Ulasan Drama Korea Dali and Cocky Prince (2021)

Korea Dali and Cocky Prince (2021)

Ulasan Drama Korea Dali and Cocky Prince (2021) – Emang ngikutin, tapi nonton 2 episode lagi aja kayaknya susah gitulah. Akhirnya baru kesampaian nonton sampai selesai juga.

Gimana kesan terakhirnya? Setelah kesan pertama di tulisan yang ini?

Yepp langsung aja.

Saya Suka Sama Mbak Park Gyu Young

Pas di It’s Okay to Not Be Okay, wajah dan suaranya terekam baik oleh saya. Kemampuan aktingnya bagus dan marah-marahnya dapet.

Maklumlah, cintanya bertepuk sebelah tangan saat itu.

Memerankan sosok Dali sebagai putri yang kaya (meski sempat banyak utang), nggak pernah kelihatan jelek, baju dan pakaiannya semuanya bagus, nggak pernah pakai kaos partai atau kaos hadiah suatu produk.

Dali memukau dari segi fisik sampai tingkah lakunya.

Saat dia menyumpahi mantan kekasihnya dengan perkataan kasar pun, dia masih nampak anggun dengan tingkahnya.

Kim Min Jae Lucu Banget

Memerankan Mas-Mas kebanyakan bacot dan tingkah membuatnya nampak lugu sekaligus lucu.

Baru dibilang kangen sama Dali aja sudah tidak berdaya.

Segala perangainya pada Dali sangat konsisten.

Konsisten bucin.

Hanya saja gengsinya sungguh gede untuk ngaku sama Dali.

Tingkah polah dari Jin Moo Hak sungguh menggemaskan. Bahkan saat jadian dan berhubungan dengan Dali banyak lucunya.

Korea Dali and Cocky Prince (2021)

Mereka Sungguh Manis

Manis banget.

Layaknya pasangan yang mencintai satu sama lain.

Sebenernya Kalau Ngomongin Konflik

Nggak terlalu intens ketegangannya. Meski ada Kwon Yool yang memerankan Jang Tae Jin, jebolan salah satu psikopat di Voice. Pun Jang Tae Jin di sini jadi mantan tidak tahu diri pula.

Konflik di galeri dan masalah utang rasa-rasanya hanya sebagai bumbu pemberi varian rasa lain saja.

Rasa utamanya jelas tentang kisah cinta.

Memang nggak dalem-dalem banget seperti salah satu kriteria drama percintaan yang saya suka.

Tapi dari kategori drama romansa ringan, drama ini layak banget buat dinikmati sambil santai.

Visual para pemainnya memang mantap. Apalagi gayanya Dali, saya suka banget.

Dali pasti nggak pernah merasakan pakai baju apa aja yang penting sudah disetrika.

Yaah begitulah. Meski kadang suka nggak masuk akal aja, kenapa penampilannya selalu paripurna. Itu poni lucunya aja nggak pernah goyah.

Secara Keseluruhan

Secara ide gagasan cerita nggak terlalu memukau banget.

Tapi yang mainnya itu lho ciamik banget. Jadi, dramanya asyik aja dinikmati. Meski saya kehilangan selera di ujung episode. Karena udah ketebak banget dramanya mau dibawa ke arah mana.

Kesimpulan Ulasan Drama Korea Dali and Cocky Prince (2021)

Lucu.

Menghibur.

Seger.

Kayak es lemon pakai es dan madu.

Ringan tapi nggak ngeselin juga.

Dah segitu aja.

Penutup

Link trakteer mimin ada di sini.

Terima kasih sudah sudi membaca.

You May Also Like

1 Comment

  1. aku nonton drama ini hasil baca rekomendasi kk admin..
    beneran deh drama ringan tapi enjoy yang kayak gini lah yang kunantikan.
    bukan drama dengan lead kelas A yang kubutuhkan , melainkan cerita yang bisa dinikmati sambil makan keripik pisang sampe gak sadar habis setoples..

    emang ketebak sih ceritanya, tapi ya perjalanannya seru aja..
    apalagi dengan background yang udah lama banget gak muncul..
    tentang seni, yang cuma bisa dijajanin sama orang berduit, tapi bisa dinikmati (diliat) sama kalangan rakyat jelata..
    jadi kangen jalan-jalan ke museum. gara-gara koronce jadi belum main-main lagi..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!