk ke dalam arus ke dalam popularitas buku ini.
Ternyata?
Menceritakan apa sih?
Sudut pandangnya adalah orang pertama, Keiko Furukura. Keiko Furukura adalah anak pertama, saat sekolah melakukan tindakan yang menurut orang aneh tapi menurut kepalanya logis mengapa tindakan itu diambil.
Melihat orangtuanya kesulitan, melihat dirinya kurang bisa diterima di masyarakat. Keiko Furukura memutuskan untuk banyak diam. Ia merasa lebih banyak diam dan ternyata ia lebih diterima dan jauh dari masalah. Keiko Furukura sebenarnya kuliah. Namun sejak usia 18 tahun sampai 36 tahun, ia bekerja menjadi pelayan minimarket.
Menjadi pelayan minimarket selama itu, Keiko Furukura merasa nyaman karena menjadi pegawai ada buku manualnya dan ia merasa normal, diterima dan bisa bekerja dengan baik. Namun, ternyata Keiko Furukura tetaplah dipandang tidak normal, selama itu dia tidak punya pekerjaan tetap, belum menikah, tidak pernah menjadi pacar seseorang dan tentunya tidak punya pengalaman biologis berhubungan b a d a n. Begitu kurang lebihnya.
Kemudian ada seorang pria yang merupakan pengangguran, DO dari universitas menumpang ke kediaman Keiko Furukura.
Pengalaman bertanya apa itu normal terus dipertanyakan. Karena orang-orang terus saja mengomentari kehidupan orang lain.
Baca Dua Hari, Bukunya Lumayan Tipis
Saya baca dari kemarin, kemudian pagi ini selesai. Saya merasa harus menuliskannya di sini. Jika tidak langsung ditulis, saya merasa nantinya akan jadi malas dan terus-terusan menunda.
Dari awal sampai akhir kisah. Pikiran Keiko Furukura tak henti-hentinya bertanya apa itu normal. Endingnya terbuka. Berasa berhenti begitu saja.
Jujur saya pikir awalnya adalah kisah kriminal atau psikopat. Karena Keiko Furukura menunjukan hal-hal ajaib di awal. Tapi ternyata tidak juga. Saya salah sangka.

Buku ini lumayan ringan. Tipis, hanya 150an halaman.
Suka Sama Bukunya?
Tidak juga.
Tapi terjemahannya bagus. Ada beberapa buku terjemahan jepang yang saya ingat sungguh sulit untuk “masuk” karena terjemahannya sulit.
Di awal sangat menarik. Konflik lebih ke konflik dalam diri. Beberapa karakter membuat saya kesal, yap, saya kesal dengan pemuda yang tinggal bersama dengan Keiko. Saya pikir kadang ucapannya menghina karakter utama padahal sudah dibantu.
Namun, saya senang juga bacanya. Saya pikir Keiko ada representasi banyak orang. Hidup tidak sempurna menurut mata orang lain. Perjuangannya menjadi normal. Mendengarkan terus ucapan orang lain dan terus mempertanyakan kenormalannya.
Di dalam minimarket, ia merasa nyaman dan aman karena punya “manual book” yang jelas. Begitu masuk dunia pada umumnya, dunia real. Kita akan terus dipertanyaakan.
Buku yang lumayan meski di akhir terasa datar.
Penutup
Link trakteer mimin ada di sini. Terima kasih.