Ulasan Drama Korea Link: Eat, Love, Kill (2022)

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Link: Eat Love Kill (2022)

Ulasan Drama Korea Link: Eat, Love, Kill (2022) – Seperti diceritakan di kesan pertama, sebenarnya drama ini nampak menjanjikan, ada kisah cinta, kelucuan, sampai keluarga yang misterius dan kisah kehilangan di masa lalu.

Namun….

Namun…

Namun…

Makin lama makin ngebosenin aja.

Sampai pada akhirnya, di awal agustus 2022 saya baru selesaikan dramanya, padahal tadinya saya cicil-cicil sesuai minggu tayang pas di episode-episode muda.

Yeo Jin Goo Konon Katanya…

Adalah aktor yang biasanya membawa drama punya rating bagus. Namun, kali tidak demikian.

Apakah performa dari Yeo Jin Goo jelek?

Nggak.

Yeo Jin Goo bagus kayak biasanya, dia main kalau episode nangis-nangis, sedihnya itu kerasa banget. Hanya saja, sama halnya seperti hidup, mari kita pandang rating yang kadang bagus, kadang biasa, kadang rendah ini adalah hal normal saja.

Kenapa Yaa Terjadi Kebosanan?

Drama ini tuh lokasi syuting nggak pernah jauh-jauh dari lingkungan mereka tinggal, bahkan sejak kecil di situ. Karakternya juga sebenarnya adalah karakter anak-anak yang 20 tahun lalu kemudian menjadi dewasa.

Awal kejadian tentang kulkas yang isinya orang itu, jujur itu bikin penasaran banget. Tapi, lepas kulkas tersebut sudah kosong, orang yang bersangkutan ternyata masih hidup (eeh spoiler), jadinya begini, “oh gitu?”

Kesan Pertama Nonton Drama Korea Link: Eat Love Kill (2022)

Pada drama, sebenarnya juga dimunculkan benih-benih kecurigaan kepada penonton mengenai siapa pelaku sebenarnya.

Intinya, benang merah ada di bagaimana pengungkapan kasus lama yang belum selesai.

Sebuah Koneksi dan Kisah Masa Lalu

Pada drakor.

Keseringan banget kalau di masa lalu ada kisah semacam kisah masa lalu yang dikaitkan dengan “kebetulan-kebetulan di masa depan.”

Drama ini juga mengisahkan hal-hal demikian.

Namun, endingnya di kepala saya adalah, “ohh iyaa begitu.”

Drama yang tadinya greget di awal, menjadi biasa saja karena eksekusinya kelamaan dan belum sungguh-sungguh menimbulkan kesan segar meski di awal kayaknya seger gitu lho.

Rada kecewa tapi gapapa.

Sedihnya Ada, Bagaimanapun Drama Ini Juga Tentang Keluarga

Ada yang kehilangan keluarga, sampai kehidupannya jadi morat-marit. Kejadian di masa lalu yang sulit dilupakan kerena merasa bersalah.

Ada juga yang nggak mau kehilangan keluarga, sampai-sampai ibu melindungi anaknya, nenek melindungi cucu dan menantunya. Kejadian saling melindungi yang kadang kesannya serem, tidak bertanggung jawab, dan rada konyol.

Ada juga Mbak-Mbak yang kehilangan adiknya lewat peristiwa tragis.

Bagaimanapun, kehilangan salah satu anggota keluarga yang berarti dalam hidup bukan hal yang mudah.

Ada juga kisah kecurigaan anak pada ayahnya.

Memang, kasus utamanya satu. Tapi banyak memecahkan misteri dan penasaran selama ini. Itu salah satu poin bagusnya.

Terlalu Lambat, Mungkin 10 Episode Akan Lebih Baik

Hehehe.

Dasar penonton maunya gercep aja.

Itu yang paling kerasa guys di saya, dramanya lambat banget sampai yang tadinya greget malah meninggalkan kesan hambar.

Hal-hal unik dan pentingnya malah terbuka ketika penonton macam saya sudah lelah duluan.

Sayang banget akhirnya.

Padahal kalau mau dibilang, dramanya nggak jelek.

Cast juga bagus. Apalagi ada Yeo Jin Goo.

Berasa Kepending Gitu

Kamu udah semangat.

Sudah bertanya-tanya.

Kemudian pertanyaanmu belum terjawab dan ditimpa sama hal lain.

Ketika pertanyaanmu terjawab. Kayak rasanya udah kehilangan rasa menggebu di awalnya gitu.

Udah ilang semangatnya.

Udah ilang rasa penasarannya.

Akhirnya saya jadi penonton yang dingin di drama ini.

“ohhh gitu.”

“ya udah.”

Penutup

Semua yang saya tulis adalah pendapat saya pribadi. Blog ini memang blog pribadi yang rasanya mirip dengan orang-orang yang curhat di facebook.

Jika ada perbedaan pendapat, maka hal itu memang sudah sewajarnya.

Tidak perlu ada baku hantam yaaa.

Link trakteer mimin ada di sini. Gumawo.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!